Bupati Panen Perdana Sengon

panen%20sengon
KEPAHIANG, BE – Bupati Kepahiang Dr Drs H Bando Amin C Kader MM melakukan panen perdana tanaman Sengon di Kepahiang. Sengon yang panen Bupati ini milik warga yang tergabung dalam Kelompok Tani (Poktan) Sengon Emas desa Suro Muncar Kecamatan Ujan Mas. Nantinya tanaman Sengon hasil panen ini akan dibeli langsung oleh PT Kepahiang Mulia Lestari (KML) asal Wonosobo.
Dalam sambutanya Bupati Kepahiang menerangkan, banyak keuntungan dari penanaman sengon ini Pertama tidak memerlukan perawatan khusus seperti halnya tanaman kelapa sawit.
“Di samping itu, bagi petani kopi juga bisa menanamnya disela-sela kopi. Saya yakin dengan menanam sengon, petani dalam kesehariannya bisa mendapatkan gaji paling kecil Rp 700 ribu perharinya,” ujar Bupati.
Dikatakannya, pendapatan dari komoditi sengon bisa melebihi kelapa sawit ataupun kopi. Terlebih kayu olahan berbahan dasar kayu sengon ini memiliki kualitas ekspor.
“Bukan hanya di Asia, tetapi juga sudah menjangkau Eropa. Selaini itu tanaman sengon banyak manfaatnya, seperti daun bisa untuk pupuk organik, sedangkan ranting atau bongkol bekas tebangan juga bisa dijual untuk bahan dasar briket,” jelasnya.
Sementara itu, perwakilan poktan Sengon Emas dalam kesempatan itu meminta maaf secara langsung kepada Bupati, lantaran tidak akan memanen tanaman sengon mereka secara serentak dan keseluruhan.
“Poktan kami ini Ketuanya Amirudin Dalip, Pak Bupati. Tapi dalam kesempatan ini saya selaku anggota Poktan terlebih dahulu meminta maaf, dimana kami sepakat untuk tidak menebang semua kayu sengon ini.
Karena kami yakin nantinya kayu sengon ini mengalami lonjakan harga. Kalau dipanen seluruhnya saat ini, maka nanti kami tidak bisa menikmati harga yang tinggi itu,” kata Anggota Poktan Sengon Emas, Nengsi dihadapan Bupati.
Sementara itu, Kepala Divisi Pembelian PT KML Ir Yusuf As Sidik mengatakan, kedepan tingkat perekonomian warga di kabupaten Kepahiang ini dengan mulai dibelinya kayu sengon dan mulai beroperasinya pabrik akan meningkat.
“Pasti akan sama dengan kabupaten Wonosobo nantinya, bahkan bisa lebih. Kalau di Wonosobo, kayu sengon sudah termasuk tanaman perkarangan,” kata Yusuf.
Yang mana, lanjutnya, warga di sana menanam sengon setidak-tidaknya 5 batang di sekitar rumah. Kemudian disaat umur sengon 4-5 tahun sudah bisa dipanen.
“Dari 5 batang sengon itu saja warga sudah bisa untuk biaya sekolah anak-anaknya. Apalagi disini yang warganya menanam banyak tanaman sengon, pasti bukan hanya sekedar biaya sekolah tetapi juga bisa mencukupi kebutuhan lainnya,” terangnya.(505)