Diberondong dengan Senapan Serbu

In Berita Utama

Oknum Polisi Ditahan di Polda Sumsel


PALEMBANG, BE – Kapolda Sumsel, Irjen Pol Agung Budi Maryoto berjanji tidak akan melindungi Brigadir K, oknum polisi yang diduga menembaki mobil Honda City Hitam BG 1488 ON. Terungkap kalau kendaraan dengan sopir dan tujuh penumpang itu diberondong dengan senjata jenis SS1-V2.

Pria kelahiran Cilacap, Jawa Tengah, 19 Februari 1965 mengatakan, jika personel Satuan Shabara Polres Lubuklinggau tersebut terbukti bersalah, akan diprosesnya hingga ke hukuman pidana umum.

“Kalau sudah ada unsur untuk dilakukan PTDH (Pemberhentian Dengan Tidak Hormat, red), akan saya lakukan. Tapi, itu setelah hasil persidangan hakim. Jadi, tidak boleh mendahului sebelum ada putusan hakim,” kata Agung di Mapolda Sumsel, kemarin (19/4).

Mantan Kakorlantas Polri juga menyebut, ada 7 peluru yang dimuntahkan Brigadir K dari SS1-V2 miliknya. Saat ini, senjata dan 7 selongsong pelurunya sudah disita dan amankan di Mapolres Lubuklinggau.

Menurut Alumni Akademi Kepolisian (Akpol) 1987, tim penyidik yang merupakan gabungan Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) dan Bidang Profesi dan Pengamanan (Bid Propam) Polda Sumsel, masih melakukan pemeriksaan pada Brigadir K, para saksi, dan uji balistik.

“Tim juga sudah saya perintahkan untuk membawa Brigadir K ke Mapolda untuk ditahan. Saya tidak akan menutup-nutupi karena saya komitmen untuk membersihkan apa yang tidak benar,” lanjutnya.

Kata suami Winny Charita, ada 11 saksi yang sudah diperiksa. Selain Brigadir K, Kapolsek AKP Muhammad Ismail dan perwira pengendali Ipda Fransisko Yosef (Kanit Pam Obvit Sat Shabara Polres Lubuklinggau), yang memimpin razia tersebut juga telah diperiksa.

“Hasil penyidikan Tim Polda, razia sesuai SOP. Ada perwira dalam hal ini Kapolsek-nya. Dan Juga ada papan petunjuk razia,” ujarnya.

Penggunakan peluru tajam, juga diperbolehkan saat razia. Tergantung hakikat ancamannya.

“Kan tidak mungkin polisi pakai peluru karet ketika berhadapan dengan pelaku kejahatan 3 C,” lanjutnya.

Agung juga menjabarkan secara rinci kronologis kejadian tersebut. Menurutnya, sekitar pukul 11.30 WIB, ada mobil Honda City Hitam BG 1488 ON yang melintas di saat gelar razia Cipta Kondisi di jalan Fatmawati, Kecamatan Lubuklinggaui Timur 1, Selasa (18/4) siang.
Oleh personel yang melakukan razia, mobil tersebut disuruh berhenti untuk diperiksa.

“Tapi, tidak ada tanda-tanda dari mobil tersebut untuk mengurangi kecepatan dan hampir menabrak 3 personil polisi,” kata Agung.

Mobil tersebut, lanjutnya, terus melaju. Personil sempat mencatat nopol mobil tersebut. Setelah di kroscek Samsat, kata Agung, ternyata nopol mobil tersebut tidak terdaftar di Sumsel.

“Mobil itu seharusnya ber-plat B. Milik sebuah Yayasan di Jakarta,” katanya.

Karena mobil tersebut terus melaju, menerobos lampu merah, dan menyerempet salah satu mobil lainnya, menurut mantan kapolda Kalimantan Selatan, insting kepolisian dari personil bangkit. Para personil menduga mobil tersebut ada kaitannya dengan pelaku 3 C (Curat, Curas, dan Curanmor), sehingga dilakukan pengejaran.
Kata Agung, ada 5 personil yang melakukan pengejaran. Tiga personil naik mobil Mitsubishi Kuda. Salah satunya Brigadir K. Mobil tersebut disopiri anggota Polantas. Dua lainnya naik sepeda motor. Namun, personil yang naik sepeda motor ini ketinggalan jauh.

Saat pengejaran, anggota sudah 10 kali memberikan tembakan peringatan. Namun, tidak digubris. Mobil sedan Honda City Hitam BG 1488 ON tersebut, kata Agung, baru bisa dihentikan di samping Bank Mandiri unit Simpang Priuk.

