Camat dan Bendahara Diperiksa Jaksa

KEPAHIANG, BE – Tim penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Kepahiang Senin (20/4) mulai melakukan penyelidikan (Lid) dugaan pemotongan Alokasi Dana Desa (ADD) dan penyimpangan anggaran kegiatan pemeliharaan kantor camat. Menariknya, dalam dugaan itu ternyata yang diperiksa tim penyidik, yakni Camat Tebat Karai Lis Susanto bersama bendaharanya, Burhandi SIP.
Kajari Kepahiang H Wargo SH melalui Kasi Pidsus Dodi Junaidi SH mengatakan, terkait dugaan itu baru 2 saksi yang diperiksa, emeriksaan masih dalam tahap Lid.
“Pertama kali diperiksa yakni bendahara Kecamatan Tebat Karai, Burhandi. Pemeriksaan dimulai pukul 14.15 hingga 15.30 WIB. Dalam pemeriksaan tadi (kemarin, red) Burhandi diberikan sekitar 18 pertanyaan,” ungkap Dodi.
Kemudian, lanjut Dodi, barulah saksi Lis Susanto yang diperiksa. Pemeriksaannya dimulai sekitar pukul 14.30 WIB tadi, hanya saja hingga sekarang Camat Tebat Karai ini masih menjalani pemeriksaan.
“Sebenarnya surat panggilan untuk kedua saksi itu pukul 13.00 WIB. Tapi keduanya baru tiba disini sekitar pukul 14.00 WIB, makanya pemeriksaan yang dilakukan tidak sesuai dengan agenda pada surat panggilan,” bebernya.
Menurut Dodi, penyelidikan dugaan ini dilakukan setelah pihaknya mendapatkan laporan dari masyarakat adanya praktek pemotongan oleh Camat pada pencairan ADD tahap pertama tahun 2014 lalu.
“Ada sekitar 10 desa yang ADD-nya dipotong senilai Rp 6 juta, dalih pemotongan dengan alasan untuk biaya administrasi. Tidak itu saja, sebelum pencairan ADD tahap kedua pada tahun anggaran yang sama diminta lagi Rp 3 juta, dengan alasan agar ADD tahap kedua itu bisa secepatnya cair,” terang Dodi.
Ia menambahkan, sesuai laporan itu juga, Camat diduga telah melakukan penyimpangan anggaran untuk kegiatan pemeliharaan kantor Camat. Jika ditotalkan, dari 2 dugaan itu menyebabkan kerugian negara sekitar Rp 140 juta.
“Yang jelas kedua saksi sudah kita periksa masih terkait 2 dugaan seperti yang saya jelaskan tadi. Selanjutnya pemeriksaan masih kita lakukan,” tandas Dodi. (505)