Desak Turunkan Harga BBM

DEMO: Puluhan Mahasiswa dari KAMMI Bengkulu menggelar aksi demonstrasi menolak kenaikan harga BBM di depan kantor DPRD Provinsi Bengkulu, Rabu (4/4).
DEMO: Puluhan Mahasiswa dari KAMMI Bengkulu menggelar aksi demonstrasi menolak kenaikan harga BBM di depan kantor DPRD Provinsi Bengkulu, Rabu (4/4).

Belasan Mahasiswa Unjuk Rasa

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Belasan mahasiswa yang tergabung dalam Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) menggelar aksi damai di depan Gedung DPRD Provinsi Bengkulu, kemarin (4/4).

Mahasiswa ini menuntut pemerintah untuk menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis pertamax yang mengalami kenaikan Rp 300 per liter, dari Rp 8.600 menjadi Rp 8.900 per liter.

Pertamina Dex naik dari Rp 10.000 menjadi Rp 10.100 per liter dan BBM jenis Dexlite dari Rp 8.100 per liter menjadi Rp 8.250.
Koordinator Lapangan (Korlap) Aksi, Khairil Ikhsan mengatakan, kenaikan BBM ini membuat masyarakat semakin menjerit. Sebab, kenaikan BBM itu akan memincu mahalnya harga kebutuhaan pokok.

“Kami minta turunkan segara harga BBM. Pemerintah jangan seenaknya saja naikkan BBM, kami masyarakat tercekik dengan kebijakan ini,” teriak Khairil dalam orasinya.

Mahasiswa menilai, pemerintah dan PT Pertamina sudah sering menaikkan harga BBM non subsidi. Bahkan dalam kurun waktu satu tahun terakhir, tak kurang tiga kali kenaikan harga BBM ini terjadi.

Khairil menjelaskan, kenaikan harga BBM non subsidi memang tidak di bawah naungan intervensi pemerintah, akan tetapi pemerintah sebagai pembuat kebijakan melalui Menteri ESDM, mempunyai wewenang membuat kebijakan menekan kenaikan BBM.

“BBM non subsidi ini memang diperuntukan bagi kalangan kelas atas. Sehingga kalangan kelas bawah tidak tercekik dengan menaiknya BBM jenis ini, namun pada fakta di lapangan sering kali BBM premium subsidi tidak tersedia di SPBU. Ini juga masalah besar yang harus dijawab oleh pemerintah. Jangan hanya menaikan harga BBM saja,” ujarnya.

Karena itu, mahasiswa meminta anggota DPRD Provinsi sebagai wakil rakyat untuk menyikapi hal tersebut. Anggota DPRD juga diminta jangan hanya diam saja, tapi harus lebih peka terhadap kenaikan ini.

“Kami minta DPRD sebagai wakil rakyat bersuara, jangan hanya duduk saja. Pikirkan kami rakyat, kami sangat menjerit dengan adanya kenaikan BBM,” tegas Khairil.

Sementara itu, satu perwakilan dewan yang turun menemui pendemo, Sri Rejeki SH sebagai Ketua Komisi I DPRD Provinsi Bengkulu menegaskan dirinya bersama anggota dewan lain akan menindaklajuti apa yang telah menjadi tuntutan mahasiswa yang juga sebagai perwakilan rakyat.

Bahkan Sri Rejeki menandatangai surat pernyataan untuk segera menyampaikan permasalahan tersebut ke DPR RI dan pemerintah pusat.

“Hari ini saya terima dulu. Besok langsung saya serahkan ke DPR RI. Jadi, bisa dibahas dengan DPR RI yang memiliki kewenangan,” ungkap Sri.

Sri menilai, wajar jika seruan turunkan harga BBM ini dilakukan. Sebab, kenaikan harga BBM ini sangat berimbas kepada masyarakat. Walaupun memang BBM yang naik itu bukan BBM subsidi melainkan BBM non subsidi.

“Memang secara tidak langsung naiknya harga BBM sangat berdampak kepada masyarakat. Harusnya memang diturunkan harga BBM ini,” pungkas Politisi PDI Perjuangan ini. (151)