Dana Haji Dipangkas Rp 1 Miliar

BENGKULU, BE – Dana penyelenggaan haji tahun 2015  diusulkan Biro Administrasi Kesra Setda Provinsi Bengkulu senilai Rp 8 miliar dipangkas oleh Komisi IV DPRD Provinsi Bengkulu hingga menjadi Rp 7 miliar. Pemangkasan senilai Rp 1 miliar ini dikarenakan besaran anggaran  diusulkan Pemprov  dinilai terlalu besar dan kurang efektif. “Kita sudah melakukan evaluasi dan hasilnya banyak anggaran dari item yang diusulkan Biro Kesra ini dinilai gemuk (berlebihan). Kita minta agar anggaran ini diterapkan seefisien mungkin, sebab masih banyak bidang lain yang lebih membutuhkan,” kata sekretaris Komisi IV, Sefti Yuslinah, SE SSos, ditemui BE, Selasa (30/12) .

Lebih lanjut dijelaskannya, menanggapi hal ini, komisi IV beserta Biro Kesra telah melakukan pembahasan agar anggaran ini bisa ditekan.  Pihaknya telah mengajukan dalam rapat paripurna untuk kembali melakukan pembahasan anggaran setelah Biro Kesra membuat anggaran perubahan. Diperkirakan pembahasan dana haji ini akan kembali digelar pada Januari 2015 mendatang. “Sebelumnya anggaran untuk haji, diusulkan Rp 8 miliar, namun kami hanya mampu okomodir 6 miliar saja. Kita telah melakukan evaluasi dan melihat daerah lain yang telah melaksanakan Perda Haji ini, seperti Gorontalo, NTB dan lampung. Selain itu kita juga berkoordinasi dengan Kemendagri secara langsung. Oleh sebab itu, kami minta kepada Biro Administrasi untuk melakukan evaluasi kembali, ” imbuhnya.

Ditambahkannya, dalam anggaran tersebut, pihaknya menilai penggemukan anggaran  diusulkan ini berada pada pembayaran honorarium kepanitiaan serta perjalanan dinas.  “Dan ini akan  terus dilakukan evaluasi berupa mengurani jumlah kepanitiaan namun tak akan menggaggu kegiatan yang dilaksanakan.  Pembayaran honorarium dan kepanitiaan yang terlalu banyak inilah yang akan kita pangkas,” tandasnya.

Selain itu, wanita asal Kabupaten Kaur ini menjelaskan, dalam usulan yang diajukan Pemprov 2015 ini, dana sebesar Rp 7 miliar tersebut akan digunakan haji dan umroh, dimana Rp 6 miliar untuk haji serta Rp 1 miliar untuk bantuan umroh bagi warga Provinsi Bengkulu yang tak mampu berangkat namun mereka mempunyai prestasi dibidang keagamaan, seperti guru ngaji, imam masjid maupun bidang keumatan lainnya.

Meski begitu, semuanya haruslah orang-orang yang telah terdata dan memang sudah memenuhuhi persyaratan untuk diberangkatkan. “Dari Rp 7 miliar ini, Rp 1 miliar diperuntukan kepada 40 orang dari Kabupaten/Kota di Provinsi Bengkulu untuk berangkat umroh, tahun 2015. Insya Allah ini akan terealisasi, selagi Biro Kesra bisa bisa memberikan nama orang-orang yang tepat, secara ekonomi tak mungkin bisa berangkat namun mereka punya prestasi di bidang keumatan,” katanya.(135)