Demokrat Targetkan Sultan Menang Perkasa, SBY Serius Inginkan Sultan jadi Gubernur

Media Center WAGUB

BENGKULU, BE – Presiden Republik Indonesia ke-enam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY benar-benar serius menginginkan Sultan – Mujiono menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Bengkulu untuk 5 tahun kedepan.
Untuk mewujudkan hal tersebut, SBY mengutus sepuluh orang kader terbaik Partai Demokrat untuk membantu memenangkan Sultan. Salah satu orang yang paling berpengaruh di Partai Demokrat yang diutus SBY adalah Pramono Edhi Wibowo. Dia diutus ke Bengkulu untuk menyusun strategi pemenangan Sultan.
Menyikapi keseriusan SBY yang juga Ketua Umum Partai Demokrat tersebut, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Demokrat, Hinca Panjaitan menargetkan kemenangan secara telak atau menang secara perkasa atas pasangan calon gubernur nomor urut 2 Sultan – Mujiono tersebut.
Sementara secara umum, kata Hinca, partai berlambang mercy ini akan berjuang habis-habisan untuk memenangkan Pilkada serentak di seluruh Indonesia.
“Menang perkasa target kita, kami memilih nyaris kalah daripada nyaris menang,” kata Hinca di Raffles City usai rapat strategi pemenangan Pilkada bersama ratusan pengurus Partai Demokrat di Bengkulu, kemarin.
Menurut Hinca, tidak ada istilah kalah dalam kamus partai berlambang Mercy tersebut. Terlebih dia menilai hanya kader terbaik yang dicalonkan partai dan tidak sembarang orang yang bisa lolos dan mendapat restu ketua umum dan pengurus DPP partai untuk mencalonkan diri ikut serta Pilgub Bengkulu jika belum mapan.
“Gak ada kalah. Pokoknya di Partai Demokrat itu gak ada kalah, mau kalah terhormat mau kalah gak terhormat tetap kalah. Kami tidak mengenal istilah itu, pokoknya menang. Apalagi kader yang peserta Pilgub ini kader terbaik. Demokrat tidak kenal namanya politik transaksional sehingga kami hanya memilih kader yang berpotensi menang saja,” ungkapnya pada awak media.
Untuk mendukung kader di Bengkulu, pengurus DPP Demokrat nonstop mencurahkan dukungannya agar pada Pilgub yang berlangsung head to head nanti dapat mengumpulkan suara sebanyak mungkin sesuai target yang telah dipatokkan.
“Kehadiran kami pengurus, ketua divisi-divisi yang berjumlah 10 orang disini merupakan bentuk dukungan fisik kepada 6 calon bupati-wakil bupati dan satu gubernur-wakil gubernur. Ini bentuk dukungan penuh terhadap beliau itu secara fisik bahkan secara simbol-simbol partai kami akan terus membakar semangat dan membagikan strategi bagaimana menang,” jelasnya.

Kawal Suara
Bentuk dukungan lain, Hinca telah memerintahkan pengurus partai untuk menghimpun 3.494 orang yang menjadi perwakilan partai untuk mengawal dan menjaga proses rekapitulasi atau penghitungan suara. Bahkan DPP sudah siap melatih dan memberikan pengetahuan pada perwakilan partai tersebut untuk menjadi rajawali Demokrat.
“Percuma dukungan banyak kalau tidak dikawal, habis nanti suara Sultan. Kita harus kawal, karena itu salah satu hal yang penting untuk mewujudkan demokrasi yang jujur dan adil. Demokrat akan membentuk rawajali, disetiap TPS dikawal oleh satu rawajawali,” tegasnya.

Kerja Keras
Hinca menuturkan untuk kemenangan ini dia meminta semua yang ada di Demokrat harus kerja keras dan dia menjanjikan akan terus mengawal dan memastikan Pilkada di Bengkulu sukses, karenanya dia sudah membuat jadwal untuk kembali mematangkan strategi pada kader dan calon yang diusung Demokrat.
“Harus terus kerja keras. Caranya DPP, DPD, ranting, anggota fraksi dan anggota dewan semua harus bekerja keras mengumpulkan suara untuk semua calon. Dan kami akan kembali lagi kesini dalam waktu dekat untuk memberikan pengawasan,” jelasnya.
Sultan B Najamuddin sendiri mengaku semakin membara semangatnya untuk memenangkan Pilgub yang hanya ada dua kandidat ini. Dia optimis dengan banyaknya dukungan yang ada nomor urut dua akan memenangkan pilgub Bengkulu.
“Saya optimis menang. Dukungan pusat begitu besar dan kita harus semangat memenangkan nomor urut dua,” katanya.
Selain Hinca, pada rapat pematangan strategi ini dihadiri langsung sepuluh pengurus DPP yakni Hinca Panjaitan, Pramono Edhi Wibowo, Radityo Gambiro, Aditimo Pangeran, Nurhafizah, Rudolf Yb Kadarisman, Andi Mugsith, Kusnarto, Iwan kurniawan dan Komar Rodit.(400)