Dialog Kebangsaan Bersama DPR RI

Agama Harus Menjadi Komponen Perekat

DIALOG: Anggota DPR RI Komisi XI, Ir. H. Muchammad Romahurmuziy, M.T, Kakanwil Kemenag Provinsi Bengkulu, Drs. H. Bustasar, MS., M.Pd, saat menjadi narasumber dialog kebangsaan, didampingi Rektor IAIN, Sirajudin dan Sekretaris Kanwil Kemenag, H. Herman Yatim, M.HI.
DIALOG: Anggota DPR RI Komisi XI, Ir. H. Muchammad Romahurmuziy, M.T, Kakanwil Kemenag Provinsi Bengkulu, Drs. H. Bustasar, MS., M.Pd, saat menjadi narasumber dialog kebangsaan, didampingi Rektor IAIN, Sirajudin dan Sekretaris Kanwil Kemenag, H. Herman Yatim, M.HI.

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Anggota DPR RI Komisi XI menjadi narasumber dalam Rapat Koordinasi Penyuluhan Agama Islam yang bertema “Dialog Kebangsaan” digelar di Kantor Wilayah Kementerian Agama provinsi Bengkulu, di aula Asrama Haji, kemarin. Dialog itu menghadirkan Anggota DPR RI Komisi XI, Ir. H. Muchammad Romahurmuziy, MT Kakanwil Kemenag Provinsi Bengkulu Drs. H Bustasar MS, M.Pd, Perwakilan Polda Bengkulu, Kabag TU Kanwil Kemenag Provinsi Bengkulu, Rektor IAIN Bengkulu, ASN Lingkungan Kemenag se-Provinsi Bengkulu serta Tokoh Penyuluh Agama Islam PNS dan non PNS se-Provinsi Bengkulu.

Di sela-sela belum dimulainya dialog, Anggota DPR RI Komisi XI, Ir. H. Muchammad Romahurmuziy, M.T diberikan kewenangan untuk menyerahkan surat perpanjangan kontrak kepada perwakilan 894 penyuluh agama Islam se-Provinsi Bengkulu.

Romahurmuziy menyampaikan tentang bagaimana memberikan wawasan yang mutakhir bagi seluruh kepala Kantor Urusan Agama, wacana hubungan agama dalam negara Pancasila. Alasan ini perlu dilakukan karena persoalan agama selalu diangkat dalam pelaksanaan Pilkada berlangsung. Dengan wawasan ini maka agama menjadi komponen perekat bangsa.

“Ini perlu didudukkan hubungan agama dan negara yang tepat, sesuai dengan doktrin negara Pancasila ini, sehingga agama menjadi pemandu dalam proses sebuah negara sehingga penyelenggara negara tidak sesat dalam memandu negara,”.

Masih dikatakanMuchammad Romahurmuziy dalam kehadiran itu, mengangkat isu penaganan radikalisme yang berkembang menjadi terorisme. “Jika dilihat agama itu suci, doktrin itu adalah sakral, tapi pemahaman terhadap doktrin bisa berbeda-beda. Karena itu jangan mencampur adukkan agama dengan pemahaman atas agama. Jika mengatasnamakan agama dan menimbulkan keresahan, maka tugas para penyuluh agama untuk menggali dan mengajak untuk berdialog,” tegasnya.

Di sisi lain, Kepala Kanwil Kemenag, Drs. H. Bustasar, MS, M.Pd menuturkan, rapat koordinasi ini digelar dengan menghadirkan ASN dan penyuluh agama, tokoh agama untuk menjalin silaturahmi yang akan mengeratkan silaturahim antar umat agama. Dialog kebangsaan inipun bertujuan untuk meningkatkan kualitas Agama Islam agar tetap menjadi agama yang senantiasa menebarkan kedamaian.

“Kami terus bersinergi untuk selalu meningkatkan kualitas keagamaan Islam di Provinsi Bengkulu, kami merasa tak jenuh-jenuh dan selalu memberikan yang terbaik terlebih untuk memperhatikan kesejahteraan para penyuluh agama Islam di desa ataupun kecamatan di Provinsi Bengkulu karena di sini kami bekerja cerdas dan bekerja ikhlas” tutupnya. (247)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*