Bisa Tampung Ribuan Pasien dan Lakukan Operasi Gratis

EKO/Bengkulu Ekspress LENGKAP: Tim medis menjelaskan kelengkapan rumah sakit yang berada di dalam Kapal US Naval Hospital Ship Mercy
EKO/Bengkulu Ekspress LENGKAP: Tim medis menjelaskan kelengkapan rumah sakit yang berada di dalam Kapal US Naval Hospital Ship Mercy

Ramah Sakit (RS) lazimnya berada di daratan. Namun berbeda dengan Negara Amerika Serikat yang telah membuat inovasi baru, membuat rumah sakit ampung yang berada di atas kapal laut bernama US Naval Hospital Ship Mercy. Seperti apa keistimewaan kapal laut ini? berikut laporannya..!

EKO PUTRA MEMBARA – Kota Bengkulu

NEGARA Amerika memang menjadi salah satu negara memiliki kecanggihan dalam segala hal. Baik dari kemajuan negaranya, ekonomi negaranya, masyarakatnya bahkan sampai alat militernya juga terkenal dengan kecanggihannya. Salah satu alat militer yang terkenal dengan kecanggihannya, Amerika Serikat memiliki kapal yang berfungsi sebagai Rumah Sakit (RS).

USS ArmyTak tanggung-tanggung, RS dalam kapal laut itu mampu menampung lebih dari 1.000 pasien. Kapal bernama US Naval Hospital Ship Mercy, ternyata hanya di operasikan untuk kepentingan sosial. Baik dalam penanganan korban bencana alam, konflik sosial dan kegiatan-kegiatan kemanusian lainnya.

Harian Bengkulu Ekspress (BE) berkesempatan untuk mengunjungi secara langsung kapal milik militer Amerika Serikat, yang bersandar di tengah laut antara Pelabuhaan Pulau Baai dan Pulau Tikus Bengkulu dalam kegiatan Pacific Partership 2018. Termasuk bertemu dengan Kepala RS atau Exccutive Offiver Kapal US NHS Marcy, Kapten Lynelle Boemah.

Dalam kesempatan itu, Kapten Boemah yang dibantu penerjemahaan bahasa Indonesia menjelaskan, kapal yang memiliki panjang 200 meter ini, mampu menampung 1.000 pasen. Kelengkapannya, memiliki 12 ruangan khusus untuk operasi dan 1.000 kamar untuk perawatan pasen. “Rumah sakit disini tidak berbeda dengan rumah sakit yang ada di daratan. Termasuk kelengkapannya, juga sama dengan rumah sakit yang ada di Amerika Serikat,” ujar Boemah kepada Bengkulu Ekspress, kemarin (2/4).

Dalam kunjungan itu, Boemah mengajak Bengkulu Ekspress berkeliling dalam ruangan pasien yang super canggih. Kelengkapannya medisnya, bahkan melebihi kelangkapan medis yang ada di rumah sakit pada umumnya di darat. RS ampung ini dilengkapi seperti ruangan operasi yang super lengkap, ruangan ICU yang mempu menampung 80 pasien, ruang apoteker, ruang darah, ruang Computed Tomography (CT scan), ruangan dan alat pembuat oksigen serta berbagai kelengkapan medis lainnya. Termasuk. untuk ruangan darah saja, RS ini mampu menyiapkan lebih dari 3 ribu darah segar untuk pasien. “Semua lengkap disini (RS). Jadi ketika ada yang sakit, sudah bisa secara cepat kita tangani,” paparnya.

Tidak hanya dari sisi kelengkapan medis, untuk tenaga medisnya juga lengkap. Mulai dari semua dokter disegala bidang, perawat, bidan dan tenaga medis lainnya. Kapten Boemah mengatakan, jika dihitung saat kegiatan kemanusiaan, RS yang ada dikapal ini memilik ribuan tenaga medis. Tentunya tenaga medis ini diambil tidak hanya dari Negara Amerika saja, tapi juga dari negara lain.

“Wah kalau tenaga medisnya, kita banyak sekali. Tidak bisa kita hitung, mungkin ada ribuan jumlahnya. Tergantung permintaan, jika ada penyakit yang berat, dokternya kita sudah siap,” tambah Boemah.

Untuk alat bantu menuju RS ampung ini, Kapal yang memilik sekitar 7 lantai itu memiliki landasan dan 2 helikopter yang siap setiap saat. Lalu, ada sekitar 14 kapal kecil yang berada di kapal yang sudah 7 kali ke Indonesia. Boemah mengatakan, datang ke Indonesia itu semuanya dalam kegiatan Pacific Partership 2018.

“Kalau ke Bengkulu baru pertama dan kita sudah lebih dari 7 kali ke Indonesia. Termasuk kita pernah melakukan kegiatan kemanusiaan saat bencana alam stunama di Aceh,” terangnya.

Boemah mengatakan, hadirnya RS didalam kapal ini tentunya untuk melakukan aksi kemanusiaan. Semua pasien yang dirawat dalam kapal ini, dipastikan tidak akan dikenakan biaya apapun alas gratis. Sehingga hadirnya kapal RS ini benar-benar bisa membantu masalah kemanusiaan yang terjadi di belahan dunia.

“Ya tentu, itu semua gratis tidak ada banyar apapun. Ini demi kegiatan kemanusiaan,” beber Boemah.

Selama dalam perjalanan kegiatan kemanusian, kapal ini tidak pernah menemukan masalah besar. Termasuk ditolak negara lain untuk masuk dan membantu kegiatan kemanusiaan. Sebab, kapal miliki tentara Amerika ini telah bekerjasama dengan semua negara yang ada di wilayah Pasifik, termasuk negara Indonesia.

“Tiada yang menolak, karena untuk kegiatan kemanusiaan. Setelah dari Indonesia, kita akan ke Malaysia untuk kegiatan yang sama dami menjalin dan mempererat kerjasama antar negara,” pungkasnya. (**)