Bulog Tahan Raskin Ulu Talo

foto berasULU TALO, Bengkulu Ekspress – Miris yang dialami warga di Kecamatan Ulu Talo, khususnya warga di Desa Bakal Dalam. Karena kondisi infrastruktur jalan menuju desa itu kondisinya sangat buruk, berlumpur disaat musim penghujan seperti sekarang, warga miskin di wilayah setempat harus menderita tidak mendapatkan jatah beras miskin. Sejak Juni 2016 hingga kini Bulog Bengkulu tidak juga menyalurkan raskin ke Ulu Talo. Padahal warga sudah membayar uang untuk pembelian raskin itu Rp 15 ribu per kilogram termasuk membayar uang ongkos pengiriman raskin tersebut Rp 150 per kilogram.

“Alasan Bulog akses jalan ke Ulu Talo sangat jelek. Kendaraa Bulog tidak bisa masuk ke Ulu Talo, namun jika warga yang memiliki kendaraan hendak menjemput ke Bulog juga tidak diperbolehkan. Alasannya kendaraan pendistribusian raskin sudah dikontrak selama satu tahun,” keluh Kades Bakal Dalam Herman Suadi kepada BE kemarin.

Di Desa Bakal Dalam terdapat 104 warga rumah tangga sasaran penerima raskin. Setiap buklannya mereka mendapatkan jatah raskin 15 kilogram, namun hingga akhir November ini warga tak kunjung menerima raskin.

Warga telah berupaya menempuh jalan lain untuk mendapatkan raskin itu. Mereka mengumpulkan uang untuk membayar biaya transportasi pengangkutan raskin itu sampai ke desa. Setiap warga penerima raskin membayar Rp 150 per kilogram. Namun Bulog menolak warga membawa sendiri raskin tersebut. Dengan dalih kendaraan endistribusi telah dikontrak kerja selama 1 tahun kedepan. Kendaraan mengangkut raskin mutlak harus dari Bulog. Karena ditolak warga pun meminta Bulog mengembalikan uang transpor yang sudah mereka bayarkan, namun sampai kini uang warga itu tak kunjung dikembalikan.

“Terhitung dari juli warga minta dikembalikan uang transpor untuk pengangukatan raskin mereka mengingat hingga sekarang belum menerima,”sampainya.

Warga meminta Bulog mengirimkan raaskin untuk warga Ulu Talo agar bisa dinikmati warga. Entah itu dengan menitipkannya di kecamatan terdekat atau cara lainnya pun juga boleh asalkan warga menerima raskin itu.

“Kita juga berharap Pemda bisa bertindak mengatasi masalah raskin ini, memberikan solusi atas permasalahan ini,” ujarnya.

Kades menegaskan distribusi raksin ke Ulu Talo terhambat karena kondisi jalan di desa mereka sangat memproihatinkan. Bahkan beberapa kali kendaran yang bermuatan lebih harus terpater karena terbenam di lumpur jalan. Ironisnya, sekalipun anggaran telah dialokasikan untuk membangun jalan Ulu Talo, namun pekerjaannya sejauh ini baru mencapai 25 persennya saja padahal periode anggaran 2016 hampir berakhir.

“Kami yang di Ulu Talo ini akan semakin terpencil akibat jalan desa belum ada perubahan dari tahun ketahun. Justru tahun ini jalannya semakin rusak,” katanya.

Bulog Butuh Kendaraan Double Cabin

Terkait belum didistribusikannya raskin di Desa Bakal Dalam, Kecamatan Ulu Talo. Kepala Perum Bulog Divre Bengkulu, Subali Agung Gunawan melalui Humas Bulog, Indra Kasuma mengatakan, keterlambatan pendistribusikan lantaran kondisi jalan di desa itu kian memperhatinkan. Tak bisa dilalui kendaraan pengangkut raskin Bulog. Bila jalan itu dipaksakan tetap dilalui justru bisa menimbulkan masalah baru.

“Memang belum kita distribusikan. Karena kondisi jalan yang rusak dan ditambah hujan, menjadi berlumpur,” terang Indra.

Subali menjelaskan untuk mendistribusikan raskin ke Ulu Talo itu harus menggunakan kendaraan lain jenis double cabin. Bila memakai kendaraan double cabin itu artinya Bulog harus menombok  biaya sewa kendaraan itu Rp 6 juta. Uang transport yang dibayarkan warga Rp 150 per sekologram raskin tidak mencukupi untuk menalangi biaya kendaraan itu.

Bulog sendiri sudah berupaya meminta bantuan Pemkab Seluma untuk mencarikan penyelesaian masalah ini, namun sejauh ini belum ada responnya.

Nantinya Bulog bersama pemda setempat akan berupaya untuk menggunakan sistem sewa angkut. Pengangkutan akan menggunakan mobil double cabin. Sehingga mampu menjangkau lokasi desa tersebut. Untuk sementara ini, raskin hanya mampu sampai ke Desa Pagar Besi Kecamatan Ulu Talo.

“Senin (28/11) ini, kita akan kelokasi desa itu. Kita minta nanti pemda setempat mampu berkerjasama untuk pendisribusian raskin ini,” tambanya.

Dijelaskannya, raskin yang akan didistribusikan sekitar 30 ton beras. Untuk Desa Bakal Dalam, kecamatan Ulu Talo, sebanyak 24 ton raskin dan untuk Desa Pagar Besi sebanyak 6 ton. Sistem pendistribusiannya raskin dilakukan tiga bulan sekali. Hal itu juga telah disepakati antara pemerintah daerah setempat.

“Pelunasan raskin baru selesai pada tanggal 15 November lalu, untuk 3 bulan dari Juni sampai September. Jadi baru bisa kita distribusikan pada minggu ini,” tandas Indra. (151)