BKKBN Serahkan Mobil Akseptor KB

Ari, Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu saat menyerahkan mobil operasional pengangkut aseptor KB Kepada Bupati Rejang Lebong (1)
CURUP, BE – Guna menunjang kegiatan program Keluarga Berencana (KB) di Kabupaten Rejang Lebong, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bengkulu menyerahkan satu unit mobil pengangkut akseptor KB.
Penyerahan kendaraan operasional microbus Pengangkut Akseptor KB tersebut diserahkan langsung oleh perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Dra Mariam Kepada Bupati Rejang Lebong H Suherman SE MM. Kemudian mobil tersbeut diserahkan kepada kepala BP dan KB Kabupaten Rejang Lebong Syafri. Penyerahan sendiri dilakukan pada kegiatan Bakti Sosial dan KB Kes di kecamatan Kota Padang kemarin (29/12).
“Mobil operasional ini berasal dari dana DAk untuk Kabupaten Rejang Lebong,” jelas Mariam.
Dengan adanya mobil operasional tersebut, Mariam berharap agar semakin banyak aseptor KB yang bisa dijemput. Tentunya para aseptor juga tidak perlu mengeluarkan biaya untuk mengunjungi lokasi kegiatan pelayanan KB.
“Mobil tersebut berkapasitas 15 orang, sehingga semakin banyak akseptor yang bisa dilayani kedepannya,” tambah Mariam.
Sementara itu, Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (PPKB) Rejang Lebong Syafri menjelaskan, mobil pengangkut Akseptor ini akan selalu digunakan terutama saat ada kegiatan pelayanan KB.
“Misalkan kita melaksanakan pelayanan KB di Kecamatan Kota Padang ini, Maka mobil ini nanti akan kita gunakan untuk menjembut akseptor-akseptor yang ada di setiap desa yang ada di Kota Padang,” jelas Syafri.
Lebih lanjut Syafri menjelaskan, selain mendapat bantuan mobil operasional pengangkut Akseptor KB. Pihak PP dan KB Rejang Lebong juga mendapat bantuan beberapa fasilitas layanan KB lainnya. Fasilitas layanan KB tersebut antara lain BKB KId, Ozin Bad dan Implan kid.
“Dengan adanya bantuan ini sehingga tidak ada alasan lagi masyarakat kita enggan ber KB. Karena selain pelayanan gratis, menuju lokasipun kita jemput sehingga mereka tidak memerlukan biaya sedikitpun untuk berk KB,” harap Syafri.(251)