Dana Publikasi DCT Dikorupsi?

In Bengkulu Utara

ARGA MAKMUR, BE – Anggaran dana untuk publikasi DCT KPUD Bengkulu Utara diduga terjadi praktek korupsi. Pasalnya dana publikasi yang diplot sekitar Rp 75 juta itu dinilai tidak jelas peruntukkanya. Bahkan isunya penyelewengan dana itu sudah dilirik oleh pihak berwajib. Roges Mawansyah SE selaku divisi sosialisasi mengatakan untuk penggunaan anggaran tersebut dikelola oleh bagian sekretariat KPU. Anehnya  hingga saat ini untuk laporan pertanggungjawaban penggunaan anggaran APBN itu belum diketahui.” Kalau ada penyelewengan, silahkan pihak berwajib turun tangan untuk mengusut tuntas kasus ini,” kata Roges.
Pasalnya pengelolaan dana negara itu harus dipertanggung jawabkan dan tidak ada manipulasi. Terlebih seperti pengumuman untuk DCT, semestinya sekretariat KPU bisa mengakomodir dan membelanjakan dananya dengan tepat. “Anggaran itu khusus untuk pengumuman DCT, tidak ada peruntukan lain,” jelasnya.
Sementara itu, Sekretaris KPUD BU, Khaidir SH saat dikonfirmasi mengenai penggunaan dana DST itu terkesan menolak untuk membeberkan terlalu jauh penggunaan itu. Dia beralasan anggaran dana yang digunakan hanya Rp 29 juta dari anggaram Rp 75 juta. Sisa dana itu telah dikembalikan ke negara yang mencapai RP 46 juta. ” Selain itu anggaran DCT itu juga dipergunakan untuk pembuatan spanduk,” kata Khaidir. (117)

You may also read!

Asyik Nongkrong Saat Jam Belajar, Sekelompok Siswa Dibubarkan Satpol PP

  BENGKULU, bengkuluekspress.com –  Asyik  nongkrong saat jam belajar, sekelompok siswa sekolah di Kota Bengkulu  dibubarkan oleh petugas Satuan

Read More...

Izin HGU Terbengkalai Bakal Dicabut

ARGA MAKMUR, Bengkulu Ekspress – Pemerintah bakal mencabut seluruh izin hak guna usaha (HGU) yang dibiarkan terbengkalai atau tidak

Read More...

Tindak Tegas Perusahaan Ilegal, Dinas Penanaman Modal Segera Turunkan Tim

ARGA MAKMUR, Bengkulu Ekspress – Dinas Penanaman Modal (DPM) Bengkulu Utara (BU) mengakui cukup banyak perusahaan yang tidak kantongi

Read More...

Mobile Sliding Menu