Buffer Stock Menipis

MUKOMUKO, BE – Persediaan buffer stock di gudang sementara milik Pemda Mukomuko, mulai menipis. Diantaranya makanan siap saji, terpal, tenda dan sejumlah kebutuhan lainnya. “ Stock lama masih ada dan belum kedaluarsa. Stock terbaru telah kita sampaikan permohonan ke provinsi,” ujar Kepala Dinsos Nakertrans Kabupaten, Drs Haryadie Nazar melalui Kabid Sosial, Suyoso. Menurutnya, buffer stock itu dikeluarkan jikalau terjadi berbagai musibah. Seperti banjir, kebakaran dan lainnya serta disesuaikan dengan kebutuhan. Buffer stock pun tidak dapat disimpan dalam jumlah yang sangat banyak. Karena gudang yang dijadikan tempat penyimpanan buffer stock saat ini adalah ruang pertemuan SKPD tersebut. Sehingga barang – barang yang ada dengan terpaksa hanya disusun seadanya. Pun ketika mengeluarkan barang – barang tersebut membutuhkan waktu yanag cukup lama. Karena penyusunannya tidak teratur. Selain ruangannya sempit, hanya ada satu pintu masuk dan keluar. Jajarannya setiap tahun mengusulkan ke APBD kabupaten. Hanya saja, belum mendapat respon dan dianggap belum penting. Padahal, gudang itu penting. Selain pemerintah pusat lebih percaya untuk menyalurkan bantuan lebih banyak, penyusunan lebih teratur dan lainnya. “ Seharusnya gudang sudah ada di daerah ini. Ditambah lagi kabupaten Mukomuko termasuk daerah rawan bencana. Harapan kita di Tahun 2016 usulan pembangunan gudang itu disetujui,” harapnya. Khusus beras, lanjut Suyoso, jajarannya tidak lagi menyimpan. Jikalau butuh terlebih dahulu mengajukan permohonan dan mengambil di gudang bulog yang berada di Kota Bengkulu. Karena pemerintah daerah tidak dibolehkan menyetok beras. “ Berapapun kebutuhan boleh diambil di gudang bulog. Kebutuhan beras bagi masyarakat khususnya yang terkena atau terimbas akibat bencana, dengan hitungan satu hari empat ons beras/jiwa dikali masa darurat,” jelasnya. (900)