Diduga Ada Donatur Ladang Ganja

CURUP, BE – Jajaran kepolisian dan TNI seringkali menemukan ladang ganja dalam jumlah besar di kawasan Lembak. Terakhir jajaran polres berhasil menemukan ladang ganja sekitar setengah hektar di kawasan Desa Kampung Jeruk Kecamatan Binduriang dengan jumlah tanaman sekitar 500 batang.
Menanggapi hal itu, Kapolres RL, AKBP Dirmanto SH SIk, menduga jika ada donatur atau penyuplai dana untuk melakukan penanaman ganja dalam jumlah besar.
“Kalau dugaan adanya donatur pasti ada, namun tetap kita lakukan penyelidikan untuk memastikan hal itu,” ungkap Kapolres.
Lebih lanjut Kapolres menjelaskan, selain adanya dugaan penanaman ganja dalam jumlah besar yang memiliki donatur, pihaknya juga menduga masih ada lokasi ladang ganja lain di kawasan Lembak dan saat ini petugasnya masih melakukan penyisiran untuk memastikan adanya ladang ganja lainya dalam jumlah besar.
“Pelaku penanam ganja terus kita kejar, kemungkinan adanya ladang ganja lain masih dalam penyisiran petugas,” tegasnya.
Sementara itu, Bupati Rejang Lebong H Suherman SE MM memberikan aspreasi pada jajaran Polri dan TNI yang telah banyak mengungkap kasus peredaran Narkoba di wilayah Rejang Lebong ini. Terutama terkait pengungkapan sejumlah ladang ganja yang ada di kawasan Lembak. Meski demikian, tak menutup kemungkinan ada ladang ganja yang berada di kawasan Kota Curup untuk terus menjadi perhatian petugas.
“Saya apreasiasikan atas kinerja TNI dan Polri yang telah banyak mengungkap penemuan ladang ganja, kemungkinan masih ada ladang ganja lain baik di kawasan Lembak maupun Kota Curup. Kami berharap agar bisa diselidiki, sebab Narkoba merupakan perusak masa depan bangsa,” ungkap Suherman.
Di bagian lain, Danrem 041 Garuda Emas (Gamas) Kolonel Inf Fajar Budiman, SIP bertekad akan membasmi peredaran Narkoba di kawasan Rejang Lebong, umumnya di Provinsi Bengkulu. Salah satunya pengungkapan sejumlah ladang ganja yang sering dilakukan dikawasan Lembak.
Selain itu, ia juga memastikan akan menindak anggotanya yang terlibat dalam peredaran maupun penyalahgunaan Narkoba. Tindakan tegas yang akan dilakukan yaitu melakukan pemecatan terhadap anggota yang terlibat penyalahgunaan Narkoba.
“Kalau ada yang ketahuan anggota TNI sebagai pengedar maupun terbukti terlibat maka akan saya pecat langsung. Namun bila ada anggota kita yang secara sadar menyerahkan diri, kita tidak akan meberikan tindakan tegas namun hanya akan kita rehabilitasi saja sehingga kembali pulih,” tegas Fajar.
Terkait dengan keterlibatan anggota Korem 041 Gamas terhadap penyalahgunaan dan peredaran Narkoba ini sendiri. Menurut Danrem, sejauh ini jajaran baju loreng ini mengaku belum mendapat adanya laporan anggotanya yang terlibat kasus Narkoba. (251)