Dewan Kediri Kunker ke Benteng

HL
BAKTI/BE DATANGI : Belasan anggota DPRD Kabupaten Kediri saat melakukan hearing tentang pengendalian jumlah penduduk di kantor bupati, Jumat (26/2) kemarin.

BENTENG, BE – Sebanyak 11 orang anggota Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kediri, Provinsi Jawa Timur mendatangi kantor Bupati Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng), sekitar pukul 09.00 WIB, kemarin (26/2).

Para wakil rakyat ini disambut Asisten II Setda Benteng, Drs Hendri Donal SH, Kepala Badan Pemberdayaann Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB), Lili Trianti serta perwakilan SKPD lainnya. Pertemuan digelar di ruang rapat bupati. Mereka bermaksud melakukan kunjungan kerja (Kunker) untuk mencari solusi tentang pengendalian pertumbuhan penduduk di Kediri yang sulit dicegah.

Dalam kesempatan itu, Ketua Komisi D DPRD Kediri, H Mudofir SH mengatakan, kasus pernikahan dini di Kediri merupakan pemicu tingginya pertumbuhan penduduk. Angkanya cukup panstastis, mencapai 32 persen dari total pernikahan se-kabupaten tersebut. Ia menilai Kabupaten Benteng berhasil menekan angka pernikan dini sehingga pertumbuhan penduduknya tidak begitu tinggi.

“Kedatangan kami untuk melakukan sharing dan mengetahui seperti apa program yang digalakkan Pemkab Benteng untuk mengendalikan jumlah penduduk dan keluarga berencana,” kata Mudofir.

Disampaikannya, Kabupaten Kediri memiliki luas sekitar 2.000 kilometer persegi, tapi jumlahnya penduduknya mencapai 1,5 juta jiwa. Angka tersebut cukup tinggi untuk ukuran kabupaten kecil seperti Kediri, sehingga mengharuskan pihaknya mencari solusi untuk menekan tingginya angka pertumbuhan penduduk demi meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi dan pembangunan di daerah tersebut.

“Melalui kunker ini, kami berharap bisa mengendalikan pertumbuhan penduduk dengan cara mengadopsi sistem pengedalian yang diterapkan Benteng ini, sehingga Kediri mampu menciptakan keseimbangan antara laju pertumbuhan penduduk dengan pertumbuhan ekonomi,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala (BPPKB) Benteng, Lili Trianti menjelaskan, bahwa berbagai upaya dilakukan pihaknya untuk menekan cepatnya laju pertumbuhan penduduk serta angka pernikahan dini di Bengkulu Tengah, diantaranya dengan menggelar sosialisasi layanan keluarga berencana ke seluruh puskesmas se-Kabupaten Benteng secara periodik setiap bulannya.
Selain itu, pihaknya juga tak jarang menerjunkan penyuluh untuk melakukan pembinaan kepada keluarga yang memiliki anak usia remaja. Hal tersebut bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang berbagai dampak pernikahan dini.

“Kita juga sudah berkerjasama dengan sejumlah sekolah lanjutan dan menciptakan pusat informasi remaja (PIR). Sehingga para remaja sekolah bisa memahami dampak buruk dari pernikahan dini sehingga menghindarinya,” jelas Lili.(135)