BI Bantu Nelayan PSBI Rp 520 Juta

JOS HENDRI/Bengkulu Ekspress PENGUNTINGAN PITA: KPw Bank Indonesia Provinsi Bengkulu, Endang Kurnia Saputra ( Batik Berpeci) di dampingi Istri tercinta (Vivi Adang) dan Bupati Kabupaten Mukomuko, Chairul Huda (Koko Berpeci ) di dampingi Istri tercinta dan Sekda Mukomuko, Syafkani (Kiri Bertopi) dan Istri tercinta saat melaunching perahu Nelayan untuk Kelompok Cinta Bahari Air Rami (27/10).
JOS HENDRI/Bengkulu Ekspress PENGUNTINGAN PITA: KPw Bank Indonesia Provinsi Bengkulu, Endang Kurnia Saputra ( Batik Berpeci) di dampingi Istri tercinta (Vivi Adang) dan Bupati Kabupaten Mukomuko, Chairul Huda (Koko Berpeci ) di dampingi Istri tercinta dan Sekda Mukomuko, Syafkani (Kiri Bertopi) dan Istri tercinta saat melaunching perahu Nelayan untuk Kelompok Cinta Bahari Air Rami (27/10).

 

Endang: Senyum Nelayan, Kebahagiaan Kami

MUKOMUKO, Bengkulu Ekspress – Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Provinsi Bengkulu, kembali melaunching perahu nelayan untuk Kelompok Nelayan Cinta Bahari (KNCB). Bantuan perahu nelayan ini adalah bentuk realisasi dari Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) Provinsi Bengkulu di Desa Air Rami, Kecamatan Air Rami, Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu.

Bank Indonesia menyalurkan bantuan untuk kelompok nelayan cinta bahari dengan total bantuan mencapai Rp 520 juta, dengan rincian bantuan berupa perahu nelayan sebanyak 12 unit berkapasitas 2 Groston (Gt) dengan jangkauan tempuh 5 MIL, mesin perahu merk Yamaha Enduro sebanyak 12 unit kapasitas 15 PK. Jaring tangkap sebanyak 12 buah lengkap dengan pelampung keselamatan (Safety Jaket) sebanyak 2 buah perperahu.

Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Bengkulu, Endang Kurnia Saputra mengatakan, Kabupaten Mukomuko khususnya Desa Air Rami memiliki potensi agro maritimnya sangat besar. Ini sejalan dengan program pak Gubernur dan juga pak Presiden Jokowi yang saat ini fokus kepada kemaritiman untuk memutus rantai tengkulak kepada para nelayan kecil. “Ini merupakan bentuk dan upaya kita dalam pengentasan kemiskinan. Saya harapkan kelompok ini sukses. Dan jangan khawatir, tidak ada satu rupiah pun yang kami harapkan dari bantuan ini. Namun yang kami inginkan adalah senyuman nelayan Cinta Bahari itulah kebahagian dari kami,” ingat Endang.

Endang juga mengimbau kepada anggota kelompok nelayan cinta bahari untuk menerapkan falsafah sunda 3 A, yakni Silih Asah, Silih Asih dan Silih Asuh.

Sementara itu, Bupati Mukomuko H. Choirul Huda, SH mengatakan masyarakat nelayan adalah masyarakat yang di tempa oleh lautan dan badai. Biarpun suaranya keras saat berbicara tapi hatinya lembut, Mudahan – mudahan bantuan PSBI ini bisa bermanfaat.

“Nelayan yang sejahtera salah satunya ditandai dengan semua anak -anak sekolah. Untuk itu, bantuan dari Bank Indonesia ini harus dimanfaatkan dengan baik dan tidak boleh dijual walau dalam kondisi apapun, karena ini sudah jadi modal hidup,” tegas Huda.

 

Sementara Ketua Kelompok Nelayan Cinta Bahari Desa Air Rami, A Japri HN bergembira atas bantuan PSBI ke kelompok nelayan cinta bahari, “Terima kasih BI, dengan ada bantuan perahu dari Bank Indonesia ini menjadi pondasi untuk nelayan cinta bahari sejahtera,” harapan besar Japri.

Japri berkisah selama ini mereka melaut dengan menumpang perahu orang lain atau biasa mereka sebut sebagai bos (tengkulak) pemilik modal yang kejam. “Memang selama ini kami diberikannya modal, dipinjamkan perahunya, namun bagi hasil yang kami dapat sungguh dikit sekali minsal dapat 100 itu bagi 8. Bisa di bayangkan jangankan untuk sekolah anak, bahkan tak cukup untuk penuhi kebutuhan sehari – hari,” kisah Japri.

Japri berharap agar Bank Indonesia tidak hanya batas memberikan bantuan ini saja, sudah itu sudah. ” Tapi tolong bina dan bimbing kami agar lebih sejahtera lagi, buatkan kami koperasi nelayan, dan sebagainya, ” ingin Japri. (Cik7)