Diduga Gangguan Kejiwaan, Ibu Hamil Dipasung

FOTO: Dwi/Bengkulu Ekspress Salah seorang Warga Desa Air Kopras Kecamatan Pinang Belapis, Reka Susanti (24) yang telah memiliki 2 orang anak dan saat ini tengah mendagung 7 bulan terpaksa dipasung oleh pihak keluarga
FOTO: Dwi/Bengkulu Ekspress Salah seorang Warga Desa Air Kopras Kecamatan Pinang Belapis, Reka Susanti (24) yang telah memiliki 2 orang anak dan saat ini tengah mendagung 7 bulan terpaksa dipasung oleh pihak keluarga

PINANG BELAPIS, Bengkulu Ekspress – Salah seorang Warga Desa Air Kopras Kecamatan Pinang Belapis, Reka Susanti (24) yang telah memiliki 2 orang anak dan saat ini tengah mendagung 7 bulan terpaksa dipasung oleh pihak keluarga karena diduga mengalami gangguan kejiwaan. Reka mulai dipasung pada bulan mesi tahun 2017 karena sering marah marah dan melakukan tindakan yang dianggap bisa mebahayakan dirinya sendiri maupaun orang lain.

Diungkapkan Kapolres Lebong AKBP Andree Ghama Putra SH SIK melalui Kasat Intel AKP NGatmin SH pihaknya baru mendapatkan inpormasi aadanaya warga dipasung tersebut pada Tanggal 1/08 tahun 2017 dan langsung turun kelapangan untuk mendalai penyebab dilakukan pemasung tersebut. Dan pada hari Rabu (2/8) pihak Intelkam Polres Lebong langsung melakukan koordinasi dengan dinas Kesehatan kabupaten Lebong dan turun ke lokasi melakukan pengecekan kondisi Reka

“Informasi adanya pemasungan terhadap Ibu hamil ini baru kita dapat Kemarin, dan langsung melakukan pengecekan, selanjutnya kita koordinasi dengan pihak DInas Kesehatan dan turun ke lapangan. Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan Oleh Petugas Kesehatan dr Ari, yang menanganai pasien kejiwan, mebenarkan bahwa Reka memang mengalami gangguan kejiwaan dan tadi langsung diberkan obat untuk 10 hari kedepan. Kondisi kehamilan Reka ini juga telah dicek dan dalam kondisi baik. Untuk perkembangan kondisi Reka ini 10 hari kedepan akan terus dipantau, namun jika tidak ada perubahan maka akan diupayakan untuk dirawat Dirumahsakit Jiwa di Bengkulu,” kata Ngatmin.

Ditambahkan Ngatmin, pihak keluarga Reka ini sendiri pada saat dikunjungi oleh Sat Intel Polres Lebong dan Dinas Kesehatan Kabupaten Lebong masih menginginkan agar ia untuk sementara dirawat jalan, namun jika kedepanya tidak ada perubahan maka pihak keluarga bersedia membawa Reka berobat Ke RSJKO. “Dari pengagkuan pihak keluarga, kendala yang dihadapi sehingga Reka masih dirawat di Rumah karena tidak ada biaya,” ujar Ngatmin.

Empati Berdatangan

Terpisah, Setelah salah seorangan Warga Lebong Henry Ayesha Menguplot foto dan menceritakan kondisi Reka yang tengah hamil dan terpaksa dipasung ke Media Sosial facebook mendpat tanggapan yang beragam dari pengguna Media Sosial. bahkan tidak sedikit yang menyampaikan empatinya dan bersedia membantu. Dalam AKun facebook Henry Ayesha menulis “Wanita berparas cantik, Reka Susanti ( 24 ) ibu dua anak, istri dari Heri Irama, warga Desa Air Kopras Kecamatan Pinang Belapis Kabupaten Lebong terpaksa dipasung oleh pihak keluarga lantaran menderita gangguan kejiwaan. Pihak keluarga tak punya pilihan lain, sebab tak punya banyak biaya untuk memeriksakan kesehatan Reka ke rumah sakit. Reka Susanti saat ini diketahui dalam keadaan mengandung dengan usia kehamilan 7 bulan. Saat ini, saudari kita membutuhkan bantuan kita, uluran tangan kita. Setidaknya akan ada “harapan” untuk bayi yang kini sedang di kandungnya.

Atas Postingan tersebut salah seorang pengguna facebook Leli Herawati Ishak menyampaikan Rasa empatinya dan bersedia untuk membantu “Aku siap untk bayar BPJS nyo 3 bulan Kedepan. urus la dulu pihak kluarga nyo..sukur2 aku bisa byr 6 bln ke dpn Tuslisnya. Sedangkan penguna facebook atas nama Maya Aura Maya menyampaikan Semoga ibu ini sembuh dr penyakitnya, anak2ny butuh seorang ibu tulisnya.(777)