Demo di Brasil Rusuh, 8 Bus Dibakar, Rumah Presiden jadi Sasaran

Beberapa bus dan mobil dibakar habis oleh pendemo. Foto: from BBC
Beberapa bus dan mobil dibakar habis oleh pendemo. Foto: from BBC

jpnn.com, SAO PAULO – Kekacauan meledak di Rio de Janeiro dan kota-kota lain di Brasil pada Jumat (28/4) sore waktu setempat. Bus-bus dan mobil dibakar di pusat kota, jalan-jalan ditutup oleh aktivis, dan toko-toko dijarah serta dihancurkan oleh peserta aksi buruh yang berubah menjadi anarkis.

Setelah 20 tahun, baru kali ini demonstrasi buruh penuh kekerasan terjadi di Brasil. Sejak Jumat (28/4) demo buruh memang terjadi di seluruh Brasil. Namun, aksi berlangsung dengan aman dan terkendali. Sebanyak 35 juta masyarakat Brasil pun memilih untuk tinggal di dalam rumah. Toko, sekolah, dan bank juga tutup selama aksi berlangsung. Para buruh tersebut menuntut agar terjadi reformasi dalam kebijakan pensiun.

Namun, demo yang tenang itu menjadi tidak terkendali. Polisi pun bentrok dengan sebagian buruh. Ada delapan bus yang dibakar habis oleh pendemo. Di kota terbesar Brasil, Sao Paulo, ribuan orang berjalan kaki menuju rumah pribadi Presiden Brasil Michel Temer. Polisi pun melemparkan gas air mata untuk memecah kerumunan.

Dalam pernyataan resminya, Temer menyesali kekerasan di Rio. ”Tetapi saya tidak akan berhenti berusaha untuk memoderenkan negeri ini,” katanya. ”Pekerja dan pemerintah bekerja sama. Demi melepaskan diri dari resesi paling buruk dalam sejarah Brasil,” katanya.

Temer memang berencana melakukan reformasi besar-besaran dalam kebijakan pensiun. Salah satunya dengan menaikkan usia pensiun dan mengurangi besaran pensiun. Namun, bagi kalangan pekerja, ide itu bakal membuat kaum terpinggirkan semakin sengsara. Pemerintah bersikukuh hitungan pensiun yang baru sangat mendesak dilakukan demi menghindari runtuhnya sistem pensiun.

Temer menjadi presiden setahun yang lalu setelah presiden sebelumnya Dilma Rousseff dipecat oleh kongres siring mosi tidak percaya. Temer yang diambil sumpah pada September akan mengakhiri masa jabatannya pada Desember 2018. (bbc/tia/jpnn)