Dewan Desak Bangun Jalan Khusus BB

BENTENG, BE – Asosiasi Pengusaha Batu Bara (APBB) Provinsi Bengkulu didesak untuk segera membangun jalan sendiri untuk pengangkutan Batubara (BB) menuju pelabuhan Pulau Baai.
Desakan ini disampaikan Ketua Fraksi Gerindra, DPRD Benteng, Indra Utama. Menurutnya, masyarakat Bengkulu Tengah terutama warga Kecamatan Taba Penanjung hingga Talang Empat mengeluhkan gangguan kenyamanan terkait aktifitas pengangkutan Batubara selama ini. “Kita kira sudah waktunya para pengusaha itu membangun jalur sendiri. Pengangkutan Batubara tidak lagi melewati jalan umum, yang menyebabkan kerusakan jalan hingga ganggungan kenyamanan bagi masyarakat,” tegas Indra.
Keluhan masyarakat bukannya tidak beralasan karena aktifitas truk pengangkut Batubara mencapai 300 -an kendaraan setiap hari . Hal itu sangat rentan menyebakan kerusakan jalan. Sebab, jalan di Bengkulu Tengah tidak mampu menahan beban kendaraan Batubara yang bertonase tinggi itu.
“Kendaran ini faktor utama kerusakan jalan, membuat jalan berdebu. Tentunya dengan kondisi jalan itu masyarakat yang sangat dirugikan karena aktifitasnya menjadi terhambat,” tuturnya.
Anggota dewan yang vokal mengkritisi dampak aktifitas perusahaan tambang Batubara ini menyatakan sudah saat ini Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bengkulu Tengah mengambil kebijakan untuk pembuatan jalan khusus batubara. Supaya keributan antara warga dengan pihak truk angkutan batubara tidak selalu terulang setiap tahunnya. “Dengan adanya tuntutan warga ini sudah seharusnya pihak eksekutif mengakomodirnya. Dengan memfasilitasi supaya para pengusaha batubara khususnya di wilayah Bengkulu Tengah dapat membangun jalan sendiri untuk jalur pengangkutan batubara,” ujarnya.
Disebutkannya, jika memang tidak dapat menggunakan dana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) ataupun sulitnya mendapatkan dana pusat untuk pembangunan jalan khusus batbara, maka pengusaha yang harus melakukan investasi dengan membangun jalan sendiri. “Disinilah perlunya peran pemerintah untuk memfasilitasi pengusaha supaya bersedia membangun jalan sendiri, supaya tidak melewati jalan utama,” ujarnya. (320/002)