BI Ajak Pemprov Gandeng Tokopedia, Kembangkan UMKM

Tokopedia

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Untuk mengembangakan dan meningkatkan kualitas produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Provinsi Bengkulu agar bisa bersaing dengan produk dari daerah lain, Bank Indonesia (BI) mengajak Pemerintah Provinsi Bengkulu (Pemprov) bekerjasama situs jual beli online terbesar di Indonesia, Tokopedia.

Dengan memanfaatkan Tokopedia, maka akses pasar akan semakin terbuka lebar.

Kepala Perwakilan BI Bengkulu, Endang Kurnia Saputra mengatakan keberhasilan potensi UMKM ada di tangan semua pihak karena UMKM merupakan salah satu pondasi perekonomian. Provinsi Bengkulu sendiri terdapat ribuan pelaku UMKM sehingga perlu dilakukan pengembangan secara terus-menerus.

“Pengembangan UMKM bukan hanya dilakukan oleh pemerintah, namun UMKM juga harus berusaha berbenah dengan memanfaatkan kemajuan teknologi, salah satunya bekerjasama dengan Tokopedia,” ujar Endang saat menghadiri Sosialisasi Pemanfaatan Online Market untuk meningkatkan akses pasar UMKM Bersama Tokopedia di Garage Hotel, kemarin (28/8).

Endang menambahkan, salah satu toko online terbesar di Indonesia, PT Tokopedia hadir guna mengajarkan ilmu pemasaran produk melalui online.

“Setiap hari transaksinya bisa mencapai puluhan miliar rupiah. Pemasaran melalui online bisa dilakukan guna mencapai kemajuan bagi UMKM itu sendiri,” lanjut Endang.

Endang mengatakan, kerja sama tersebut merupakan terobosan positif untuk membantu pemasaran UMKM agar lebih dikenal di Indonesia. Pemasaran UMKM di Bengkulu saat ini masih banyak yang bersifat offline sehingga masih banyak masyarakat yang belum tahu produk-produknya.

“Karena itu kita mencoba menggandeng Tokopedia untuk membantu UMKM Bengkulu,” tutur Endang.

Menurut Endang, pihak swasta seperti Tokopedia juga bisa ikut membantu dalam hal pemasaran online karena menawarkan berbagai kemudahan. Misalnya, dari segi modal, UMKM tidak perlu mengeluarkan biaya sewa toko fisik, lalu dari pengiriman karena Tokopedia terhubung dengan berbagai logistik.

“Banyak keunggulan bila menggunakan Tokopedia sebagai media pemasaran bagi UMKM di Bengkulu yang tentu saja akan memudahkan pemasaran produk,” tukas Endang.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bengkulu, Hj Yuliswani SE MM mengungkapkan kendala dalam pengembangan UMKM, yaitu permodalan, akses pemasaran dan SDM.

“Memang masih ada tiga kendala yang menjadi penyebab sulit berkembangnya sektor UMKM, hal itu bisa diminimalisir melalui bergabung bersama toko online terpercaya,” ujar Yuliswani.

Diungkapkan Yuliswani, melalui Tokopedia, UMKM bisa membuka dan mengelola toko onlinenya secara mudah dan gratis. Akses pasar pun menjadi lebih luas karena pembeli di Tokopedia berasal dari seluruh penjuru Indonesia. Selain itu, Tokopedia juga ternyata rutin mengadakan pelatihan kepada UMKM berkaitan dengan pemasaran online.

“Tokopedia memberikan banyak kemudahan bagi UMKM yang ingin memasarkan produknya tanpa kendala modal yang besar disertai dnegan pelatihan terkait pemasaran online bagi pelaku UMKM,” ungkap Yuliswani.

Peran-peran itulah yang menurutnya ikut mendorong kemajuan UMKM di Indonesian khususnya di Provinsi Bengkulu. Ia pun berharap Tokopedia selalu konsisten melakukan sosialisasi pemanfaatan internet dalam berbisnis kepada UMKM.

“Kami berharap Tokopedia terus berkomitmen untuk ikut memajukan dunia UMKM di Indonesia termasuk di Bengkulu,” tambah Yuliswani.

Merchant Development Tokopedia, Desaura Vhany Elar mengatakan, sosialisasi seperti ini akan terus dilakukan untuk memastikan semua masyarakat Indonesia dapat menikmati akses pemerataan ekonomi secara digital, baik dalam mencari dan menemukan produk kebutuhan mereka dengan harga terbaik yang transparan.

“Ini adalah kesempatan mereka untuk memulai dan membangun mimpi dengan mengembangkan usaha mereka lewat pemasaran online bersama Tokopedia,” singkatnya.(999)