Cetak Sawah Diusut Polisi, Anggota Poktan Kabur

SELUMA TIMUR, BE– Mencuatnya dugaan korupsi dalam proyek cetak sawah baru tahun 2014 diusut oleh Unit Tipikor Polres Seluma, membuat sejumlah anggota kelompok tani (poktan) di Desa Talang Prapat Seluma Barat, yang menerima dana untuk proyek itu, kabur alias melarikan diri.
Kapolres Seluma, AKBP Joko Sadono SIK SH MH mengungkapkan, akibat kaburnya sejumlah saksi itu, anggotanya yang melakukan pengumpulan bahan dan keterangan (pulbaket) agak kesulitan mendapatkan data yang diharapkan.
Namun demikian, kata Kapolres, hal itu tidak membuat penyidik berhenti melakukan pengusutan terhadap dugaan korupsis ini. Bahkan hal itu malah akan membuat penyidik semakin gencar melakukan pengumpulan sejumlah barang bukti dan dokumen dari pekerjaan itu sendiri. “Kita akan usut sampai menemukan bukti yang cukup untuk ditingkatkan kasusnya,” ujar Kapolres.
Dijelaskan Kapolres, proyek ini anggarannya dari APBN yang diserahkan ke Dinas Pertanian Provinsi Bengkulu bekerjasama Dinas Pertanian Peternakan dan Perkebunan Kabupaten Seluma untuk dikucurkan ke kelompok tani yang direkomendasi.
Setelah proyek berjalan, maka pengawas pekerjaannya langsung dari PNS dari Distanakbun Seluma. “Hampir seluruh pengawas pekerjaannya merupakan PNS dari Distannakbun Kabupaten Seluma. Pihak pusat hanya menyalurkan semata,” ujar Kapolres.
Untuk diketahu, dugaan korupsi ini diketahui setelah tim penyidik menemukan sejumlah dugaan kecurangan yang dilakukan oleh kelompok tani selaku penerima dana dengan anggaran Rp 1 M itu.
Dari informasi di lapangan pekerjaan ini dilakukan perluasan sawah dari perkebunan warga menjadi sawah. Namun saat ini justru di kawasan 100 hektar sersebut dijadikan tanaman kedelai. Sehingga hal ini sudah jelas menyalahi aturan yang seharusnya dilakukan.(333)