Media Bisa Mempersatukan Bangsa

 Ary, Silaturahmi Dandim (1) - CopyDari Silaturahmi Antara Dandim 0409/RL dengan Awak Media

Setelah sekitar 2 minggu bertugas di Rejang Lebong, Dandim 0409/Rejang Lebong Letkol Kav Hendra S Nuryahya SH, Jumat pagi menggelar silaturahmi dengan para awak media yang sering melakukan peliputan di tiga kabupaten yang berada di bawah pengamanan Kodim 0409/Rejang Lebong, yaitu Rejang Lebong, Lebong dan Kepahiang.
Dalam silaturahmi yang bertajuk Coffie Morning tersebut selain memperkenalkan diri, Dandim juga menjelaskan terkait fungsi dang peran media massa. Bagaimana kegiatan silaturahmi yang digagas Dandim tersebut? Berikut laporannya;

ARI APRIKO, Curup

JUMAT pagi puluhan awak media dari berbagai media mulai dari cetak, elektronik hingga media online mendatangi Makodim 0409/Rejang Lebong yang ada di Kota Curup. Kedatangan awak media tersebut bukan untuk meliput atau bahkan unjuk rasa ke Makodim Rejang Lebong, melainkan untuk menghadiri undangan Dandim 0409/Rejang Lebong yang baru yaitu Letkol Kav Hendra S Nuryahya SH.

Undangan yang disampaikan Dandim tersebut dalam rangka untuk bersilaturahmi dan memperkenalkan diri kepada insan pers yang melakukan peliputan di tiga kabupaten yang berada dibawah naungan Kodim 0409/Rejang Lebong yaitu Kabupaten Lebong, Kepahiang dan Rejang Lebong sendiri.

“Kegiatan ini adalah silaturahmi untuk memperkenalkan diri, karena saya baru disini atau laporan dengan kawan-kawan wartawan,” ungkap Dandim saat memulai sambutannya.

Dalam sambutannya tersebut, pria lulusan Akmil tahun 1997 tersebut berharap kedepannya ada sinergitas antara TNI dan para jurnalis untuk sama-sama membangun daerah masing-masing. Karena menurutnya peran media massa sangat mempengaruhi dalam pembangunan suatu daerah.

“Peran media ini sangat penting, karena persatuan bangsa ini ada di media, hal tersebut karena tulisan-tulisan yang mereka buat bisa membangun opini masyarakat untuk mempersatukan bangsa ini,” tegasnya.

Namun menurut Dandim, dalam menjalankan tugasnya wartawan harus selalu berpegang teguh pada kode etik jurnalistik yang ada. Ia juga menyampaikan kesanggupannya untuk membantu kerja jurnalistik. Dandim menyatakan kesiapannya menerima telpon 24 untuk menyampaikan informasi terutama terkait dengan keamanan.

Selain menjelaskan peran media massa, dalam kesempatan tersebut ia juga menjelaskan peran TNI saat ini. Karena menurut Dandim saat ini TNI juga memiliki peran baik untuk mengamankan, menyatukan hingga membangun suatu daerah. Tugas TNI sekarang bukan hanya sekedar perang saja.

“Saat ini tugas TNI sudah banyak, selain perang kita juga aktif dalam pembanguan seperti giatan TMMD, penghijauan, penanggulangan bencana, penaggulang buta aksara pelayanan kesehatan, ketahanan pangan, penyuluhan agama , jambanisasi, perang terhadap narkoba dan masih banyak lagi,” jelas Letkol Kav Hendra.

Bahkan menurutnya, saat ini pihaknya mendapatkan perintah langsung dari presiden mulai dari Panglima TNI hinga ke Babinsa untuk mendampingi kegiatan untuk memperkuat pangan melalui program swasembada pangan.

“Dengan pembinaan teritorial Indonesia berdiri sendiri dan kuat mengamankan dirinya sendiri dan kita harus siap dalam menghadapi ancaman. Tiga kabupaten kita harus aman,” ungkap Dandim sebelum mengakhiri sambutannya.
Sementara itu, Ketua PWI Rejang Lebong, Hasan Basri dalam sambutannya, sangat mengapresiasi apa yang dilakukan Dandim dengan menggelar silaturahmi dengan insan pers yang ada tersebut.

“Terimakasih pada Dandim dan jajaranya yang telah melakukan koordinasi dengan wartawan, dengan kerjasama yang bersinergi bisa membangun Tiga Kabupaten diwilayah teritorial Kodim 0409 Rejang Lebong,” jelas Hasan.

Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Wak Hasan tersebut menjelaskan dengan adanya kegiatan silaturahmi kemarin bisa saling mengenal antaran jajaran Kodim 0409/Rejang Lebong dengan insan pers yang ada di Rejang Lebong,

Lebong dan Kepahiang sehingga kedepannya kordinasi yang dilakukan akan lebih mudah. Karena menurut Hasan saat ini seperti tidak ada jarak antara TNI dengan Jurnalis, TNI dengan masyarakat, berbeda dengan jaman orde baru lalu, dimana untuk ketemu Dandim masyarakat dan insan pers takut. Saat itu, cerita hasan, saat melakukan wawancara dengan Dandim apa yang ditanyakan wartawan selalu dicatat ajudan. Berbeda dengan sekarang yang lebih bebas dan lebih dekat.

“Sekali lagi saya ucapkan terima kasih atas undangan yang diberikan kepada kami, kami juga mengucapkan selamat bertugas kepada pak Dandim,” ujar Hasan sebelum mengakhiri sambutannya. (**)