Cegah Pegawai Lapas Terlibat Narkoba, Kanwil Kemenkumham Gandeng Polres dan Kodim

Bengkulu
APEL: Kepala Kanwil Kemenkumham Bengkulu Liberti Sitinjak memeriksa barisan peserta apel siaga jajaran pemasyarakatan yang digelar di Lapas Kelas II A Bengkulu, Jumat (31/3/2017).

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Sejumlah petugas Lapas dan Rutan  di Provinsi Bengkulu yang positif menggunakan narkoba dari tes urine yang dilakukan BNN Provinsi Bengkulu baru-baru ini, menjadi pukulan telak bagi Kapal Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Provinsi Bengkulu.

Menindaklanjuti hal itu, Kakanwil langsung mengevaluasi terhadap jajarannya dengan menggandeng berbagai pihak untuk melakukan evaluasi terkait penyalahgunaan narkoba tersebut.

Untuk itu Kanwil Kemenkumham melakukan apel siaga melibatkan Polres Bengkulu dan Kodim 0407/Bengkulu guna menyatukan visi dan misi terkait pencegahan penyalahgunaan narkoba, kemarin (31/3/2017).

“Kita tidak akan menutup diri terkait penyalahgunaan narkoba yang dilakukan beberapa petugas Lapas dan Rutan di Bengkulu. Menyikapi hal itu, kita melakukan apel siaga ini dengan Polres dan Kodim untuk menyatukan visi dan misi mencegah penyalahgunaan narkoba,” tegas Kepala Kanwil Kemenkumham Bengkulu, Drs Liberti Sitinjak MM MSi usai memimpin apel siaga di Lapas Kelas IIA Bengkulu, Jum’at (31/3/2017) pagi.

Ia menjelaskan, apel siaga ini sebagai langkah awal MoU mencegah peredaran narkoba berikut penyalahgunaannya. Sebelum MoU digagas, pihaknya sudah terlebih dulu berkoodinasi dengan Polda Bengkulu serta BNN Provinsi Bengkulu.

Kemudian disepakati dibentuk satuan kerja yang melibatkan Polres dan Kodim. Satuan kerja ini tugasnya akan sangat signifikan mencegah penyalahgunaan narkoba. Jika nantinya memang dibutuhkan atau diperlukan, saat petugas Lapas melakukan tugas di dalam Lapas akan terlebih dulu digeledah oleh satuan kerja yang melibatkan Polres dan Kodim tersebut.

“Jika memang dibutuhkan, seluruh petugas lapas yang akan masuk ke dalam Lapas nanti digeledah. Target kami semuanya bersih dari narkoba tahun ini,” terang Liberti.

Upaya pencegahan ini dilakukan karena mereka tidak ingin satu petugas Lapas yang terkena narkoba berdampak buruk bagi yang lain.

Kakanwil menegaskan, tidak ada kompromi bagi bagi petugas yang terlibat narkoba. Jika nanti masih ada petugas Lapas atau Rutan terlibat narkoba,  ia bakal menarik ke Kanwil untuk dilakukan pembinaan.

“Petugas Lapas atau Rutan yang terindikasi narkoba bakal saya tarik ke Kanwil. Saya sendiri atau mungkin Pak Menteri sama sekali tidak kompromi dengan yang namanya narkoba,” pungkasnya.

Sementara itu, Kapolres Bengkulu, AKBP Ardian Indra Nurinta SIK menyambut baik kerja sama dengan Kanwil Kemenkumham terkait pencegahan narkoba tersebut. Khsusus untuk Lapas Kelas IIA Bengkulu yang termasuk wilayah hukum Polres Bengkulu, ia mengaku memang sudah lama terjalin komunikasi serta koordinasi. Semakin baik kerja sama itu setelah ditindak lanjuti dengan adanya MoU dengan Kanwil Kemenkumham.

“Kita kan terus berkoodinasi dan komunikasi dengan Lapas, tidak hanya masalah penyalahgunaan narkoba. Semoga dengan adanya MoU ini kominikasi kita semakin baik untuk mencegah narkoba bersama-sama,” tegas Kapolres.

Apel siaga dengan tema ‘Kami Kerja Pasti Bersih Melayani, Membangun Integritas Melalui Revolusi Mental’ ini diikuti sejumlah petugas Lapas yang ada di Provinsi Bengkulu. Apel siaga dimulai sekitar pukul 07.00 WIB di halaman Lapas Kelas IIA Bengkulu, di Bentiring.(167)