BPBD Dapat Bantuan

bpbd-benteng-personel-bpbd-benteng-small
Bakti/BE Para personel BPBD Benteng siap meminimalisir korban akibat bencana alam.

BENTENG, BE – Banyaknya sarana dan prasarana di Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) yang mengalami kerusakan akibat bencana alam mendapat tanggapan dari pemerintah pusat.
Akhir 2016 ini, pemerintah pusat akan memberikan bantuan dana kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Benteng untuk menanggulangan kerusakan sarana dan prasarana  tersebut.

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Benteng, Drs Tomi Marisi MSi mengatakan, penandatangan MoU bantuan dari pemerintah pusat akan dilakukan pada tanggal 24 November besok. Bantuan ini merupakan kerjasama antara Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Dijelaskannya, pemberian bantuan ini merupakan tindaklanjut dari usulan yang disampaikan oleh BPBD Benteng beberapa waktu lalu.

Menindaklanjuti laporan tersebut, pemerintah pusat telah menerjunkan tim survei untuk memantau langsung sarana dan prasarana yang mengalami kerusakan. Seperti kebutuhan pelapis tebing sekolah akibat ancaman abrasi sungai, jalan yang mulai tergerus, serta gorong-gorong dan jembatan yang rusak dan belum bisa diperbaiki akibat keterbatasan dana anggaran Pemkab Benteng.

“Kegiatan fisik yang ada di Kabupaten Benteng sudah dicek langsung oleh tim dari pusat sekitar 3 bulan lalu. Alhamdulillah, apa yang kami usulkan disetujui,” tambah Tomi.

Mantan Camat Padang Bano, Kabupaten Lebong ini menuturkan, meskipun belum diketahui secara pasti besaran dan jenis item yang akan dibantu, pihaknya memastikan bahwa dana tersebut akan disalurkan secara efektif dan optimal.

“Teknisnya seperti apa dan besarannya berapa, itulah yang belum kita ketahui. Semuanya akan tertuang dalam penandanganan MoU nantinya,” terang Tomi.

Menurut Tomi, dari 10 kabupaten/kota se-Provinsi Bengkulu, Kabupaten Benteng merupakan salah satu dari 2 kabupaten penerima bantuan tersebut. Berbeda dengan kegiatan pada SKPD lainnya, realisasi kegiatan nantinya diprediksi akan mulai dilakukan pada akhir bulan November ini hingga tahun 2017 mendatang.

“Dari 7 kabupaten yang disurvei, hanya dua kabupaten di Provinsi Bengkulu yang diundang yakni Kabupaten Benteng dan Kabupaten mukomuko,” demikian Tomi.(135)