Buaya ‘Hantui’ Warga Ketahun

ARGA MAKMUR, BE – Sudah satu bulan masyarakat Kecamatan Ketahun, Kabupaten Bengkulu Utara (BU) dibuat cemas sekaligus penasaran lantaran ada buaya menghuni muara Sungai Ketahun. Warga dihantui ketakutan jika buaya tersebut sampai keluar dari sungai dan mendekati pemukiman warga.

Buaya tersebut diperkirakan berukuran 5 sampai 6 meter, diduga sudah berada di muara sungai selama satu bulan, kerap muncul menampakkan diri satu minggu belakangan.

Camat Ketahun, Sujinro, mengungkapkan, yang mengetahui pertama kali ada buaya di muara Sungai Ketahun ialah masyarakat sekitar berprofesi sebagai pekerja PT Injatama dan nelayan, kabar kemudian cepat menyebar ke masyarakat lain.

Berdasarkan keterangan dari masyarakat, buaya tersebut kerap menampakkan diri di muara sungai, kemudian ada juga masyarakat yang melihat buaya bergerak ke arah sungai.

“Ukurannya sekitar 5 sampai 6 meter, sering terlihat jika sore dan siang, paling sering terlihat di muara Sungai Ketahun, tepatnya di sekitar pelabuhan tempat singgah tongkang batu bara PT Injatama. Buaya selalu berpindah, kadang di laut, kemudian naik ke muara ada juga masyarakat yang melihat sudah berada di sungai,” ujar Sujinro.

Diperkirakan jumlahnya satu, karena banyak masyarakat yang bilang baik yang dilihat di laut, muara atau sungai baik bentuk dan ukurannya sama. “Sudah sekitar satu minggu banyak masyarakat penasaran hendak melihat langsung buaya itu, tapi kan muncul tidak setiap saat,” jelas Sujinro, Kamis (8/10).

Lebih lanjut Sujinro mengatakan, mengantisipasi timbulnya kejadian yang tidak diinginkan, pihaknya sudah memanggil BKSDA Putri Hijau guna mengamati buaya tersebut.

Dari hasil pengamatan BKSDA, akan dipasang perangkap atau tembakan obat bius guna memindahkan buaya ke tempat yang jauh dari pemukiman. Untuk melakukan hak tersebut, terlebih dulu akan diamati, buaya tersebut akan tinggal menetap di Sungai Ketahun atau tidak.

“BKSDA dari Putri Hijau sudah turun ke lapangan mengamati langsung buaya tersebut, tindakan selanjutnya jika buaya tetap terlihat dalam waktu yang lama akan ditembak menggunakan peluru bius. Sejauh ini masyarakat sudah mengerti, mereka sudah waspada terlebih jika beraktivitas di sekitar Sungai Ketahun, mengingat sudah satu bulan tidak ada kejadian buaya menyerang warga atau keluar dari perairan dan mendekat ke pemukiman warga,” imbuh Sujinro.

Masyarakat sekitar sudah berinisiatif menangkap buaya menggunakan jaring berukuran besar dengan umpan bebek hidup, namun gagal. Buaya sama sekali tidak tertarik dengan umpan tersebut, bahkan saat buaya tersebut muncul dari permukaan air, masyarakat sengaja mendekatkan bebek, buaya tidak bergeming dari tempatnya kemudian malah menghilang.

“Masyarakat sudah berusaha menangkap buaya dengan jaring kemudian dikasih umpan bebek hidup, tetapi gagal. Kemungkinan buaya sudah tahu, mengingat saat itu keadaan sekitar ramai masyarakat yang hendak melihat buaya tersebut. Saya berharap BKSDA bisa cepat bertindak, agar masyarakat sekitar tidak was-was terutama yang berprofesi sebagai nelayan,” pungkas Sujinro.(167)