BKD Harus Transparan

In Lebong Ekspress

TUBEI, BE – Mengingat tahun 2013 Kabupaten Lebong kembali akan menggelar tes atau pengadaan CPNSD khusus untuk tenaga guru, Komisi I DPRD Lebong mengingatkan kepada Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Lebong agar tetap menjaga transparansi dalam pelaksanaan tes CPNS nantinya.
Hal ini disampaikan Sekretaris Komisi I DPRD Lebong Syahirwanto SSos kemarin (29/7) kepada wartawan. “Apalagi kuota yang Lebong dapatkan hanya 50 orang dan khusus untuk formasi guru saja. Sehingga bakal terjadi persaingan yang ketat dalam tes CPNSD nantinya. Serta meningkatkan minat peserta yang akan mendaftar. Sehingga diharapkan bisa terjadi persaingan yang sehat dan menjaring SDM yang benar-benar bagus,” kata Ketua PAN Lebong ini.
Selama ini saja, kata Syahirwanto, pelaksanaan tes CPNS hampir di seluruh kabupaten/kota di Provinsi Bengkulu kerap memunculkan kontroversi dan kesan negative ditengah masyarakat. Tingkat kepercayaan dari masyarakat atas kemurnian kelulusan tes CPNS masih cukup rendah. Terlepas apakah peserta yang lulus dalam tes CPNS tersebut murni atau tidak.
“Kita bukan ingin memvonis atau berprasangka buruk, tetapi hal tersebut memang sudah menjadi kesan negative masyarakat dimana saja, terkait hasil kelulusan tes CPNS. Makanya kita mengingatkan kepada Pemda Lebong melalui BKD Lebong untuk lebih berhati-hati dan melaksanakannya secara transparan. Agar tidak muncul kesan negative lagi dari masyarakat dan bisa benar-benar tranparan seperti pelaksanaan tahun 2012 lalu,” pungkas Syahirwanto.(***)

You may also read!

Diancam Novel, Miryam Langsung Terbayang Anak

jpnn.com, JAKARTA – Mantan anggota Komisi II DPR Miryam S Haryani mengaku down dan stres ketika diancam penyidik Komisi

Read More...

Balai Rafflesia Diresmikan Gubernur Pada 4 April Mendatang

BENTENG, Bengkulu Ekspress – Jika tak ada aral melintang, Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) akan menggelar acara

Read More...

Pengakuan Yani Gugat Ibu Kandung Rp 1,8 Miliar

jpnn.com, BEKASI – Yani Suryani, 45, menggugat ibu kandungnya sendiri, Siti Rokayah alias Amih, 85, asal Garut, Jawa Barat.

Read More...

Mobile Sliding Menu