Diberondog Peluru, 1 Tewas, 5 Luka-luka

Penembakan
Zurini (50) warga Desa Belitar Muka Kecamatan Sindang Kelingi Kabupaten RL serta korban luka luka saat di rumah sakit dan mobil korban yang di duga di tembak oknum polisi dari Polres Kota Lubuklinggau. (Foto MANSUR/BE)

SINDANG KELINGI, BE – Diduga ditembak oknum polisi, Zurini (50), warga Belitar Muka meregang nyawa. Korban tewas di tempat akibat terkena tembakan di bagian paha kiri satu lobang dan luka tembak di perut sebelah kiri.

Selain 1 warga tewas, 5 warga lainnya juga terpaksa dilarikan ke rumah sakit karena mengalami sejumlah luka-luka akibat luka tembak yang diderita. Mereka adalah Indra (35), tertembak di bagian tangan kiri tembus, Gatot Sundari (29), luka tembak bagian pungung, Novianti (31), luka tembak lengan sebelah kanan, Genta Wicaksono (3), luka di kepala di atas telinga sebelah kiri dan Dewi Arlina (39), luka tembak bagian lengan lengan sebelah kiri tembus.

Sementara, Galih (6), yang diperkirakan duduk kursi sebelah sopir tidak mengalami luka tembak, namun mengalami trauma.

Seluruh korban ini merupakan warga Desa Belitar Muka Kecamatan Sindang Kelingi Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu, yang merupakan satu keluarga besar yang menumpang di mobil Honda City warna hitam nopol BG 1488 ON.

Kejadian tewasnya 1 warga dan 5 luka luka ini, kemarin (18/4) sekitar pukul 11.30 WIB di di Jalan HM Soeharto, Kelurahan Simpang Periuk, Kecamatan Lubuklinggau Selatan II Kota Lubuklinggau.

Hingga saat ini belum diketahui secara persis peristiwa tersebut, yang menyebabkan satu korban tewas dan lima korban kritis karena mengalami sejumlah luka ini.

Dari informasi, di dalam mobil ada 7 orang atau keluarga besar yang akan berangkat ke hajatan di Kabupaten Musirawas (Mura).

Berdasarkan informasi dihimpun di lapangan menyebutkan, polisi dari Polres Kota Lubuklinggau dan Polsek Lubuklinggau Timur kejar-kejaran dengan mobil Honda City yang dikendarai oleh Di (29), yang informasinya menerobos polisi yang sedang razia di jalan lingkar selatan atau jalan memutar dari Watas menuju ke Taba Pingin.

Setiba di jalan HM Soeharto tepatnya unit Simpang Priuk mobil Honda City ini berhasil dipepet polisi dari samping kanan mobil, kemudian polisi? memberondong mobil tersebut dari dalam mobil.

Berdasarkan keterangan IQ (25), saksi mata yang menyaksikan aksi koboy tersebut, ?warga sempat mendengar suara tembakan sebanyak empat kali saat mobil jenis patwal berhasil memepet mobil tersebut.

“Mobil yang ditembak itu sudah digiring polisi dari jalan depan Penjahit Setia, digiring mobil patwal. Mobil itu berhenti di samping bank, kemudian dipepet oleh polisi, nah ditembak dari samping kanan oleh polisi di dalam mobil,” terang IQ.

Menurut IQ, tembakan polisi tersebut mengenai enam penumpang di dalam mobil, satu diantaranya meninggal di tempat kejadian dan langsung dilarikan ke Rumah Sakit Siti Aisyah dan RSUD Sobirin di Lubuklinggau.

“Kalau yang saya liat tadi, di bagian depan ada tiga orang, satu sopir, satu kakek-kakek, satu anak-anak, kemudian di kursi belakang sopir ada empat orang, dua ibu-ibu, satu bapak parubaya, satu anak-anak, nah yang kena tembak itu kebanyakan yang di belakang. Jadi yang di dalam mobil itu ada tujuh orang,” katanya.

Mobil Honda City tersebut langsung diamankan petugas, dan body mobil terdapat sejumlah lobang bekas peluru tembakan polisi.

Kemudian, berdasarkan data yang diperoleh dari sumber terpercaya, berondongan polisi ini menyebabkan enam warga sipil di dalam mobil terkena peluru.

Pantauan di lapangan, pasca kejadian polisi berjaga ketat di RS Siti Aisyah Lubuklinggau dan RS dr Sobirin Mura di Lubuklinggau. Bahkan awak media tidak diperbolehkan dan diusir saat hendak mengambil gambar korban di RS Sobirin.

Terlihat Wakapolres Lubuklinggau, Kompol Andi Kumara, kemarin, mengecek korban di kedua rumah sakit tersebut. Namun ia enggan memberikan keterangan lebih lanjut soal peristiwa ini.

“Biar tidak simpang siur satu corong saja kita tunggu Kapolres pulang dari Palembang sekarang dalam perjalanan,” kata Wakapolres, singkat di RS Sobirin.
Salah satu pihak kelurga korban, Purwanto (50), warga Belitar Muka saat di RS menerangkan, ia mendapat

informasi dari telepon oleh pihak rumah sakit. Namuan hanya diberitahu kalau keluarganya mengalami kecelakaan.

“Saya dapat telepon tidak tahu kejadiannya kayak ini, saya taunya kecelakaan karena dikasih taunya kecelakaan. Zurini yang meninggal ini adik dari istri saya pak, mereka sekeluarga ini mau ke Muara Beliti (Musirawas) mau kondangan,” jelas Purwanto.

Purwanto sangat menyayangkan kejadian ini karena keluarganya yang menjadi korban hanya ingin pergi ke Muara Beliti menghadiri pesta. “Kalau kata yang selamat katanya mereka hanya menerobos, tidak tahu menerobos apa, apa lampu merah atau razia belum tahu,” tuturnya di depan ruang jenazah rumah sakit Siti Aisyah Lubuklinggau.

Sementara itu, Camat Sindang Kelingi Anton Seprizal membenarkan adanya warga Desa Belitar yang meninggal dunia akibat diduga terkena tembakan petugas dari Polres Kota Lubuklinggau.

“Ya mendapat informasi tersebut saya langsung ke rumah duka dan langsung menyampaikan bela sungkawa yang sebesarnya,” ujarnya .

Seprizal menambahkan, selain dirinya, Kapolres RL AKBP Napitupulu Yogi Yusup juga ada di rumah duka untuk melayat.

Sementara itu, Kapolres RL AKBP Napitupulu mengaku tadi malam masih di rumah duka. Kapolres menerangkan, jenazah sedang dimandikan dan akan langsung dimakamkan.

Namun ia tidak mau berkomentar mengenai penyabab korban meninggal, ia datang ke rumah duka hanya melayat warga yang meninggal dunia. “Untuk masalah kasus dan kronologis, konfirmasi ke Lubuklinggau saja,” ujar Kapolres.(222/251)

Data Korban Terkena Luka Tembak

1. Zurini (50), korban tewas, terkena tembakan di bagian paha kiri satu lubang dan luka tembak di perut sebelah kiri.
2. Indra (35), tertembak di bagian tangan kiri tembus, 3. Gatot Sundari (29), luka tembak bagian pungung,
4. Novianti (31), luka tembak lengan sebelah kanan,
5. Genta Wicaksono (3), luka di kepala di atas telinga sebelah kiri
6. Dewi Arlina (39), luka tembak bagian lengan lengan sebelah kiri tembus.

7. Sementara, Galih (6), yang diperkirakan duduk kursi sebelah sopir tidak mengalami luka tembak.