Dapur Rumah Terbawa Longsor

Dapur milik Azhari warga Dusun II Desa Tabarenah yang terbawa longsor pada Rabu (11/1) malam.
Dapur milik Azhari warga Dusun II Desa Tabarenah yang terbawa longsor pada Rabu (11/1) malam.

CURUP, Bengkulu Ekspress – Ancaman bencana longsor yang sudah terjadi sejak 2 tahun terakhir di Dusun II Desa Tabarenah mulai merusak rumah warga. Seperti yang terjadi pada Rabu (10/1) malam, dapur salah satu rumah terbawa longsor.

Dapur rumah warga yang terbawa longsor tersebut diketahui milik Azhari. Longsor membawa dapur rumah milik Azhari terjadi pada Rabu malam sekitar pukul 19.00 WIB, dimana sebelumnya di kawasan tersebut sudah terjadi longsor. Namun hujan yang terjadi pada Rabu sore membuat longsor susulan dan merusak dapur milik korban.

“Kejadiannya jam 7 malam, saat kejadian dapur memang dalam keadaan kosong,” aku Azhari saat ditemui dilokasi Kamis (11/1) kemarin.

Diungkapkan Azhari, seluruh perlengkapan yang ada di dapur mereka sudah mereka pindahkan dalam beberapa hari terakhir. Karena memang pasca terjadinya longsor belum lama ini kondisi dapur rumah mereka sudah mengkhawatirkan, bahkan dinding dapur mereka sudah retak.

“Meskipun sudah nyaris roboh, namun Rabu sore kemarin masih kami gunakan untuk memasak,” tambah Azhari.

Selain merusak dapur Azhari, longsor tersebut juga telah merusak dapur milik Samsiah. Bahkan karena longsor sudah merobohkan sebagian dapur dan septic tank miliknya, sehingga kemarin warga terlihat gotong royong membangun kembali rumah dan wc sederhana milik Samsiah.

“Karena sudah mau roboh, maka terpaksa kami robohkan sendiri dan membangun dapur darurat,” ungkap Wal Asri anak dari Samsiah.

Menurut Wal, sebelum terjadi longsor sekitar 2 tahun lalu, jarak antara dapur rumah ibunya dengan sungai cukup jauh, yaitu sekitar 8 meter. Namun seiring dengan seiring dengan mulainya longsor karena kikisan aliran Sungai Mudu, tanah terus longsor dan saat ini sudah sampai ke dapur warga.

“Kami berharap agar perbaikan bisa segera dilakukan oleh pemerintah, karena kalau tak ada perbaikan seluruh rumah disini akan ikut longsor,” harap Wal Asri.

Menurut Wal, selain rumah sang ibu dan Azhari, ada 6 rumah warga lainnya yang terancam akan roboh bila masalah longsor tersebut tak segera diatasi.

Rumah-rumah warga yang terancam longsor tersebut antara lain milik, Nusirwan, Anton, Sainul, Eli, Sudeta dan Diana. Bahkan menurut Wal, akibat longsor yang terjadi tahun 2017, rumah milik Sudeta tidak ia tempati lagi karena rumahnya sudah benar-benar di bibir jurang dan sewaktu-waktu bisa roboh.

Di sisi lain, Edi orang tau dari Anton sangat mengkhawatirkan kondisi tanah di kawasan tersebut, terlebih lagi retakan tanah sudah sampai disamping rumah sang anak. Dengan kondisi tersebut, Edi mengaku anaknya bersama keluarganya tetap tinggal dirumah tersebut meskipun dalam ancaman bahaya, karena mereka tidak tahu akan pindah kemana.

“Kalau dibilang takut pasti takut, namun kalau mau pindah, kami pindah kemana, yang kami harapkan agar pemerintah bisa memperbaiki longsor ini,” harap Edi. (251)

 

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*