BMKG Catat 4 Kali Getaran Meteor

petugas BMKGKEPAHIANG, BE – Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) Kepahiang, mencatat sebanyak 4 kali terjadi getaran di Provinsi Bengkulu pada Selasa (26/10) kemarin. 4 kali getaran tersebut tercatat pada alat pendeteksi gempa (Seismograf) yang dimiliki oleh pihak BMKG. Sayangnya terjadi getaran tersebut tidak dapat dikategorikan sebagai gempa vulkanik yang diakibatkan oleh aktivitas gunung berapi ataupun tektonik yang diakibatkan oleh pergeseran lempengan bumi.
“Dugaan kita memang 4 getaran yang sampai tercatat pada seismograf tersebut akibat hentakan benda keras kemuka bumi atau sejenis meteor, hanya saja soal ini bukan kewenangan kita untuk menjelaskannya melainkan pihak LAPAN,” ujar Kepala BMKG, Litman SE melalui Analis Gempa Yoki Gustiawan SSi kemarin kepada BE.
Dikatakannya, 4 getaran yang sudah dilakukan penentuan titik koordinat oleh pihaknya tersebut terjadi dibeberapa tempat yang berbeda dengan kekuatan getaran sekitar 2,2 SR.
“Untuk getaran pertama karena kurang begitu jelas terasa, kita menduga terjadi diwilayah perbatasan Kepahiang-Curup (desa Penanjung Panjang), kemudian getaran kedua yang terbesar dan banyak dirasakan oleh warga terjadi diwilayah Curup, getaran ketiga karena getaranya kecil kita menduga terjadi di wilayah Bengkulu Selatan (BS) dan begitu juga getaran keempat kita menduga terjadi diwilayah Lebong lantaran getaranya kecil,” jelasnya.
Disampaikannya, sesuai dengan data yang tertera pada seismograf, terjadi getaran ini sekitar pukul 18.30 WIB kala itu setelah sholat magrib. Adapun banyak masyarakat yang melihat adanya cahaya dilangit sebelum terjadinya getaran pada muka bumi tersebut.
“Kita sendiri sudah melakukan pemantauan langsung ke desa Penanjung Panjang pasca kejadian tersebut, hanya saja karena keterbatasan sarana  akhirnya kita tidak sampai langsung ketitik koordinat yang berada dikedalaman hutan,” teranganya.

Buru Batu Meteor
Disisi lain, kabar adanya meteor jatuh di Kabupaten Curup Rejang Lebong dimamfaatkan para pecinta batu akik di Kepahiang untuk memburu batu meteor tersebut. Pantauan BE, banyak terlihat warga Kepahiang yang sengaja ke Curup untuk menyaksikan langsung kabar jatuhnya meteor tersebut.
“Sebenarnya pada saat terjadi suara dentuman dan getaran malam tadi (kemarin,red) kami sudah mencari asalnya. Banyak warga yang mengatakan di desa Talang Tige Muara Kemumu Kepahiang, hanya saja tidak ada. Kemudian ada kabar di Curup sehingga kami kesana,” ujar Yan (44) warga Kepahiang kemarin.
Dikatakannya, jika memang benar benda yang jatuh tersebut merupakan meteor bisa saja dijadikan sebagai batu akik. Karena batu akik dengan bahan baku meteor sangat langka dan memiliki harga nilai jual yang tinggi.
“Kalau dapat batunya (meteor,red) kan lumayan bisa dijadikan batu akik, tentunya juga kan harganya mahal,” katanya.(505)