Cuma Diikuti Investor Lokal, Dewan Minta Batalkan Lelang Mess Pemda

mess_pemda_bengkuluBENGKULU, BE – Meski lelang pemanfaatan Mess Pemda Provinsi Bengkulu sudah ditutup pada 28 September lalu dan tanggal 6 Oktober besok jadwal penyampaian dokumen penawaran dari investor yang sudah mendaftar, namun Komisi III DPRD Provinsi Bengkulu meminta panitia lelang untuk mempertimbangkan kembali  kelanjutan lelang tersebut.

Hal itu dinilai penting, karena investor yang sudah mendaftar sebanyaknya 8 investor tersebut semuanya merupakan investor lokal yang ada di Provinsi Bengkulu. Sedangkan keinginan DPRD baik Pemerintah Provinsi Bengkulu sebelumnya adalah investor nasional, karena Mess Pemda tersebut nilai bisa memberikan kontribusi kepada Pemerintah Provinsi Bengkulu jika dikelola oleh investor nasional.

“Informasi yang saya terima, pengumuman lelang Mess Pemda itu dilakukan di salah satu media cetak nasional. Itu artinya kita membutuhkan investor yang berskala nasional, bukan investor lokal, karena kalau investor lokal kita sudah melihat kemampuan dia dalam mengembangkan usahanya selama ini,” kata Anggota Komisi III, H Edi Sunandar, kemarin.

Menurutnya, Pemerintah Provinsi Bengkulu melalui panitia lelang harus bijak dalam melihat keadaan tersebut, karena tujuan akhirnya bukan hanya Mess Pemda itu berhasil diserahkan kepada pihak kedua melalui proses lelang, tapi bagaimana aset itu bisa mendatangkan PAD bagi Provinsi Bengkulu.

“Kalau sekadar lelang, itu perkara mudah. Tapi yang perlu dikaji mendalam  adalah apakah 8 investor yang sudah mendaftar sekarang bisa mengelola Mess Pemda itu dengan baik dan bisa memberikan PAD kepada kita. Kalau potensi tidak mampunya sudah kelihatan, lebih baik dilakukan lelang ulang, karena kita tidak mau Mess Pemda itu nanti beroperasi tapi tidak menghasil apa-apa,” paparnya.

Selain meminta panitia lelang mengkaji ulang proses lelang yang sudah dimulai ini, Politisi Nasdem ini juga menyarankan agar panitia memperpanjang waktu lelang. Sebab, beberapa waktu lalu sejumlah investor perhotel nasional berminat mengelola aset itu, misalnya Aston Hotel, Syahid Hotel, Borobudur Hotel dan beberapa perhotel besar lainnya.

“Dikhawatirkan informasi mengenai lelang itu tidak sampai ke investor nasional, sehingga tidak ada yang ikut mendaftar,” imbuhnya.
Sebelumnya, Ketua Panitia Lelang, Kusnadi SIP mengatakan, pihaknya memang berharap ada investor perhotelan nasional yang ikut mendaftar. Namun setelah pendaftaran dibuka sejak 16 hingga 28 September tidak ada yang mendaftar. Karena itu, pihaknya pun tidak bisa beruat banyak, kecuali melanjutkan tahapan lelang.

“Pendaftaran sudah kita buka tapi mereka tidak mendaftar, yang mendaftar hanya perusahaan lokal semua. Kami panitia ini sifatnya menunggu instruksi dari atasan, kalau tidak ada instruksi, maka prosesnya dilanjutnya,” kata Kusnadi.

Menurutnya, dalam ketentuan lelang itu disebutkan, bahwa lelang baru bisa dibatalkan jika pesertanya kurang dari 3 orang atau 3 perusahaan. Sepanjang memenuhi syarat, maka tidak ada alasan untuk membatalkannya.

“Nanti kita lihat dari 8 pendaftar itu berapa yang memasukkan dokumen penawarannya, kalau kurang dari 3, maka secara otomatis dibatalkan,” pungkasnya.(400)

8 Investor/Perusahaan Lokal yang Mendaftar Sebagai Pengelola Mess Pemda

Nomor    Nama Perusahaan
1.     PT. Sekotong Multi Sarana
2.    PT. Sekotong Graha Mandiri
3.     CV. Wedika Jasa Pratama
4.    PT. Sekotong Konstruksi
5.     PT. 39 Selaras
6.     PT. Madelin Biru Indonesia
7.     PT. Pesona Biru Wisata
8.     PT. Nala Wisata Abadi