BNK, Tes Urin ke Organda

BENGKULU, BE– Badan Narkotika Kota (BNK) Bengkulu saat ini sedang meningkatkan upayanya dalam pencegahan penggunaan narkoba disetiap lapisan masyarakat kota Bengkulu hal ini mendukung program Bengkulu Bersih Narkoba (Bersinar). Selain profesi pagawai Negeri sipil (PNS) dilingkungan pemerintah kota yang sebelumnya pernah dilakukan, rencananya pihak BNK akan menargetkan untuk melakukan tes urin ke Organisasi Angkatan Darat (Organda) atau pada setiap profesi supir angkutan umum dalam kota.

Kepala Badan Narkotika Kota Bengkulu, M Bahksir mengatakan dalam rencana mendukung program pemerintahan untuk memberantas penggunaan narkoba, dalam hal ini pihaknya akan bekerjasama dengan Dinas Perhubungan selaku pihak yang berwenang dalam kepengurusan angkutan umum. Dan akan direncanakan pada tahun ini, sedangkan dari peralatan pihak BNK mengaku telah mempersiapkan kebutuhan yang diperlukan seperti tim medis, dan peralatannya.
“Saya mau ajak kerjasama pihak Dishub untuk melakukan tes urin kepada organda/di supir, dalam hal inikan Dishub memiliki tugas dan kewenangan maka diharapkan dapat berkoordinasi dalam pemberantasan narkoba,” kata Bakhsir.

Menurut Bakhsir, Supir angkutan umum tersebut memang layak untuk dilakukan tes urin, karena diketahui profesi tersebut memiliki tingkat mobilitas yang tinggi. Sehingga tidak menutup kemungkinan jika adanya potensi-potensi penggunaan narkoba tersebut, terlebih lagi supir bertanggung jawab dalam menjaga keselamatan para penumpangnya.

“Biasanyakan mobilitas untuk angkutan umum itu lebih tinggi, maka tes urin kepada supir yang melakukan perjalanan bawa penumpang itu, termasuk angkot, layak untuk di tes. Kalau bahannya sudah ada tinggal pihak Dishub ini bersedia untuk mengumpulkan organdanya, tahun ini kita targetkan,” bebernya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan kota, Selupati mengatakan bahwa terkait rencana BNK tersebut pada prinsipnya pihak Dishub akan mendukung selagi tujuan tersebut merupakan kepentingan untuk masyarakat kota Bengkulu. Selupati mengungkapkan bahwa sebelumnya pihak Dishub juga telah melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan yang dipusatkan di terminal-terminal yang ada di Kota Bengkulu. Dalam upaya penaggulangan dari bahaya-bahaya yang ditimbulkan dari pola hidup yang tidak sehat.

“Kami prinsipnya apapun yang menjadi tugas dan kewenangan maka akan kami koordinasikan, contoh kemaren kita mau lebaran, kita sudah ada kerjasama dengan kota bengkulu dan provinsi, itu untuk tes kesehatan terutama kita pusatkan di terminal sungai hitam, ada 4 yang positif,” jelas Selupati.

Sedangkan untuk tingkat kerawanan adanya indikasi narkoba di supir angkutan umum kota bengkulu, menurut Selupati, potensi keburukan bisa terjadi dimana saja. Sehingga melalui BNK maka hal tersebut merupakan upaya yang sangat membantu dalam pencegahan resiko terburuk.

“Barang ini kan merupakan barang yang ditakutkan akan menimbulkan efek buruk, selain barang ilegal juga dilarang oleh pemerintah. Sehingga setiap orang kita tidak tahu, tentu potensi penggunaan narkoba itu pasti ada dan itu dimana pun bisa terjadi. Tapi kita mengharapkan karena ini adalah salah satu musuh negara kita, maka kami akan merespon BNN kota Bengkulu, apapun yang berkaitan dengan kerjaan kami apabila ditemukan adanya terindikasi tentu akan kami tindak lanjuti,” papar Selupati. (805)