Contoh Keuangan dan Pariwisata Bukit Tinggi

Lebong
KUNJUNGAN : Bupati Lebong Rosjonsyah MSi bersama kepala OPD jajaran mengunjungi Pemerintah Kota Bukit Tinggi untuk belajar dalam hal pengelolaan pariwisata dan keuangan, pada Senin (24/4/2017).

BUKIT TINGGI,Bengkulu Ekspress – Bupati Lebong H Rosjonysah SIP MSi melaksanakan kunjungan kerja (kunker) ke Kota Bukit Tinggi, Sumatera Barat Selasa, (25/4/2017). Dengan membawa seluruh perwakilan OPD di lingkup Pemkab Lebong. Bupati meminta agar jajarannya dapat belajar dari Kota Bukit Tinggi, khususnya dalam sektor pengelolaan pariwisata dan keuangan, serta aset daerah.

Bupati Rosjonsyah mengatakan, Kabupaten Lebong memiliki geografis yang hampir sama dengan Kota Bukit Tinggi. Yaitu sebagian besar wilayahnya berbukit-bukit. Dengan potensi wisata Kabupaten Lebong yang cukup banyak dan potensial, Bupati ingin belajar dari Kota Bukit Tinggi yang dinilai telah berhasil mengembangkan wisatanya.

“Kita memiliki Telaga Tujuh Warna yang kita kembangkan sebagai salah satu objek wisata unggulan Kabupaten Lebong,” ujar bupati dalam sambutannya di aula Sekertariat Pemkot Bukit Tinggi dihadapan unsur FKPD Kota Bukit Tinggi kemarin (25/4/2017).

Selain itu, lanjut bupati, Pemkab Lebong juga belajar dari Pemkot Bukit Tinggi yang berhasil mendapatkan Predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dalam pengelolaan keuangan dan aset dari BPK RI.

“Secara berturut-turut terus mendapatkan WTP. Artinya pengelolaan keuangan dan aset sudah dilakukan dengan baik. Kita ingin predikat WTP yang berhasil kita peroleh pada tahun 2013 dan 2014 kembali dapat diperoleh,” tambah Rosjonsyah.

Wali Kota Bukit Tinggi H Ramlan Nurmatias SH mengungkapkan, sesama unsur pemerintah harus saling berbagi pengalaman dan saling tukar pikiran untuk memajukan daerahnya. Dengan hal tersebut, antara kedua pemerintah dapat saling belajar bagaimana mengelola pemerintahannya.

“Saya yakin Kabupaten Lebong dapat melakukan pengelolaan pariwisatanya dengan baik. Tinggal lagi bagaimana upaya Pemkab Lebong membuka akses jalan tembus ke daerah atau provinsi lainnya. Karena saya lihat, selama itu berada di jalur perlintasan semakin cepat kemajuan daerahnya,” jelasnya. (777)