Desa Rawan Pangan Dibantu Rp 50 Juta

Percontohan pemanfaatan pekarangan Dinas Ketahanan Pangan  yang ditanami sayuran.
Percontohan pemanfaatan pekarangan Dinas Ketahanan Pangan yang ditanami sayuran.

KOTA MANNA, Bengkulu Ekspress– Kepala Dinas Ketahanan Pangan Bengkulu Selatan (Bengkulu Selatan), Ir Iskandar AZ mengatakan, di Bengkulu Selatan saat ini masih ada beberapa desa yang masuk dalam kategori desa rawan pangan. Untuk menjadikan desa tersebut keluar dari predikat desa rawan pangan, pihaknya memberi bantuan kepada desa tersebut. “Masing – masing desa rawan pangan, kami bantu Rp 50 juta,” katanya.

Iskandar mengatakan, ada 8 desa yang masuk kategori desa rawan pangan yang mendapat bantuan. Ke – 8 desa tersebut yakni Desa Ketaping Kecamatan Manna, Desa Padang Jawi, Bunga Mas, Desa Tanjung Besar kedurang, Desa Air Sulau Kedurang Ilir, Desa Suka Negeri Air Nipis, Desa Kemang Manis Pino Raya dan Desa Banding Agung Seginim serta Desa Puding Kecamatan Pino. Bantuan dana tersebut bersumber dari kementerian yang disalurkan oleh Pemda Provinsi. “Saat ini dana sudah disalurkan ke desa dan kami akan berikan pendampingan dalam pemanfaatan anggaran,” ujarnya.

Iskandar menambahkan, dengan adanya bantuan dana ini, diharapkan desa-desa tersebut tidak lagi meniadi desa rawan pangan. Sebab, bantuan dana tersebut akan digunakan membuat pemanfaatan perkarangan percontohan dengan ditanami sayuran dan buah-buahan. Kebun bibit desa juga pembuatan demplot. Hal itu dimaksudkan, agar sayur-sayuran tidak lagi didatangkan dari luar. Akan tetapi bisa dihasilkan sendiri oleh warga desa. “Pemanfaatan pekarangan untuk sayur dan buah agar warga desa tidak lagi kesulitan mendapatan sayur ,” bebernya.

Iskandar menjelaskan, sumber dana untuk bantuan ke-8 desa ini dari APBN, sedangkan dari APBD Bengkulu Selatan 2018 ada satu desa yakni Desa Pagar Dewa Kota Manna. Namun besaran dana bantuan hanya Rp 30 juta lebih kecil dari bantuan untuk 8 desa tersebut. Hal ini lantaran keterbatasan dana di APBD Bengkulu Selatan.

“Dengan adanya percontohan desa rawan pangan yang memanfaatkan pekarangan untuk perkebunan sayur dan buah-buahan, diharapkan desa lain dapat mencontohnya, agar ke depan Bengkulu Selatan bisa menghasilkan sendiri hingga bisa dijual ke luar Bengkulu Selatan,” demikian Iskandar. (369)