Bupati Lebong Singgung Kepala OPD dan Dewan

RosjonsyahTUBEI, Bengkulu Ekspress – Bupati Lebong H Rosjonsyah SIP MSi membuka Musyawarah Pembangunan Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Menegah Daerah (RPJMD) tahun 2016-2021 di aula Bappeda Lebong, Sabtu (22/4/2017).

Dalam arahannya, Bupati menyampaikan bahwa arah pembangunan yang dilaksanakan Pemda Lebong dalam kurun waktu 5 tahun tersebut telah dituangkan dalam 16 program unggulan Kabupaten Lebong yang harus dilaksanakan oleh organisai perangkat daerah (OPD) dan mendapatkan dukungan dari DPRD Lebong. Namun sayangnya dalam kegiatan tersebut, masih ada kepala OPD yang tidak hadir.

“RPJMD ini sudah merupakan penjabaran visi misi yang telah disampaikan ke Komisi Pemilihan Umum pada saat pencalonan dan juga telah diparipurnakan oleh DPRD Lebong. Memang cukup banyak program yang kita buat dan tentu saja harapanya dapat mensejahtrakan warga Lebong. Tapi saya menyayangkan masih banyak kepala OPD yang tidak hadir dalam pertemuan ini sehingga kita tidak tahu progres program yang ada di OPD tersebut. Untuk kepala OPD yang tidak bisa menjabarkan progam unggulan ini, jangan sakit hati kalau saya copot dan menggantikan dengan pelaksana tugas yang bisa menjalankan program ini. Sekarang ini kita mau bekerja untuk Lebong. Kalau program yang dibuat tidak bisa berjalan tentunya harus ada evaluasi terhadapa pejabatnya,” ancam Rosjonsyah.

Bupati juga dalam kesempatan tersebut mengaku kecewa karena tidak ada anggota DPRD yang hadir, padahal program yang dibuat tersebut harus harus diketahui oleh dewan dan mendapatkan dukungan.

“Seharusnya ketua DPRD ataupun komis yang membidangi pembanguan DRPD Lebong dalam kesempatan ini, mereka harus tahu apa saja program yang dibuat dan seperti apa keinginan masyarakat. Pembanguan yang dilakukan tidak bisa hanya dilakukan oleh Pemda Lebong kalau tidak ada dukungan dari dewan,” sesal Bupati.

Dicontohkan Bupati, saat ini Pemda Lebong sudah memiliki rice procesing comlek (RPC) di Desa Pelabuhan Talang Leak, seharusnya bisa diberdayakan untuk pengolahan beras hasil petani Lebong. Namun karena tidak ada dukungan pendanaan maka RPC tersebut tidak beroperasi. “Padahal salah satau program kita yakni mendirikan BUMD dan Lebong panen dan tanam 2 dan 3 kali,” kata Bupati.

Kepala OPD Harus Bisa Cari “Susu” di Pusat

Bupati juga meminta agar seluruh kepala dinas di Kabupaten Lebong untuk berlomba-lomba mencari “susu” untuk pembangunan Kabupaten Lebong. Karena kalau hanya mengandalkan APBD saja maka pembangunan yang akan dilakukan hanya terbatas.

“Kepala dinas pergi ke kementerian terkait, ajukan proposal sesuai bidang kerjanya sehingga anggaran bisa turun. Kementerian sekarang memiliki cukup banyak anggaran tapi kalau kita tidak pernah datang dan mengajukan proposal maka sulit untuk mendapatkan tambahan anggaran. Contoh saja untuk pariwisata, di NTB salah satu kabupatennya berhasil memperoleh anggaran sebesar Rp 1,5 triliun karena memiliki potensi wisata Telag 3 Warna, harusnya kita juga bisa karena telaga kita ada 7 warna, nah tinggal bagaimana kita memaparkanya kepada pihak kementereian. Jalau hanya menunggu tidak mungkin turun. Saya sudah minta kepada Wabup untuk mendampingi seluruh dinas-dinas melakukan audiensi ke kementerian dan saya yakin wabup mampu, dinas juga harus siap usulan anggaran,” kata Bupati.

Didalam RPJMD Kabupaten Lebong tahun 2016-2021, 16 program unggulan yang sudah disusun yakni Lebong bebas buta huru hijayah, Lebong bebas droup out jenjang pendidikan dasar, Lebong memberi beasiswa 150 sarjana berprestasi, Lebong berprestasi olahraga, Lebong berhotmix dan bebas banjir, Lebong terang, Lebong bebas krisis air bersih, Lebong pemerintahan berbasis IT, Lebong melakukan pembentukan BUMD, Lebong pusat budaya dan destinasi wisata, Lebong lumbung pangan dan energi, Lebong sehat (bebas gizi buruk, jemput sakit pulang sehat, Lebong bebas rumah tidak layak huni, Lebong cetak sawah baru 2500 hektar, Lebong panen dan tanam 2 dan 3 kali setahun, Lebong memiliki 100 UKM dan IKM produktif.(777)