Namun, lanjutnya, setelah mobil sedan tersebut berhenti, para penumpang yang ada di dalam mobil pun tidak mau turun saat diperintahkan untuk turun. Akhirnya, terjadilah penembakan tersebut oleh Brigadir K. “Mungkin juga karena keadaan kaca yang gelap dan dinilai membahayakan. Jadi, anggota mengambil inisiatif untuk menembak,” terangnya.

Dari penembakan tersebut, ada 6 dari 8 penumpang yang menjadim korban. Masing-masing Dewi Erlina (40), warga Rejang Lebong, tertembak bahu kiri atas, Novianti (30), warga Lubuklinggau Timur I, tertembak pundak kanan. Genta (2), anak Novianti, tertembak kepala samping kiri.

Kemudian, Surini (54), warga Rejang Lebong (ibunda Dewi Erlina), meninggal dunia setelah mengalami tiga tembakan di dada. Lalu, Indrayani (33), warga Rejang Lebong, tertembak leher depan (kritis) dan dirujuk ke RSMH Palembang. Serta Diki (30), sopir, warga Rejang Lebong, tertembak di perut kiri. Sedangkan 2 penumpang lainnya, Sumarjono (S) dan Galih luput dari tembakan.

“Dari pemeriksaan terhadap 2 penumpang tersebut, saksi S mengatakan pada polisibahwa dirinya sempat menyuruh Diki (sopir, red), untuk berhenti dari saat razia. Tapi, sopirnya tidak mau dan terus melajukan mobilnya,” tukasnya.

Kata Agung, selaku pimpinan Polda Sumsel, dia tidak akan lepas tanggung jawab. Semua biaya pengobatan terhadap korban yang terluka, maupun yang meninggal dunia, menjadi tanggung jawab Polda Sumsel.

“Saya perintahkan Bid Dokkes Polda Sumsel untuk mengurusnya. Kapolres Lubuklinggau juga sudah saya perintahkan menemui keluarga korban meninggal dunia di Bengkulu. Kapolres sudah bertemu langsung dengan suami korban,” kata Agung.

Agung sendiri mengaku juga sudah menjenguk salah satu korban, Indrayani di RS Muhammad Hoesin Palembang.

“Kondisinya sudah sadar. Namun, sepertinya akan dioperasi dan dirawat intensif,” lanjutnya. “Selaku Kapolda, saya prihatin dan turun berduka atas kejadian ini. Terutama atas meninggalnya ibu Surini,” tegasnya.

Insiden ini, kata Agung, menjadi pelajaran penting bagi seluruh personil Polda Sumsel dan jajaran. Katanya, tes psikologi akan dilakukan lagi. Namun demikian, Agung memastikan akan terus melakukan operasi Cipta Kondisi.
Pria yang satu angkatan dengan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian di Akpol 1987, ingin Sumsel makin kondusif. Terutama dari kejahatan 3 C. Lebih-lebih menjelang puasa, dan Asian Games XVIII-2018.

“Sejak digelar operasi Cipta Kondisi pada awal April lalu, kejahatan 3 C menurun drastis. Pelaku makin banyak yang tertangkap, bahkan ada yang sampai kena penegakan hukum tegas dan terukur,” pungkasnya.

Kapolres Kota Lubuklinggau, AKBP Hajat Mabrur Bujangga didampingi Kasatlantas AKP Sukirman, ketika dikonfirmasi mengatakan, Brigpol K sudah diperiksa dan sudah dimintai keterangannya terkait penembakan tersebut.

“Ya satu orang anggota kita sudah diperiksa, yakni dari Kesatuan Sabhara berpangkat Brigpol inisial K,” ungkap Hajat Mabrur Bujangga, ketika mengunjungi rumah korban tewas, Surini (50), di Desa Desa Belitar Muka Kecamatan Sindang Kelingi Kabupaten Rejang Lebong (RL), Rabu (19/4).

Sementara itu, kedatangan Kapolres Kota Lubuklinggau bersama jajarannya di rumah Aswan, suami dari Surini ini, lebih kurang 2 jam. Mereka disambut baik oleh pihak keluarga korban.

Dalam kesempatan itu, Hajat Mabrur Bujangga, menyampaikan turut berbela sungkawa atas meninggalnya korban dan setelah itu langsung masuk ke rumah korban dan menemui langsung suami korban Kaswan.

Selain itu, Kapolres Lubuklinggau, tampak juga Kapolres Rejang Lebong, AKBP Napitupulu Yogi Yusup dan Wakil Bupati RL, Iqbal Bastari.

