Desember, Guru Kontrak Diputus

guru_terpencilKEPAHIANG, Bengkulu Ekspress – Sekretaris Daerah (Setda) Kabupaten Kepahiang, Zamzami Zubir SE MM menegaskan, bila di bulan Desember mendatang seluruh guru tenaga kontrak di Kabupaten Kepahiang akan diputus. Sehingga pihaknya melakukan evaluasi guna menentukan regulasi baru mengenai guru tenaga kontrak. Meliput permasalahan gaji hingga pada penempatan tugas guru kontrak.

Ditegaskan Zamzami, bila pihaknya melaksanakan evaluasi selama sebulan penuh. Sehingga diawal Februari 2017 jajarannya akan kembali merekrut guru tenaga kontrak dengan sistem atau regulasi baru.

“Gajinya nanti akan disesuaikan dengan kinerja mereka, sebab adil itu bukan sama besar tetapi harus disesuaikan dengan kinerjanya,” tegas Zamzami.

Meskipun tak menjelaskan secara rinci mengenai rincian gaji, namun pihaknya akan mendorong bila tenaga kontrak harus ditempatkan diluar pusat kota. Sehingga keberadaan guru kontrak dapat mencukupi kekurangan guru didaerah-daerah terpencil.

“Per Desember 2016 guru kontrak diputus semua, kita langsung evaluasi satu bulan. Bulan Februari nanti baru semu semua dengan formulasi gaji yang tidak sama,” ungkap Zamzami.

Sekda menjelaskan, bila Kemenpan RB sudah menegaskan agar jajaran Pemerintah Daerah (Pemda) dapat melakukan evaluasi terhadap kinerja guru serta keberadaan tenaga pendidik distruktural.

“Saat pertemuan Sekda se-Indonesia di Surabaya beberapa waktu lalu, Kemenpan RB itu tegas. Intinya bisa dikatakan kementerian memerintahkan bila guru yang distruktural bisa dikembalikan kembali ke tenaga pendidik,” ungkap Sekda.

Sementara Wakil Bupati Kepahiang Netti Herawati SSos menegaskan, agar sekolah-sekolah di Kabupaten Kepahiang dapat melaksanakan sistem belajar mengajar dengan baik. Jangan menjadikan kekurangan guru sebagai alasan untuk tidak kondusifnya pelaksanaan pendidikan disekolah-sekolah.

“Saya imbau sekolah-sekolah harus berjalan dengan baik. Saya juga pernah mendapatkan laporan adanya perpustakaan di sekolah yang tidak buka meskipun jam belajar. Kalau alasan kekurangan guru, perpustakaan harus tetap dibuka,” tutur Netti. (320)