BI Sukses Panen 9,36 Ton

REWA/Bengkulu Ekspress Kepala Perwakilan BI Bengkulu, Endang Kurnia Saputra didampingi Istri dan FKPD serta dosen Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UMB) memanen demplot padi di Desa Sido Luhur Kecamatan Padang Jaya Kabupaten Bengkulu Utara, Selasa (12/12).
REWA/Bengkulu Ekspress Kepala Perwakilan BI Bengkulu, Endang Kurnia Saputra didampingi Istri dan FKPD serta dosen Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UMB) memanen demplot padi di Desa Sido Luhur Kecamatan Padang Jaya Kabupaten Bengkulu Utara, Selasa (12/12).

Kembangkan Budidaya Padi

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bengkulu terus melakukan pengembangan penanaman padi demplot atau percontohan budidaya padi di Bengkulu Utara. BI juga menominasikan klaster Margaluhur sebagai salah satu UMKM terbaik di Bengkulu karena telah sukses melaksanakan penanaman demplot padi menggunakan pola tanam jajar legowo dengan hasil panen mencapai 9,36 ton per hektar.

Kepala Bank Indonesia Bengkulu, Endang Kurnia Saputra mengatakan, pengembangan demplot budidaya padi merupakan langkah awal untuk mulai melakukan pengembangan komoditas padi dengan peningkatan volume atau hasil produksi.

“Upaya ini diharapkan bisa menarik minat petani untuk kembali membudidayakan padi,” ujar Endang Pada Panen Demplot Padi di Desa Sido Luhur Kecamatan Padang Jaya Kabupaten Bengkulu Utara, Selasa (12/12).

Demplot Budidaya padi menggunakan pola tanam jajar legowo merupakan bagian dari program klaster Margaluhur dan dedikasi BI untuk negeri melalui program bantuan sosial BI dengan dana bantuan untuk UMKM yang potensial. Karena sejauh ini klaster Margaluhur telah menjadi binaan BI yang mampu menjalankan program BI dengan baik.

“Program ini sukses diterapkan di dua desa ini dengan baik dan maksimal,” tambah Endang.

Kluster Margaluhur sendiri terdiri dari dua desa yaitu Desa Sido Luhur dan Marga Sakti Kecamatan Padang Jaya Bengkulu Utara. Kedua desa ini sebelumnya sudah diberikan bantuan berupa mesin pembuat pakan untuk budidaya ikan air tawar dan bantuan untuk budidaya tanaman padi. “Kedua desa ini menjadi UMKM terbaik yang sukses dalam pelaksanaan program klaster BI yakni demplot padi menggunakan pola tanam jajar legowo ,” ujar Endang lagi.

Kesuksesan program klaster BI tersebut diharapkan mampu meningkatkan ekonomi daerah serta membantu kelompok petani untuk maju dan berkembang dengan baik. Selain itu diharapkan juga mampu meningkatkan perekonomian para petani agar semakin mandiri. “Tujuan program ini untuk kesejahteraan petani itu sendiri dengan meningkatkan pertekonomiannya,” sambung Endang.

Untuk meningkatkan kesejahteraan petani, BI juga telah memberikan bantuan dalam banyak hal, mulai dari alat pembuat pakan ikan yang mampu membuat petani menghemat biaya pembelian pakan hingga 30 persen. Selain itu ada juga bantuan untuk budidaya tanaman padi demplot dimana dari padi yang dipanen diperoleh sekitar 9.36 ton perhektar dari 15 hektar ditanami padi. “Kalau sudah menjadi beras susut kira-kira sebesar 30 persen menjadi 6.8 ton beras, meskipun begitu hasil ini cukup baik dan maksimal dan diharapkan mampu meningkatkan perekonomian petani,” terang Endang.

Hasil panen dari program ini sebenarnya diluar dugaan petani, dimana hasil panen demplot di Desa Sido Luhur yang mencapai 9.36 ton per hektar ini jauh lebih banyak dibandingkan sejarah hasil panen petani yang berkisar 5 ton – 6 ton saja per hektar.

“Keberhasilan demplot padi ini tidak lepas dari dukungan teknologi budidaya yang dikembangkan oleh para tim dari Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Bengkulu,” terang Endang.

Melalui kesuksesan ini, klaster Margaluhur dinominasikan sebagai salah satu UMKM terbaik di Bengkulu dan diharapkan bisa menjadi UMKM terbaik se-Sumatera. UMKM ini diharapkan terus menerapkan ilmu yang telah dicapai dan mau berbagi dengan yang lainnya agar bisa sukses bersama. “Tolong ilmunya disebarkan juga, jangan hanya di Kabupaten Bengkulu Utara saja, bila perlu ke semua daerah di Provinsi Bengkulu,” tutur Endang.

Sementara itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan Bengkulu Utara, Darlis SP mengatakan, dalam pembangunan ada tiga pilar yang harus dipahami yaitu pemerintah, petani, dan stakeholder. Tiga motor penggerak pembangunan ini harus bekerjasama untuk mencapai kemajuan. “Saya setuju petani harus bekarya dan tidak harus bergantung hanya pada pemerintah daerah karena APBD yang terbatas. Kelompok-kelompok petani bisa bekerjasama dengan BI atau bank swasta, pos atau pihak lainnya untuk memanfaatkan bantuan yang diberikan semaksimal mungkin,” terang Darlis.

Sudah sejak tahun 2014 para petani selalu mendapat dukungan dan bantuan dari BI dan sistem kelompok tani. Oleh karenanya, Darlis menilai perlu menjalin kerjasama yang baik dan bisamanfaatkan modal yang ada. “Padi 2018, Padi Jagung Kedelai masih didalam program kami. Kami berharap program ini juga bisa sukses,” tukas Darlis.

Sementara itu, Ketua Kluster Marga Luhur, Agus Sunaryo mengatakan, penerapan tanam padi jajar legowo diharapkan bisa meningkatkan hasil produksi petani dan bisa memakmurkan petani. Pihaknya mengucapkan terimakasih sebesar-besarnya kepada semua pihak yang sudah membantu petani didesanya. “Kami berharap dengan program ini, masyarakat bisa mendapatkan hasil panen padi yang maksimal,” singkat Agus. (999)