DBD Belum Masuk KLB

CURUP, BE – Meskipun jumlah penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Rejang Lebong mencapai 157 orang, belum termasuk kategori Kasus Luar Biasa (KLB).  Hal ini disampaikan Kepala Bidang Pengendalian, Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P3PL) Dinas Kesehatan Rejang Lebong, Nunung Tri Mulyanti SKM MKes.
Menurut Nunung, untuk kasus DBD bisa masuk KLB bila telah memenuhi beberapa kriteria. Kriteria-kriteria sehingga bisa dikategorikan KLB antara lain jumlah rata-rata penderita baru meningkat dua kali dibandingkan dengan jumlah rata-rata bulan sebelumnya. Kemudian angka kematian penderita DBD menunjukkan kenaikan 50 persen dari waktu sebelumnya dalam kurun waktu yang sama.
“Untuk Rejang Lebong sendiri belum masuk kriteria tersebut, sehingga belum masuk KLB,” ungkap Nunung.
Dalam mengantisipasi terus meningkatnya pasien DBD di Rejang Lebong, Nunung berharap masyarakat bisa berperan aktif dalam memutus mata rantai penularan DBD ini.  Upaya pemutusan mata rantai penularan DBD ini yaitu dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat baik di dalam diri pribadi maupun lingkungan.
“Selain itu dilanjutkan dengan selalu melakukan kegiatan 3M Plus, diantaranya mengubur barang bekas, menguras tempat penampungan air,” jelas Nunung.
Untuk dari Dinas Kesehatan sendiri, menurut Nunung kegiatan pemutusan mata rantai yang akan mereka lakukan yaitu dengan melakukan kegiatan gebrak DBD. Kegiatan yang akan dilakukan pada tanggal 30 Oktober tersebut dilakukan di beberapa lokasi yang Puskesmasnya mengalami peningkatan jumlah pasien DBD selama tahun 2015 ini.
“Pada kegiatan gebrak DBD ini berbagai kegiatan akan kita lakukan salah satunya gotong royong bersama masyarakat untuk membersihkan lingkungan sehingga tidak menjadi sarang nyamuk untuk berkembang biak,” jelas Nunung.
Untuk diketahui saat ini jumlah masyarakat Rejang Lebong yang positif menderita DBD berdasarkan uji laboratorium kesehatan sebanyak 157 orang, sebagian besar berada diwilayah Kota Curup. Sementara itu untuk Puskesmas dengan jumlah pasien DBD terbesar ada di Puskesmas Curup dan Puskesmas Prumnas. Dimana pada kedua Puskesmas tersebut jumlah pasien DBD-nya sebanyak 43 orang.(251)