Wakil Bupati RL Iqbal Bastari dan Camat Sindang Kelingi, Anton Seprizal , juga menyampaikan turut berduka cita sedalam dalamnya atas kejadian yang menimpa keluarga Aswan itu.

“Jadi atas musibah ini kita tidak usah mencari siapa yang salah dan siapa yang benar, karena saat ini kita mencarikan solusi yang terbaik,” ujar Iqbal. “Yang sakit diobati dan apapun masalahnya supaya dapat diselesaikan dengan sama-sama kepala dingin supaya tidak berlarut-larut,” ujar Wabup.

Matsa, perwakilan dari pihak keluarga korban sekaligus adik ipar korban mengatakan, pihaknya berharap kasus ini diusut tuntas dan ditegakkan seadil-adilnya.

“Kami berharap supaya oknum yang diduga menembak keluarga kami dihukum sesuai hukum yang berlaku. Pelaku harus diberikan sanksi tegas atas kejadian tertembaknya keluarga kami hingga ada yang meninggal dunia,” harapnya.

Kepala Desa Belitar Muka, Bani juga berharap supaya pihak kepolisian mengusut tuntas dan memberikan hukuman kepada oknum yang diduga melakukan penembakan hingga menyebabkan satu warganya tewas dan yang lainnya luka-luka.

Satu Korban Dirujuk ke Palembang

Sementara itu, berdasarkan hasil pantauan Linggau Pos (Jawa Pos Grup) di lapangan, Novianti (30) warga RT 09, Kelurahan Karya Bakti, Kecamatan Lubuklinggau Timur I tertembak di pundak kanan dan Dewi Erlina (40) warga Desa Blitar Curup, Kabupaten Rejang Lebong Provinsi Bengkulu. Akan dirujuk ke salah satu Rumah Sakit (RS) yang ada di Kota Palembang, menyusul Indra (33) yang tertembak leher bagian depan (kritis) yang sudah terlebih dulu dirujuk ke Kota Palembang.

Namun, untuk Diki (30) pengemudi sekaligus pemilik mobil Honda City Nopol BG 1488 ON, belum tahu akan ikut dirujuk atau tidak. Pasalnya, para keluarga korban merasa kesal dengan tindakan yang dilakukan Diki, yang menyebabkan terjadinya insiden ini.

“Untuk menghemat energi dan biaya, semua korban akan dirujuk ke Palembang, kecuali Diki,” kata Bejoriyadi saat di RSUD Dr Sobirin.

Bahkan, dilanjutkannya saat keluarga berdatangan ke rumah sakit. Diki, hampir jadi bulan-bulanan keluarga yang merasa emosi atas kejadian ini. Sebab, berdasarkan keterangan Diki sudah diingatkan untuk berhenti, namun saat dikejar apar kepolisian.

Selain itu, masih dikatakannya tidak berapa lama pihaknya akan melakukan urung rembuk, guna menyelesaikan permasalahan ini. Sebab, sampai saat ini pihaknya belum melapor pihak kepolisian mengenai permasalahan ini.

“Kami tidak tahu, apa Diki itu buronan atau pelaku kejahatan. Apa mobilnya mengunakan plat palsu, atau lainnya. Intinya, kami korban dan permasalahan ini akan segera dilapor keaparat penegak hukum,” jelasnya.

Kapolres Lubuklinggau, Hajar Mabrur Bujangga mengatakan, pihak Polres Kota Lubuklinggau siap membantu biaya pengobatan untuk para korban.

Korban yang sedang diobati di Palembang itu juga sudah dibesuk oleh Kapolda Sumatera Selatan, Irjen Pol Agung Budi Maryoto.

“Hari ini (kemarin) Bapak Kapolda sudah menjengkuk dan sudah melihat langsung kondisi korban yang dirawat,” ujar Hajat Mabrur.(cut/11/16/222)

You may also read!

Dul Jaelani Ubah Gaya Rambut, Kenapa Cantik Begini?

Anak pasangan musisi Ahmad Dhani dan Maia Estianty, Abdul Qodir Jaelani atau yang kerap dipanggil Dul, memang memiliki rambut

Read More...

Menang 5-0 Atas Denmark atau Catat Sejarah Terburuk di Piala Sudirman

jpnn.com, GOLD COAST – Tumbangnya timnas Indonesia atas India pada ajang Piala Sudirman 2017 di Carrara Sport and Leisure

Read More...

Desa Talang Kemang Seluma Terendam

SEMIDANG ALAS MARAS, Bengkulu Ekspress – Hujan deras yang terus melanda wilayah Kabupaten Seluma, mengakibatkan sejumlah desa terendam. Seperti

Read More...