Bos Hotel Smart Lapor PHRI

LUBUK LINGGAU, BE – Pihak Manajemen Hotel Smart Lubuklinggau yang beralamatkan di jalan Yos Sudarso Kota Lubuklinggau Sumatra Selatan, mengirimkan surat keberatan ke Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumatera Selatan (Sumsel) atas dugaan pelanggaran kode etik perhotelan yang dilakukan salah satu hotel di Jl Yos Sudarso, Kelurahan Watervang, Kecamatan Lubuklinggau Timur I.
Pasalnya, pihak Hotel Smart merasa dirugikan atas 8 orang karyawannya direkrut menjadi karyawan hotel tersebut .
Sementara itu kuasa hukum Hotel Smart Lubuklinggau, Dedi Irawan didampingi Edwar Antoni mengatakan, pihak Hotel Smart menduga bahwa hotel tersebut diduga telah mempengaruhi 8 karyawan Hotel Smart Lubuklinggau yakni General Manager (GM), Supervisor Office, Supervisor House Keeping dan Leader Front Office, Cashier, Front Office dan dua pegawai House Keeping.
“Nama-nama tersebut sebelumnya staf/karyawan aktif Hotel Smart Lubuklinggau yang diduga dipengaruhi oleh manajemen hotel itu dengan meminta mereka untuk mengundurkan diri dan bekerja di hotel itu,” ujar Dedi Irawan.
Sebab itu, pihak Hotel Smart meminta PHRI Sumsel menindak manajemen hotel yang bersangkutan untuk segera menghentikan dugaan tindakan tersebut serta meminta agar staf/karyawan Hotel Smart Lubuklinggau kembali bekerja di Smart Hotel.
“Tindakan pihak manajemen hotel itu yang diduga telah mempengaruhi atau merekrut staf/karyawan aktif klien kami adalah bertentangan dengan kode etik,” tegasnya.
Hal senada disampaikan Edwar Antoni. Ia mengarakan, dugaan tindakan manajemen hotel tersebut telah merusak tatanan dunia usaha perhotelan dan restoran Indonesia, khususnya di Lubuklinggau.
Jadi tindakan itu akan memicu terjadinya persaingan usaha yang tidak sehat di rana bisnis perhotelan dan bila dugaan tindakan itu masih dilakukan secara masif dan tidak mengindahkan peraturan serta kode etik yang ada, pihaknya akan melakukan langkah hukum lainnya.
“Kita berharap mereka menyadari hubungan antar perhotelan yaang kondusif, supaya berjalan satu sama lainnya,” ujarnya.
Selain itu, Edwar mengharapkan, pihak hotel yang dimakdus sadar diri dan jangan sampai membuat hubungan menjadi tidak sehat. “Tapi kita masih positif dengan manajemen hotel itu. Meskipun dengan kejadian pembajakan ini, membuat manajemen pelayanan Hotel Smart cukup terganggu,” pungkasnya.(222)