D4F Bangkrut? Muncul KIS

dream_for_freedom_logo

BENGKULU, BE – Bisnis investasi cepat kaya bernama Dream For Freedom (D4F) mulai anti klimaks. Sejumlah anggota mengaku belum menerima bonus. Akun D4F sendiri lebih sering melakukan perbaikan.

Tentu masih ingat, model bisnis saling membantu bernama D4F ini tak jauh beda dengan MMM, menjanjikan anggota dengan bonus 30 % per bulan. Pada akhirnya diduga bangkrut dan merugikan sejumlah anggotanya.

Sinyal kebangkrutan D4F mulai meresahkan anggotanya. Mereka ramai mengeluh tak dapat mengakses akunnya. Beberapa diantaranya tidak bisa login sejak seminggu lalu. Bisnis ini juga sudah menurunkan nilai index alias bonus penarikan bagi anggota. Salah seorang anggota D4F mengaku cuma menerima 2,4 juta dari index 0,3. Padahal seharusnya menerima total 8 juta.
Beberapa member atas D4F berkilah bahwa index 0,3 berkurang karena adanya penumpukan Get Freedom saat liburan. Hal ini membuat anggota kecewa. Investasi D4F ramai digandrungi mahasiswa, pegawai, polisi, hingga wiraswasta.

Bisnis ini didirikan Derrick AP dan Fili Mutaqqien. Nilai bonus dan keuntungan yang menggiurkan menghipnotis masyarakat bergabung di D4F. Apalagi dalam tempo tiga bulan, investor sudah bisa balik modal.

Salah satu Manajer D4F Bengkulu, Arif mengatakan, bahwa perubahan bonus tersebut dilihat dari jumlah index anggota secara global. Ketika index anggota mengalami kenaikan, maka bonus aktif bisa sampai 1 persen perhari. Namun bila index mengalami penurunan, maka bonus pasif tersebut hanya didapatkan sekitar 0,3 hingga 0,8 persen.

“Memang sistem bonus DAF saat ini berbeda dengan yang lama. Kalau yang baru ini, dapat bonusnya tergantung index anggotanya. Semakin sedikit anggota, maka akan semakin sedikit bonus yang didapatkan,” ujar Arif, kepada BE, kemarin.

Begitu juga dengan modal investasi, dimana modal investasi tersebut akan semakin lama kembali. Berbeda dengan sistem lama, modal investasi sendiri akan kembali cuma dengan waktu sekitar 3 bulan.

“Modal yang kita investasikan, tidak bisa lagi 3 bulan didapatkan. Karena sama dengan bonus, melihat indexnya. Bisa saja, 1 tahun baru kembali modal investasinya. Namun bisa juga kembali kurang dari 1 bulan,” ungkapnya.

Sistem baru yang ditawarkan oleh DAF ini semakin membuat masyarakat di Bengkulu, ketar-ketir akan perubahannya. Karena dengan sistem baru ini, kemungkinan kolaps atau mati akan semakin tinggi. Hal itu, dilihat dari jumlah anggota DAF sendiri sudah semakin berkurang. Akibatnya, anggota baru akan menjadi korban. Sedangkan anggota lama, risiko rugi juga semakin berkurang.

“Kemungkinan kolaps pasti ada. Tapi kolaps atau tidaknya ya tergantung dari anggotanya sendiri. Kalau semakin banyak mencari anggotanya, ya semakin bisa dipertahankan,” tegas Arif yang telah memiliki ratusan anggota dibawah sistem DAF-nya.

Dalam sistem baru DAF, tidak hanya menawarkan bonus pasif. Namun juga menawarkan bonus aktif. Dimana bonus aktif sendiri didapatkan dari jumlah investasi yang masuk, sebesar 10 persen. Yang mana jumlah pendaftaran investasi terbagi menjadi 3 kategori, yaitu investasi Rp 1 juta, Rp 5 juta dan Rp 10 juta. “Bonus aktif juga tergantung index pertumbuhan jaringan secara nasional.intinya, kalau anggotanya kerja maka akan dapat hasil. Tapi kalau tidak kerja, ya modalnya sulit untuk didapat.

Saat ini, laman facebook pendiri Dream For Freedom (D4F) Fili Muttaqien banjir keluhan para peserta jaringan D4F. Peserta mengeluhkan perubahan sistem dari sebelumnya keuntungan pasif 1 persen perharinya diganti dengan 0,3 sampai 0,8 persen, karena dianggap sangat merugikan para peserta baru. Terlebih para peserta saat ini diharuskan aktif mencari rekrutan baru agar mendapatkan bonus besar. Banyak penggunakan FB meminta Fili Muttagien agar mengembalikan sistem lama, terlebih bonus aktif 10 persen dari jumlah invetasi masuk atau rekrut, kemudian bonus 10 persen dari kaki kecil, dibayarkan setelah 15 hari serta maching bonus (syarat manager) sebesar 10% dari setiap generasi pertama.

