Dana Bantuan Irigasi Terancam Tidak Cair

BENGKULU, BE – Minimnya jumlah lahan persawahan di Kota Bengkulu, mengancam kucuran anggaran yang diberikan Kementerian Pertanian RI kepada petani Kota Bengkulu, tidak bisa dicairkan. Kepala Dinas Pertanian, Peternakan, Perkebunan dan Kehutanan (DP3K) Kota Bengkulu, Ir Matriyani Amran, mengatakan, bantuan irigasi ke kelompok tani Kota Bengkulu terancam tidak terealisasi. Pasalnya sebagian besar kelompok tani di kota Bengkulu tidak memiliki lahan minimal seluas 15 hektar/kelompok sebagai syarat utama pencairan anggaran.
“Kelompok tani yang tidak memiliki lahan seluas 15 hektar kemungkinan akan terdelet, ” katanya.
Kota Bengkulu mendapatkan alokasi bantuan kucuran bantuan irigasi dari pusat seluas 1000 hektar, dimana perhektar mendapat bantuan senilai Rp 1.100.000. Sementara di kota Bengkulu, sebagian besar kelompok taninya tidak memiliki lahan seluas itu. ” Keluhan itulah yang disampaikan kelompok tani saat ini,” katanya.
Kendala lainya adalah, bantuan sebesar tersebut dinilai terlalu sedikit karena saluran irigasi yang dimiliki petani berada menjorok ditengah sawah, dan dana sebesar itu hanya cukup untuk membangun beberapa meter saja.
” Kementerian itu mengharapkan dana yang diberikan sebagai stimulan, terlebih lahan persawahan itu milik petani, sehingga masyarakat bisa menambah dana operasional itu untuk bisa menyambungkan irigasi itu, ” cetusnya.
DP3K saat ini tengah melakukan pendataan terhadap kelompok tani yang tidak memiliki lahan seluas 15 hektar itu, pihaknya masih melakukan verifikasi dulu, dan jika tidak terpenuhi persyaratan dan tidak ada solusi, maka bantuan pembangunan irigasi bagi petani kota Bengkulu akan dikembalikan ke pusat. (247)