Dewan Pertanyakan Kinerja PD Bimex

BENGKULU, BE – Komisi II DPRD Provinsi Bengkulu mempertanyakan kinerja manajemen Perusahaan Daerah (PD) Bimex. Sebab, hingga saat ini kerja manajemen perusahaan milik Pemerintah Provinsi Bengkulu tersebut belum terlihat bahkan program yang akan dijalankan belum dilaporkan ke Komisi II sebagai mitra kerjanya.

“Direktur utama PD Bimex sendiri sudah dilantik 12 Agustus lalu, atau sudah hampir 3 bulan memimpin perusahaan daerah itu tapi belum terlihat apa rencananya untuk mengembangkan perusahaan tersebut agar bisa memberikan kontribusi kepada Pemerintah Provinsi Bengkulu,” kata Ketua Komisi II, Irwan Eriadi SE MSi kepada BE.

Menurutnya, semestinya beberapa hari setelah dilantik, Dirut langsung berkoordinasi dengan Komisi II mengenai program yang akan dijalankan agar mendapatkan dukungan dari DPRD. Pasalnya dukungan itu penting, karena yang bisa membantu memberikan anggaran adalah DPRD.

“Kalau diam-diam seperti ini siapa yang mau menganggarkan. Mungkin selama ini sudah ada terobosan yang dilakukan Dirut yang baru, tapi kami tidak tahu. Demikian juga masalah anggaran, kami sama sekali tidak mengetahui kondisi keuangan PD Bimex tersebut,” jelasnya.

Karena itu, Politi Gerindra ini berharap agar kedepan ada komunikasi dan koordinasi yang baik antara PD Bimex dengan Komisi II selaku mitranya. Apalagi PD Bimex sejak beberapa tahun belakangan ini dalam kondisi sakit keras. Bagi Irwan, untuk menyehatkan perusahaan tersebut tidak bisa dilakukan sendirian oleh Dirutnya, melainkan ada campur tangan dari berbagai pihak.

“Saya rasa untuk mengembangkan PD Bimex itu bukan perkara mudah, dan itu akan semakin berat bila berjuang sendiri. Andaikan mereka mengadu ke kami, mungkin kami bisa membantunya dengan memberikan solusi,” paparnya.

Sementara itu, Direktur Utama PD Bimex, Budi Darmawansyah SE MSi, mengungkapkan bahwa pihak nya langsung tancap gas bekerja pasca dirinya dilantik. Banyak program yang akan dijalankanya, salah satunya ikut bongkar muat di Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu bekerjasama dengan PT Pelindo II Cabang Bengkulu selaku operator pelabuhan.

“Kita memang belum menyampaikannya ke komisi II, tapi kami bekerja terus dan akan banyak cabang bisnis kami geluti. Target kami tidak muluk-muluk, bagaimana caranya agar PD Bimex menjadi sehat dan tumbuh menjadi perusahaan besar yang mandiri dan mampu memberikan PAD bagi Pemerintah Provinsi Bengkulu,” jelasnya.

Namun demikian, Budi sendiri belum bisa memastikan kapan mereka akan bertandang ke Komisi II DPRD Provinsi Bengkulu untuk untuk menyampaikan program dan rencana kerja manajeman PD Bimex tersebut.

“Belum tahu kapan, karena bagi saya yang penting diketahui oleh anggota dewan adalah hasilnya nanti,” tandas mantan Anggota DPRD Provinsi Bengkulu ini.(400)