Keluhan membanjiri lama FB Fili Muttaqien sejak awal tahun lalu, selamat tahun baru imlek dengan memposting gambar bertuliskan Gong XI Fa Cai. Postingan tersebut langsung dibanjiri komentar para member D4F, ada juga yang berkomentar positif meskipun sedikit.

Setidaknya ada 186 komentar dan 98 kali dibagikan oleh pengguna FB. Salah satu komen pedas kepada bos NESIA itu ditulis oleh akun FB Putri Siska Larasati “PILIIII TOBAT PILIIIII JANGAN NIPU TOK”

Serta Aris Gunawan, “Bos ini bisnis online kenapa tiap tanggal merah Nesia ikut libur dah gitu liburnya pake lama lagi, br 1x putaran libur 1xptran libur lg, dah gitu sudah ga bisa 1% lg, mmber baru pada nangis kalo mmber lama nyante aja karena dah untung duluan,”.

Akun pria kelahiran Palembang 15 april 1982 tak terlihat memberikan tanggapan terhadap keluhan-keluhan para peserta baru D4F tersebut.
Pemilik akun sendiri tak memberikan penjelasan atau jawaban dari pertanyaan-pertanyaan para peserta D4F melalui FB. Sehingga para anggotanya mengatakan pemilik akun tersebut tengah asyik jalan-jalan menggunakan kendaraan Ferari miliknya. Sehingga tidak ada waktu untuk meladani berbagai keluhan anggota jaringanya melalui akun FB.

Muncul KIS
Sementara D4F mulai ”sakaratul maut”, sekarang muncul Komunitas Indonesia Sejahtera (KIS). Kelompok ini menawarkan investasi dengan keuntungan 1 persen setiap harinya, KIS memiliki pola sama dengan D4F yaitu membentuk sistem jaringan untuk perekrutan anggota.

Komunitas yang dinaungi PT Indonesia Persada memiliki tiga paket investasi, Silver, Gold dan Platinum.

Untuk nilai investasi masing-masing Rp 1 juta hingga Rp 10 juta. Dalam proses rekrutmen, mereka menyebut anggota dengan istilah partisipan, dimana anggota baru tersebut dijanjikan keuntungan setiap hari meski tak mengajak orang baru. Sebab KIS menjanjikan komisi pasif terhadap partisipan yang baru saja membeli paket, sehingga tak bergerak pun partisipan KIS tetap mendapatkan keuntungan penuh.

Di dalam sistem kerja KIS tak mengenal indeks prestasi untuk partisipan atau fonder yang bergerak aktif merekrut anggota. Karena keuntungan yang dijanjikan bagi partisipan tetap penuh, sekalipun tak melakukan perekrutan jaringan. Keuntungan akan semakin tinggi bagi fonder yang aktif merekrut partisipan baru, karena anggota baru dapat diletakan sebagai kaki dari perekrutnya.

Maka dari nilai joint paket partisipan baru, fonder (Perekrut) akan mendapatkan komisi 10 persen.
KIS lahir dari tangan Irawan Afriansyah sebagai admin PT Indonesia Perdasa, ia mendeklarasi begerakanya KIS ke tengah masyarakat akhir November 2015 lalu. Sistem yang ditawarkan KIS seperti arisan dengan sekala besar, nantinya anggota baru dalam joint paket (beli paket) akan menstransferkan uang kepada sesama anggota yang sudah masuk disistem.

Kemudian partisipan baru mesti menunggu 15 hari untuk mendapatkan komisi 15 peserta dari joint paket yang dipilih. Keuntungan tersebut akan terus didapat selama tiga bulan, dengan total keuntungan 90 persen dari modal, seperti bila partisipan joint paket Gold dengan nominal Rp 5 juta.
Maka dalam 15 hari kemudian partisipan sudah mendapatkan keuntungan Rp 750 ribu, jadi untuk tiga bulan investasi keuntungan yang akan didapat sebesar Rp 2.250.000 tanpa harus mencari anggota baru.

Fonder utama KIS Provinsi Bengkulu, Saprianto Pane Tajir ketika dikonfirmasi menjelaskan bahwa KIS bukan bank atau program MLM. Karena KIS tidak memiliki produk untuk dijual keanggotanya, KIS merupakan sebuah komunitas arisan yang diatur sistem yang dikendalikan PT Indonesia Perdasa.

“Kita ini dikenal kalau ingin dibantu orang, maka kita terlebih dahulu harus membantu orang lain. Caranya seperti apa dengan joint paket, nanti joint paket kita akan membantu orang lain mendapatkan komisi, sehingga ke depannya kita juga akan mendapatkan keuntungan serupa,” terang Pane.
Menurutnya KIS sebuah komunitas di mana orang saling membantu. Semua dana ditransfer ke peserta lain adalah bantuan yang anda diberikan karena niat baik anda sendiri untuk satu sama lain, benar-benar gratis. Jika anda benar-benar yakin dan tentu dalam tindakan anda dan membuat pikiran anda untuk berpartisipasi, kami dengan hormat meminta anda untuk mempelajari denganseksama semua peringatan dan instruksi pertama.

