Dewi Coryati Sosialisasi Empat Pilar di SMAN 4 Kedurang

Dewi Coryati Sosialisasi Empat Pilar di SMAN 4 Kedurangbengkuluekspress.com – DPR/ MPR RI sebagai lembaga legislatif negara terus berusaha menghidupkan kembali nilai-nilai perjuangan dan rasa nasionalisme sesuai semangat proklamasi kemerdekaan RI tahun 1945. Salah satunya dengan terus mensosialisasikan Empat Pilar MPR RI, Pancasila sebagai Dasar dan Ideologi Negara, UUD NRI 1945 sebagai Konstitusi Negara dan Ketetapan MPR, Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Untuk itulah, Dewi Coryati selaku Anggota DPR /MPR RI dpil Bengkulu terus gencar memberikan pemahaman tentang Empat Pilar Kebangsaan kepada generasi muda. kali ini sosialisasi dilakukan di SMA N 4 Kedurang Kabupaten Bengkulu Selatan Sabtu, (9/12/2017).
Dengan sosialisasi ini diharapakan untuk menghadapi masa depan bangsa ini akan lebih tegak dan kokoh dalam berbangsa dan bernegara menuju cita-cita proklamasi.

Indonesia hari ini adalah indonesia yang dihadapkan dengan generasi milaneal yang melek terhadap kemajuan teknologi informasi.

“Generasi milaneal, generasi yang melek terhadap kemajuan teknologi, tapi walaupun generasi begitu tidak boleh lupa terhadap nilai-nilai 4 pilar kebangsaan. Supaya tetap terjaga perdamaian, maka NKRI adalah harga mati” ujar politisi Parta Amanat Nasional (PAN) ini.

Malahan, lanjut Dewi, dengan berpegang teguh kepada empat pilar kebangsaan, Indonesia bukan hanya maju dalam hal ilmu pengetahuan namun keutuhan negara tetap terjaga.

Oleh karena itu, Sedini mungkin para pemuda harus mampu mengaplikasikan Pancasila dalam kehidupan sehari – hari. Terlebih saat ini nilai – nilai Pancasila sudah mulai memudar.

“Undang undang perlu dipahami sedari muda. Dimana Undang Undang Dasar 1945 dan Pancasila sebagai dasar negara kita,” terangnya.

Dikatakannya, pengamalan UUD 1945 dan Pancasila dapat dimulai dari lingkungan terdekat, yakni keluarga dan sekolah. Oleh karena itu, ia memotivasi siswa sebagai generasi penerus bangsa agar benar – benar mengamalkan Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika dalam kehidupan sehari – hari.

“Jadi jangan sampai generasi ini karena tidak memahami pancasila dan tidak mengerti Bhineka Tunggal Ika malah dirusak dengan kegiatan yang tidak baik,” kata Dewi. (Dil)