BI Revitalisasi Cagar Budaya, Dedikasi Untuk Negeri

REWA/Bengkulu Ekspress BANTUAN: Kepala Perwakilan BI Provinsi Bengkulu, Endang Kurnia Saputra saat menyerahkan bantuan untuk revitalisasi cagar budaya kepada Perwakilan BPCB Jambi, Krisdianto Juardi di Benteng Marlborough, Senin (11/12).
REWA/Bengkulu Ekspress BANTUAN: Kepala Perwakilan BI Provinsi Bengkulu, Endang Kurnia Saputra saat menyerahkan bantuan untuk revitalisasi cagar budaya kepada Perwakilan BPCB Jambi, Krisdianto Juardi di Benteng Marlborough, Senin (11/12).

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Menggunakan tagline ” Karya Nyata Bank Indonesia di Setiap Makna Indonesia “, Bank Indonesia (BI) berdedikasi untuk negeri dengan memberikan bantuan berupa revitalisasi berbagai fasilitas umum di Benteng Marlborough dan Rumah Kediaman Bung Karno. Melalui hal ini, BI menunjukkan kepeduliannya pada Bengkulu dengan merevitalisasi cagar budaya Bengkulu dan ikut serta memajukan industri pariwisata Bengkulu.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bengkulu, Endang Kurnia Saputra mengungkapkan, revitalisasi cagar budaya di Bengkulu sebagai upaya BI untuk melestarikan cagar budaya agar tetap terjaga dan terawat karena merupakan aset penting bagi Bengkulu. Selain itu, tujuan BI melakukan revitalisasi di cagar budaya di Bengkulu adalah untuk memajukan industri pariwisata di Provinsi Bengkulu. “Sebagai bentuk dedikasi kami untuk negeri khususnya Bengkulu, kami berikan bantuan revitalisasi untuk cagar budaya Bengkulu agar tetap terjaga,” ujar Endang pada acara serah terima bantuan program sosial BI di Benteng Fort Marlborough, Senin kemarin (11/12).

Selain untuk menjaga cagar budaya di Bengkulu tetap terjaga dan eksis, bantuan revitalisasi tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan industri pariwisata Bengkulu. Karena selama ini industri pariwisata disejumlah daerah telah menjadi tulang punggung kemajuan perekonomian daerah.

“Untuk itu BI berikan bantuan revitalisasi untuk dua cagar budaya di Bengkulu yaitu Benteng Fort Marlborough dan Rumah Kediaman Bung Karno,” kata Endang.

BI menilai kedua cagar budaya seperti Benteng Marlborough dan Rumah Kediaman Bung Karno di Kota Bengkulu sudah dianggap sebagai aset cagar budaya yang sangat penting. Sehingga BI memberikan bantuan berupa revitalisasi toilet, fasilitas wudhu, dan mushollah di Benteng Marlborough, serta memberikan bantuan tiang bendera, paving blok pelataran parkir, bangku taman, dan pot bunga di Rumah Kediaman Bung Karno. “Kalau fasilitasnya lengkap, maka dua cagar budaya ini bisa jadi ikon andalan Bengkulu,” terang Endang.

Masih minimnya ikon di Bengkulu menjadikan industri pariwisata Bengkulu tidak begitu dikenal oleh daerah lain, sehingga dengan melakukan revitalisasi di Benteng Marlborouh dan Rumah Kediaman Bung Karno dapat menjadi salah satu ikon terkenal di Provinsi Bengkulu. Seperti contohnya Kota Blitar, Jawa Timur dimana makam Ir Soekarno sudah menjadi identitas Blitar, dimana ketika orang ingat Blitar maka akan ingat Makam Soekarno. “Kami ingin Benteng Marlborough juga bisa jadi ikon Bengkulu sehingga ketika orang ingat Benteng Marlborough maka akan ingat Bengkulu” lanjut Endang.

Untuk mewujudkan agar cagar budaya di Bengkulu lebih diingat oleh masyarakat di luar Bengkulu, maka BI mengharapkan dengan majunya era ekonomi digital dan media sosial diharapkan mampu berperan besar. Karena cukup satu orang melakukan posting berita tentang cagar budaya Bengkulu maka akan mampu meningkatkan jumlah kunjungan wisata ke Bengkulu.

“Jika jumlah wisatawan ada 1000 orang ke Bengkulu maka industri pariwisata sudah menyumbang pertumbuhan ekonomi Bengkulu sebesar 0.13 persen di 2018 dan ini akan membangun Bengkulu,” jelas Endang.

Belum lagi berdasarkan data yang dirilis BI beberapa waktu lalu yang menyatakan pertumbuhan ekonomi Bengkulu sudah mencapai 5.1 persen dan termasuk yang tertinggi di Sumatera. Sehingga penambahan pertumbuhan ekonomi dari sektor pariwisata sebesar 0.13 persen mampu menjadikan Bengkulu lebih baik dari daerah lainnya di Indonesia.

“Perekonomian Bengkulu tumbuh cukup baik, semoga kedepannya sektor pariwisata juga mampu menambah pertumbuhan tersebut,” tukas Endang.

Sementara itu, Pelaksana tugas (Plt) Sekda Provinsi Bengkulu, H Gotri Suyanto MSc Sc mengatakan, kalau cagar budaya semakin baik maka kunjungan pariwisata juga akan meningkat dan dunia usaha di Bengkulu juga akan maju. Bahkan pertumbuhan ekonomi Bengkulu juga akan semakin baik kedepannya.

“Pemerintah provinsi Bengkulu sangat menyambut baik hal ini dan diharapkan ini terus berlanjut dan dapat memicu pertumbuhan ekonomi di Bengkulu,” ujar Gotri.

Sementara itu, Perwakilan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jambi, Krisdianto Juardi mengatakan, BI selalu menginiasi Cagar Budaya menjadi lebih baik dan menjaga cagar budaya. Bantuan ini adalah bantuan yang sangat baik untuk cagar budaya dan kemajuan industri pariwisata di Bengkulu.

“Kami mengucapkan terimakasih kepada BI karena telah memberikan bantuan untuk kelestarian cagar Budaya di Bengkulu agar menjadi lebih baik kedepannya,” singkat Krisdianto.

Acara ini dihadiri oleh Kepala BPCB Jambi Krisdianto Juardi, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bengkulu Yudi Satria SE, Pimpinan Cabang BRI Bengkulu Yoni Ariyanto, Area Head Bank Mandiri Bengkulu Bimo Raharjo, Pimpinan Cabang Mandiri Taspen Pos, Pimpinan Bank Mega, Pimpinan Bank Nobu, BPD Bengkulu, dan Perguruan Tinggi di Bengkulu. (999)