Budaya Tak Benda Ditargetkan Tersertifikasi

Martina Ningsih
Martina Ningsih

BENGKULU,Benggkulu Ekspress– Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bengkulu baru-baru
ini mengekspose budaya tak benda. Salah satunya adalah Dol, yang telah berhasil dibukukan dalam sebuah buku penelitian.

Hasil penelitian ini diekspos dan akan menjadi syarat diusulkan ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI supaya musik Dol  menjadi salah satu warisan tak benda milik Kota Bengkulu.

Kepala Bidang Kebudayaan Dikbud Kota Bengkulu, Dra. Martina Ningsih M.Pd menuturkan, hasilpenelitian perkembanganDol sudah diusulkan  ke Kementerian sejak tahun 2016 lalu sebagai warisan budaya tak benda.

Karena kurangnya inventarisasi dan dokumentasi,usulan  yang diajukan keKementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI itu pun kandas.

Tahun 2017, Dinas Dikbud melalui Bidang Kebudayaan tepat dibawahBidang Seksi Warisan Budaya membuat program kerja dengan membuat penelitian warisan budaya tak benda. Ada 90  warisan budaya tak benda  yang diusulkan, salah satunya Dol untuk diusulkan dan mendapat Surat Ketetapan (Sertifikasi) dari Kementerian.

Tujuan dilaksanakan program  itu sebagai upaya  perlindungan dan pelestarian karya budaya  tak benda yang ada dan berkembang di Kota Bengkulu, dan ini langkah kongkret perlindungan warisan budaya.

“Alangkah sayangnya jika  budaya yang ada di Kota Bengkulu dilegalkan daerah lain,” cetusnya.

Martina Ningsih menargetkan pada tahun 2019, usulan warisan tak benda dapat disetujui, saat ini Bidang Kebudayaan yang ia pimpin tengah membuat E-planning  program
kerja  dan mengumpulkan  data dan dokumentasi,  sehingga musik Dol  menjadi warisan budaya Kota bengkulu.

“Sebagai mana tugas dan fungsi Bidang Kebudayaan yaitu  melestarikan dan mengembangkan kebudayaan.Didukung tiga kepala seksi yaitu  warisan dan tradisi kebudayaan, pembinaan kesenian seni budaya,dan kelestarian cagar budaya dan permuseuman,” ujarnya.

Dengan tiga  bidang tersebut, tahun 2018 program kerja yang telahdibuat akan mulai terimpementasi dengan terwujudnya capaian pelestarian dan pengembangan kebudayaan. Dengan begitu, tiga bidang  di kebudayaan mempunyai output yang jelas.

Dengan hasil dan tersedianya data budaya nonbenda, diharapkan menjadi referensi bagi semua pihak yang membutuhkanya. Dari 90 warisan budaya takbenda yang telah diakomodir, ditargetkan 75 persen akan tersertifikasi. Selanjutnya warisan
budaya tak benda yang telah tersertifikasi nanti dapat menjadi referensi bagi pelajar di Bengkulu.

“Tugas kita hanya penyediaan data agar penggunaanya lebih maksimal.Bisa jadi bahan ajar  disekolah, apakah diakomodior dalam bahan ajar atau dicetak buku, akan diserahkan bidang lain,” tukasnya. (247)