Dari Peringatan Hari Ginjal se-Dunia 2015, Waspadai Darah Tinggi dan Kencing Manis

DENDI - Gubernur Bengkulu H Junaidi Hamsyah saat menghadiri peringatan Hari Ginjal se Duni, kemarin (2)

BENGKULU, BE – Instalasi Hemodialisa (HD) RSUD M Yunus Bengkulu, pagi kemarin (5/4) memperingati Hari Ginjal se-Dunia dengan mengundang semua pasien dan keluarga pasien gagal ginjal yang berobat ke RSMY Bengkulu. Acara dilangsungkan di Wedika Hotel Bengkulu itu dihadiri oleh Gubernur Bengkulu H Junaidi Hamsyah, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi H Amin Kurnia SKM MM, Kadis PU Ir Andi Rosliansyah MT, Plt Dirut RSMY dr H Syafriadi MM dan jajarannya.
Dalam sambutannya, Syafriadi menyebutkan bahwa penyebab gagal ginjal berawal dari penyakit darah tinggi dan kencing manis (diabetes malitus). Kedua penyakit tersebut merupakan penyebab utama gagal ginjal, selain itu ada pula keturunan dan Sunatullah.
“Penyakit gagal ginjal ini sudah ketentuan Allah dan prilaku kita sendiri. Prilaku kita sendiri yang menyebabkan gagal ginjal ada 2, yakni darah tinggi dan kencing manis. Kalau kedua penyakit ini dijaga dengan baik, maka kita bisa mencegah terjadinya gagal ginjal,” kata Syafriadi.
Jika sudah terkena gagal ginjal, lanjutnya, akan berdampak besarnya biaya yang dikeluarkan untuk melakukan cuci darah. Karena untuk sekali cuci darah saja setidaknya menghabiskan uang jutaan rupiah perminggunya.
“Untuk pencegahan kencing manis dan darah tinggi adalah dengan minum yang cukup. Dan yang penting lagi adalah lebih baik mencegah daripada mengobati, karena untuk sekali cuci darah saja biaya Rp 700 ribu. Sedangkan normalnya paling tidak antara 2 hingga 3 kali seminggu,” terangnya.
Untuk saat ini, jumlah pasien cuci darah di RSMY Bengkulu mencapai 156 orang, sedangkan alat yang tersedia hanya 21 unit. Akibat kekurangan mesin pencuci darah tersebut membuat pasien hanya bisa melakukan pencucian darah 1-2 kali setiap munggunya.
“Idealnya kita harus memiliki 40 unit mesin pencuci darah, tapi untuk saat ini kita baru ada 21 unit sehingga pasien harus mengantre. Kita akan cari solusinya dengan mengambil 1 ruangan khusus agar alatnya bisa ditambah dan pelayanan lebih prima lagi,” papar Syafriadi.
Untuk itu, ia mengajak kepada keluarga pasien dan masyarakat Bengkulu yang masih sehat untuk melakukan pencegahan sejak dini. Karena sudah terkena gagal ginjal dengan membiasakan hidup sehat.
Sementara itu, Gubernur Bengkulu H Junaidi mengatakan bahwa banyaknya pasien gagal ginjal tersebut ujian bagi Pemerintah Provinsi Bengkulu. Karena Pemprov dituntut untuk mengatasi keluhan pasien, seperti kurangnya mesin pencuci darah dan pelayanan untuk pasien tersebut.
“Jangankan gagal ginjal, flu penyakit yang paling ringan saja orang tidak mau. Mungkin ini bentuk ujian yang diberikan kepada pasien dan kita semua. Ketika sehat kita kerap kali tidak sadar bahwa kesehatan itu sangat mahal,” tukasnya.(400)