Dalam kasus masalah apapun mengenai topik konsultan online kami siap membantu dan menjawab semua pertanyaan anda. “KIS untuk nasional launcingnya akhir November tahun lalu, sedangkan untuk Bengkulu 31 Januari. Bengkulu merupakan tempat terakhir, kalah dari Palembang, Jambi, Medan dan lainnya,” tutur Pane.

Sebelum muncul D4F dan KIS, MMM telebih dahulu menjadi bisnis online paling heboh. Bisnis online diciptakan Sergey Mavrodi bertahan sekitar 1 tahun lebih. Kemudian kolaps, menyebabkan banyak korban. MMM ini memberikan janji profit 30 persen per bulan. Meski, MMM atau MMM Indonesia telah colaps, MMM kembali eksis dengan MMM Global, system berbeda. Jika sebelumnya pembayarannya menggunakan uang rupiah ditransfer melalui bank, saat ini menggunakan alat pembayaran bitcoin. Janji bonus diberikan mulai 30 persen per bulan hingga 100 persen per bulan.

Pinjam Koperasi Sekolah
Salah seorang partisipan KIS Bengkulu, Mey (33) warga Kota Bengkulu mengaku meminjam uang koperasi sekolah tempatnya mengajar untuk join paket. Karena tergiur dengan keuntungan serta prospek karier dimanajemen KIS.

“Ya ini kan masih baru, maka kesempatan untuk menjadi manager masih bisa. Sebab mesti tak merekrut anggota baru, nanti akan tetap mendapatkan jaringan. Sebab di KIS setiap orang hanya dibatasi dua kaki, tidak seperti D4F yang bisa tiga kaki,” ujar Mey.

PNS Kabupaten Seluma tersebut menuturkan baru 7 hari bergabung dengan KIS melalui jaringan Saprianto Pane Tajir. Ia menyakini akan mendapatkan keuntungan sesuai dengan yang dijanjikan, sehingga menginvestasikan uang sebesar Rp 5 juta yang dipinjamnya dari koperasi sekolah tempatnya mengajar.

“Enaknya di KIS bayarnya tidak sekaligus, kemarin itu saya pertama bayar Rp 1 juta baru kemudian melunasi sisanya Rp 4 juta,” katanya.

Pun demikian perempuan anak satu yang tinggal di kawasan simpang 4 pantai ini mengaku tak tahu dananya Rp 5 juta tersebut ditransferkan kepada siapa. “Saya lupa namanya, mungkin itu rekening perusahaan. Sebab saya transfernya dibantui,” ujarnya.

Alami Titik Jenuh
Pengamat Ekonomi Universitas Bengkulu (UNIB), Prof Dr Kamaludin MM, menegaskan, bahwa produk yang berbasis money game seperti DAF sendiri, akan memiliki titik jenuh. Dimana pada tingkat titik jenuh, maka yang akan menjadi korban adalah anggota yang baru menanamkan investasinya. “Yang jadi korban pasti anggota barunya. Karena anggota lama sudah menikmati untung. Itulah mengapa money game ini memiliki titik jenuh yang berakibat macet pada perputaran uangnya,” tegas Kamaludin.

Sistem money game memang sudah dilarang di bagian negara lain. Karena sistem ini, banyak merugikan masyarakat. Yang lebih diperparah lagi, orang-orang yang masuk tersebut banyak tidak memahami akan sistem yang diberikan oleh perusahaan tersebut.

“Orang bisa masuk ini, karena dijanji-janjikan akan mendapatkan bonus besar. Kalau tidak pakai cari itu, maka tidak akan ada yang tertarik,” paparnya.

Dengan banyaknya invetasi yang hanya mengiming-imingkan untuk mendapatkan penghasilan besar dengan cara tidak kerja ini. Kamaludin menegaskan bahwa semua harus perperan dalam mengatasi permasalahan tersebut. Agar permasalahan tersebut tidak terus-terusan menjadi penyesalan dimata masyarakat.

“Yang merasa dirugikan, mau lapor ke polisi atau OJK tidak mungkin. Karena dengan melapor, maka uangnya tidak akan kembali. Oleh karena itu, korban tersebut terus mencari anggota. Agar bisa menutupi kerugiannya. Dan hal itu, terus berputar-putar begitu. Akhirnya, anggota yang baru akan semakin dirugikan. Maka itu, kita menegaskan untuk tidak ikut terjerumus dalam iming-iming besar itu,” tandas Kamaludin. (320/151)