Demam Mobile Legends, 2000 lebih Penggemar di Bengkulu

Mbile legendGame Mobile Legends saat ini sedang naik daun, bisa dimainkan dimana saja karena cukup menggunakan handphone berbasis Android. Penggemarnya mulai anak-anak, remaja hingga dewasa.
============================
Mobile Legends adalah permainan yang bisa lakukan siapa saja di handphone berbasis android ini sukses menarik perhatian masyarakat Bengkulu hampir di semua kalangan baik tua maupun muda. Dari yang berprofesi sebagai pelajar hingga mahasiswa demam Mobile Legens, bahkan mereka juga sudah memiliki Fans Page Facebook sendiri dengan nama Mobile Legends Bengkulu dengan total anggota mencapai 2.000 orang.

Penggenae Mobile Legends, Vacena (23) mengatakan, game Mobile Legends saat ini sedang naik daun bisa dimainkan dimana saja karena dimainkan di handphone berbasis android. Dirinya mengaku baru dua bulan ini bermain dimana rata-rata pemainnya adalah dari kalangan pelajar dan mahasiswa. “Mobile legend memang mudah dimainkan bahkaan semua kalangan terutama kalangan pelajar dan mahasiswa,” ujar Vacena, kemarin.

Adapun berbagai keunggulan yang dimiliki Mobile Legend yakni dibutuhkan kekuatan tim. satu team terdiri dari lima orang mulai dari taker, fighter, assasin, mage, support, serta maksman. Tetapi hal tersebut tidak menutup kemungkinan semua anggota bisa memilih tipe Assasin ataupun Fighter saja tetapi jaminannya adalah kekalahan.

“Kita memerlukan kerjasama tim, tidak bisa egois karena jaminannya adalah kekalahan,” ujar Alumni Mahasiswa Pasca Sarjana IAIN Bengkulu ini.

Total hero pada game ini mencapai kurang lebih 52 karakter dan hampir setiap bulan selalu melakukan update. Heronya biasanya diambil dari legenda lama. Vacena yang memang menggemari permainan game sejak era ‘gimbot’ hingga era game onlinepun tak ketinggalan mengikuti permainan ini. “Satu pertandingan memakan waktu rata-rata 10 sampai 15 menit. Tujuannya yaitu menghancurkan base lawan. Saya dari dulu memang menyukai game dan hingga banyak game ini juga tidak luput dari saya,” tutur Vacena.

Vacena mengungkapkan, pemain professional di game ini bahkan bisa menghabiskan uang hingga jutaan rupiah hanya untuk membeli skin dan hero atau tokoh karakter populer di game ini. Selain itu ada juga fitur chatting tempat dimana para anggota bisa saling bertukar pesan singkat secara live dan real time. “Banyak chat dan makian saat tim tidak kompak seperti berebut kill atau meninggalkan teman terjebak dengan perkelahian sendiri tetapi meski begitu game ini berhasil menjadi game yang merebut hati banyak orang termasuk saya,” tukas Vacena.

Pemain Mobile Legends lainnya, Sugeng Aditya (18) mengaku sering bermain Mobile Legends sejak dirilis pada akhir 2016 lalu. Kurang dari satu tahun saja game ini sudah bisa dibilang mampu merajai game mobile. “Game satu ini berhasil menjadi primadona mengingat genre-nya yang merupakan MOBA mobile dan sangat seru,” ujar Sugeng.

Genre seperti ini sebelumnya memang sudah ada, namun seolah Mobile Legends berhasil menarik banyak pemain. Bahkan pemain MOBA yang awalnya adalah pemain MOBA PC, ikut mencoba dan kemudian ketagihan untuk terus bermain Mobile Legends. Sama seperti game MOBA yang tenar di PC, Mobile Legends juga sama menerapakan bagaimana mereka menghadirkan game yang mengharuskan pemainnya untuk menghancurkan base musuh sambil mempertahankan base mereka sendiri.

“Dari anak kecil, sampai orang tua dapat bermain game ini, siapapun dapat bermain mengingat game ini merupakan game yang hadir di platform mobile. Sehingga pasarnya pun akan lebih luas,” jelas Mahasiswa Unib Jurusan MIPA ini.

Dengan gameplay yang sangat simpel dan mudah, tentunya game ini juga masih dapat dimainkan bahkan oleh seseorang yang tidak dibekali wawasan game MOBA sekalipun. Tidak seperti game MOBA lainnya, game ini memudahkan para pemainnya juga terutama saat membeli item. “Mereka bisa membeli item di manapun, berbeda dengan MOBA lain yang mengharuskan untuk membeli item di base,” lanjut sugeng.

Bahkan pihaknya juga telah menggelar turnamen Mobile Legends di Bengkulu yang akan diikuti sekitar 200 orang dimana pertandingannya akan dilaksanakan di Kampus 4 Universitas Bengkulu di Padang Harapan Bengkulu pada 28 Februari 2018. “Pertandingan ini akan diikuti 30 tim dimana dalam satu tim ada lima pemain plus satu pemain cadangan,” sambung Sugeng.

Pihaknya mengaku banyak yang masyarakat di Bengkulu bermain Mobile Legends bahkan mereka memiliki Fans Page Facebook Sendiri dengan nama Mobile Legends Bengkulu dengan total anggota mencapai 2.000 orang.

“Mulai dari pelajar hingga Mahasiswa sudah bermain game ini sebab game ini sudah mendunia dan mudah dimainkan serta dapat menjadi penghilang stress dari aktivitas sehari-hari,” tukas Sugeng.(999)