Bhayangkari Brimob Polda Bengkulu, Ahli Bongkar Pasang Senjata Laras Panjang dengan Mata Tertutup

 Siap Dipanggil Perang, Bila Negara Membutuhkan

rio-aksi-ketangkasan-bongkar-pasang-senapan-para-istri-brimob-1
TANGKAS: Bhayangkari Brimob Polda Bengkulu memperagakan keahlian bongkar pasang senjata laras panjang dengan mata tertutup pada perayaan HUT Brimob ke-71 di Mako Brimob, kemarin (14/11). (Foto RIO/BE).

Para istri Brimob Polda Bengkulu ini memiliki keahlian yang tak kalah dengan para suaminya. Tidak hanya urusan menyambal dan menanak nasi saja, tapi juga ahli untuk urusan bongkar pasang senjata laras panjang.

Erick Voniker Doris, Bengkulu

Hari Ulang Tahun (HUT) Brimob ke-71 dilaksanakan di Markas Komando (MAKO) Brimob Polda Bengkulu kemarin (14/11), dikejutkan dengan aksi 10 orang ibu-ibu Bhayangkari dari seluruh kesatuan Brimob yang ada di Bengkulu, menenteng senjata laras panjang.

Di bawah asuhan istri dari Kasat Brimob Polda Bengkulu Kombes Pol Farid Bachtiar Effendi SIk yaitu ibu Dewi Hartati Farid Bachtiar, 10 ibu-ibu Bhayangkari ini memperagakan keahliannya bongkar pasang senjata laras panjang dengan mata tertutup di hadapan Kapolda Bengkulu Brigjend Pol Drs Yovianes Mahar dan Gubernur Bengkulu Dr Ridwan Mukti serta seluruh tamu undangan.

Setelah dalam posisi siap dengan mata tertutup, seluruh ibu-ibu Bhayangkari langsung mengambil senjata laras panjang jenis AK dan dengan cepat membongkar hingga semuanya berderai.

Semuanya kembali berlomba untuk menjadi yang tercepat memasang senjata kembali utuh dan bisa digunakan.

Dimana dalam bongkar pasang ini, dengan waktu 51 detik ibu Bahyangkari Erikson dari tim Gegana mampu menjadi yang tercepat. “Ini salah satu hiburan dan tantangan, bahwa sebagai istri anggota Brimob dia juga harus bisa memahami tugas-tugsa bapaknya, salah satunya bongkar pasang senjata,” ujar Kasat Brimob Kombes Pol Farid Bachtiar Effendi, menjelaskan.

Dengan memiliki keahlian bisa bongkar pasang senjata dan dipastikan juga bisa menggunakannya. Nanti bila suatu saat negara membutuhkan, selaku warga negara Indonesia mereka selalu siap bila negara membutuhkan bantuan mereka. “Jadi bila mereka dibutuhkan negara, mereka juga bisa siap dipanggil perang, paling tidak bisa menjaga dirinya dan keluarganya terlebih dahulu bahkan untuk negara kita,” ucap Kasat Brimob.

Untuk menjadi seorang ibu Bhayangkari Brimob yang handal dalam bongkar pasang senjata, dibutuhkan waktu 2 hingga 3 bulan latihan untuk bisa melaksankannya dalam posisi mata tertutup. Sehingga dengan demikian jika mata tidak tertutup maka hal tersebut bisa dilakukan lebih cepat lagi.

Sedangkan untuk pelatihannya diserahkan kepada seluruh masing-masing kompi bagaimana cara pelatihannya.

“Semua dilatih oleh masing-masing kompi, karena para peserta dalah perwakilan dari semua kompi yang ada di Brimob se Provinsi Bengkulu,” jelas Farid.

Akan tetapi, dalam bongkar pasang senjata yang dilakukan oleh para ibu-ibu Bhayangkari Brimob Polda Bengkulu tersebut, bukan kegiatan yang diwajibkan oleh semua istri anggota. “Ini sebuah hiburan saja, dan bukan suatu keharusan atau kewajiban,” tutup Kasat Brimob.(***)