Debat Alot Soal Reses

BENGKULU, BE – Kolektif DPRD Kota Bengkulu berdebat alot mengenai pengelolaan dana reses. Perdebatan memakan waktu yang lama ketika membahas soal apakah reses harus dilakukan berkelompok atau secara sendiri-sendiri.

Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Bengkulu, M Awaludin, disela-sela reses kepada BE mengatakan, pada dasarnya reses memang bisa dilakukan secara berkelompok ataupun perorangan. Namun menurut dia, bila dilakukan secara berkelompok, maka aspirasi pembangunan hanya menyentuh para aparatur pemerintahan.

“Pada dasarnya reses ini kan ingin menyampaikan bentuk tanggung jawab dewan kepada konsituennya. Mau sendiri-sendiri atau berkelompok sebenarnya sama saja. Tapi kalau berkelompok, kita hanya mengundang camat, lurah, RT dan RW saja. Sementara kita berharap semua lapisan masyarakat bisa diserap aspirasinya. Makanya kami inginkan dilaksanakan secara sendiri-sendiri,” kata Awaludin.

Ia menjelaskan, asumsi penggunaan dana secara perorangan adalah sekira Rp 5 juta perorang. Artinya dalam sekali reses, 35 orang kolektif DPRD Kota Bengkulu membutuhkan anggaran sebesar Rp 175 juta. Sementara pada APBD Kota Bengkulu tahun anggaran 2015 telah ditetapkan anggaran reses sebesar Rp 700 juta.

“Perkiraan kami dengan dana Rp 5 juta sudah cukup untuk mengakomodir reses perorangan. Minimal peserta yang hadir sekitar 100 orang. Dengan dana yang sedemikian itu saya kira hasilnya sudah maksimal,” ujar Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Bengkulu ini.

Ia menuturkan, bilamana anggaran tersebut bersisa, maka kolektif DPRD Kota Bengkulu wajib mengembalikan dana tersebut. Dalam satu tahun, kolektif DPRD Kota Bengkulu bisa melaksanakan reses sebanyak tiga kali.

“Namun pada akhir periode jabatan, kita sudah tidak diperbolehkan lagi untuk mengadakan reses. Pada setiap reses seluruh dewan diwajibkan memiliki telaah dan analisis yang jelas sehingga setelah reses ada program nyata yang bisa dilaksanakan dewan,” ungkapnya.

Dalam paripurna internal mengenai reses yang dipimpin oleh Ketua DPRD Kota Bengkulu Erna Sari Dewi SE, sejumlah anggota DPRD Kota Bengkulu menilai bahwa manfaat reses selama ini kurang terasa. Pembahasan alot juga terasa ketika membahas tentang penggunaan Rp 700 juta dana reses.

Sejumlah anggota DPRD Kota Bengkulu mengusulkan agar sebagian anggaran tersebut digunakan untuk pembelian alat-alat yang dibutuhkan dalam reses seperti pengeras suara. Namun sebagian yang lain menilai bahwa anggaran tersebut cukup dialokasikan murni untuk kegiatan reses itu sendiri. (009)