Jumat, 31/05/2013 - 09:40 WIB
TKP | beonline - Bengkulu Ekspress

BNN Gelar Pertemuan Lintas Sektor

4BENGKULU,BE- Badan Narkotika Nasional (BNN) Pusat menggelar pertemuan lintas sektor dengan instansi kesehatan rumah sakit Jiwa Soeprapto Kota Bengkulu. Pertemuan ini dimulai pukul 09.00 WIB sampai dengan 12.00 WIB, bertempat di Gedung Aula RSJKO Soeprapto Bengkulu. Dihadiri oleh beberapa pejabat dan petinggi lainnya. Pertemuan ini guna penguatan pelayanan rehabilitasi bagi pencandu narkotika.
Deputi Rehabilitasi BNNP, Dr Kusman Suria Kusumah, SP, KJ, mengatakan, kerjasama dengan pihak Kementerian Kesehatan (Kemenkes) ini dimaksudkan agar nantinya pengobatan terhadap para pencandu lebih mudah dilakukan dalam hal penanganan medisnya. Bukan itu saja, dengan adanya kerjasama dan pertemuan lintas sektor itu maka pencegahan terhadap penyalahgunaan narkotika di wilayah Bengkulu bisa di minimalisir peredarannya melalui program sosialisasi. “Pertemuan lintas sektor ini sangat penting. Karena BNN ini tidak bisa kerja sendiri, harus dibantu oleh instansi terkait  seperti dinas setempat, Lapas, Pemda. Biar sama-sama bisa membantu, mencegha dan meringankan pecandu dan keluarganya,” ujar Dr Kusman Suria Kusumah, SP, KJ, .
Menurut Kusman, saat ini pecandu narkoba di Bengkulu belum terlalu tinggi. Berdasarkan hasil survei diketahui jumlah pecandu saat ini berjumlah sekitar 20 ribu orang. Jika tidak dicegah segera pecandu ini semakin bertambah dan berkembang. ”Dengan adanya kegiatan seperti ini pecandu narkoba bisa berkurang,”ujarnya.
Pecandu narkoba umumnya tidak mau direhabilitasi. Penyebabnya pertama karena malu, takut dihukum, dan karena berobat mahal.
“Bagi yang pecandu narokaba tidak usah  malu berobat, dan juga tidak usah takut untuk biayanya. Karena bagi pecandu yang berobat tidak dipungut biaya sama sekali (gratis),”jelasnya.
Selain itu juga, Kepala BNN Provinsi Bengkulu Kombes Pol Djoko Marjatno,SE.SStMK mengatakan, dengan adanya pertemuan lintas sektor bisa memberikan sosialisasi ke masyarakat terkait bahaya dan peredaran gelap narkotika, yang saat ini semakin tinggi di Indonesia.
“Dengan adanya kerjasama ini maka perpanjangan tangan BNN Bengkulu, pengobatan dan meminimalisir penyalagunaan narkotika bisa diatasi,” tuturnya.
Djoko menambahkan, BNNP Bengkulu sangat serius melakukan rehabilitasi terhadap para pencandu narkotika di wilayah Bengkulu. Terlihat dengan adanya tempat rehabilitasi yang telah disediakan.”BNN dan Kemenkes memang saling berperan penting dalam penanganan terhadap para pencandu narkotika. Karena bagaimanpun kita membutuhkan medis untuk penangan pengobatan bagi para pencandu narkotika,” tuturnya kepada Wartawan saat pertemuan antara pihak BNN dan Dinas Kesehatan,
Sementara itu Kepala Rumah Sakit  Jiwa Soeprapto Dr Bina Ampera Bukit mengatakan, Rumah Sakit Soeprapto sia mengobati dan merihabilitas bagi para pencandu Narkoba. Ia mengimbau masyarakat tidak usah takut atau malu bila ingin  berobat terkait kecanduan narkotika, yang berbahaya bagi tubuh di orang lain disekitarnya.
“Kita akan memberikan pelayanan terbaik bagi para pencandu narkotika. Karena mereka kita anggap sebagai korban dari penyalahgunaan narkotika dan wajib untuk diberikan pengobatan atau pelayanan kesehatan,” ucapnya.(cw5/prw)

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>


tujuh − 4 =

© 2005 - 2013 bengkuluekspress.com, All Rights Reserved