Booming Batu Akik Gara-Gara Helmi

BENGKULU, BE – Upaya demi upaya yang dilakukan oleh Walikota Bengkulu H Helmi Hasan SE dinilai berkontribusi dalam memicu booming batu akik di Provinsi Bengkulu. Diketahui, Helmi selama ini merupakan sosok kepala daerah yang cukup getol dalam memperkenalkan dan mempromosikan batu akik.
Jauh sebelum warga Provinsi Bengkulu benar-benar dilanda demam batu akik, Helmi mempelopori kegiatan pameran batu akik pada 7 November 2013 nan silam. Waktu itu, bersama Bengkulu Agate Community (BAC), sebuah komunitas pencinta batu akik di Provinsi Bengkulu, ia menggelar Pameran Batu Akik dengan tema ‘Akik Sebagai Ikon Bengkulu’.
Tak cukup disitu, setahun berikutnya atau pada tanggal 29 November 2014, Helmi kembali membuka pameran batu akik sekaligus meresmikan Mega Mall sebagai sentral penjualan batu akik. Pameran ini tidak hanya diikuti oleh 63 peserta pameran batu akik se Provinsi Bengkulu, namun ada juga peserta dari Bali. Tema yang diangkat cukup sensasional, yakni, ‘Satu di Dunia’. Tema yang menegaskan betapa khas batu Bengkulu.
Puncaknya, pada tanggal 10 Maret 2015, Helmi mencanangkan ‘Akik Day’. Sebuah hari dimana setiap orang dapat saling berbagi batu akik kepada sesama sebagai bentuk welas asih dan tenggang rasa. Ia sendiri menyematkan batu akik kepada seluruh unsur Muspida se Kota Bengkulu, kecuali perwakilan dari Kejari Bengkulu yang tidak hadir dalam acara tersebut.
Staf Ahli Walikota, Drs H Tony Elfian MSi, tak menampik seluruh keterangan tersebut. Menurut dia, menjadi sebuah kebanggaan bagi para pengrajin batu akik bilamana gerai mereka didatangi oleh para pejabat seperti Walikota Bengkulu.
“Seluruh kegiatan-kegiatan itu memberikan semangat kepada komunitas pencinta akik untuk berwiraswasta dan terus mengkreasikan karya-karya mereka. Setiap kali kegiatan-kegiatan pameran akik ini diadakan, pedagang selalu riang. Hingga booming seperti sekarang,” kata Tony.
Tony sendiri merupakan salah satu pejabat Pemerintah Kota yang memanfaatkan momentum membagikan sekarung akik kepada seluruh staf kepresidenan RI yang datang ke Bengkulu ketika kunjungan Presiden RI Joko Widodo akhir tahun 2014 silam.
“Ada sekitar 50 kilogram akik yang saya bagikan waktu itu. Seluruhnya bahan Red Rafflesia. Ada yang dalam bentuk bahan dan ada yang sudah jadi. Dan informasi yang saya peroleh, cincin yang saya berikan itu terus mereka gunakan, bahkan ketika Presiden Jokowi hadir di Konferensi Asia Afrika saat ini,” tuturnya bangga. (009/adv)