BNI Berikan Bunga KPR 6,75 Persen

RumahBENGKULU, Bengkulu Ekspress – PT Bank Negara Indonesia (persero) tbk menghadirkan promo Kredit Multiguna dan Pemilikan Rumah (KPR) BNI Griya Murah dengan suku bunga sebesar 6,75 persen. Promo tersebut sebagai sarana agar meningkatkan gairah industri property yang sempat lesu pada tahun ini sehingga promo ini diharapkan bisa mendongkrak penjualan perumahan.

Kepala Pemasaran BNI Cabang Bengkulu, Usman Azhar mengatakan, KPR BNI Griya Murah memiliki syarat yang mudah dan suku bunga yang murah dibandingkan KPR lain. Promo tersebut dapat dimanfaatkan untuk melakukan pembelian properti.

“Pada promo ini, suku bunga untuk dua tahun pertama sebesar 6,75 persen dan 7,75 persen untuk 3 tahun berikutnya. Suku bunga ini tentu lebih rendah dibanding KPR lainnya,” ujar Usman.

BNI Griya Multiguna ini khusus untuk angsuran bersifat aflopend. Promo tersebut dapat dimanfaatkan untuk melakukan pembelian properti seperti ruko, rumah, apartement maupun tanah kavling. “Kami terus berupaya memberikan kemudahan bagi para nasabah yang ingin memiliki hunian dengan tingkat suku bunga rendah dan tidak memberatkan nasabah,” sambung Usman.

BNI Griya yang memiliki tagline BNI Griya-Akhir Tahun 2017 ini telah berlangsung sejak 12 Desember lalu hingga akhir Maret 2018 mendatang. Promo tersebut sebagai sarana agar meningkatkan gairah industri property yang sempat lesu pada tahun ini.

“Kami berharap mampu mendongkrak penjualan perumahan yang di tahun ini memang tidak terlalu besar,” jelas Usman.
Tak hanya itu, ada pula promo Kredit Multiguna bagi PNS dan Pengusaha bisa mendapatkan pinjaman minimal 50 Juta dan maksimal bisa diatas 1 Miliar dengan bunga yang sama dengan Kredit Kriya Multiguna. “Promo Kredit Multiguna juga diberikan khusus bagi PNS dan pengusaha yang bisa mendapatkan pinjaman maksimal hingga Rp 1 M dengan bunga rendah,” tutup Usman.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Bengkulu, Yan Syafri mengapresiasi suku bunga kredit dibawah 7 persen yang sudah diterapkan BNI. Keuangan mikro (microfinance) diprediksi bisa mengurangi kemiskinan karena menyentuh kepada masyarakat kecil.

“Microfinance itu bisa menyentuh langsung kepada masyarakat kecil dan akan memberikan dampak yang besar bagi masyarakat Bengkulu,” ujar Yan.

Suku bunga yang rendah juga akan mampu menekan angka kemiskinan karena debitur lebih mudah mengembalikan pinjaman. Untuk itu, OJK mendorong suku bunga yang diterapkan saat iniyang diharapkan bisa lebih rendah dan menjangkau semua masyarakat.

“OJK akan fokus bagaimana agar suku bunga turun yang mampu meringankan bunga pinjaman masyarakat sehingga tidak akan memberatkan,” sambung Yan.

Yan bahkan menambahkan, Indonesia bisa berguru pada negara Thailand yang menerapkan suku bunga rendah hingga mampu menjangakau rakyat dan membantu tanpa memberatkan mereka.

“Suku bunga bisa lebih ditekan dengan melakukan efisiensi di perbankan sehingga penyaluran kredit bisa murah,” tambah Yan.
Terakhir Yan berharap, dengan adanya berbagai promo yang dilakukan BNI bisa ditiru oleh semua perbankan dengan menetapkan suku bunga pinjaman yang rendah sehingga masyarakat tidak kesulitan mengembalikan pinjaman.

“Suku bunga yang rendah akan mampu meringankan beban masyarakat untuk mengembalikan pinjaman denngan tepat waktu dan tidak memberatkan. Promo seperti ini bisa dicontoh dan sangat bermanfaat,” tutup Yan. (999)